Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
sudah katakan


__ADS_3

.


.


.


Usapan lembut yang diberikan Ibu Niken dikepala Akmal membuat Akmal tertidur.


Nampak sekali wajah Akmal yang sekarang nampak tak terurus. Rambut-rambut halus di sekitar dagu dan rahangnya juga mulai tumbuh.


"Kau seharusnya tidak begini Nak.."Gumam Ibu zNiken. Seraya terus memberikan ketenangan pada Akmal.


.


.


Sore Hari, Aneeta dan Haidar tiba dipanti asuhan seperti rutinitas mereka sebelumnya.


Sambutan dari anak-anak begitu menghibur sekali, Aneeta sampai tak merasakan lelahnya tadi setelah bekerja seharian dikantor.


"Kakak.. cantik ini apa ??" Tanya salah seorang saat Aneeta dan Haidar membawa beberapa kotak berisi pakaian untuk semua anak-anak.


"Ini pakaian untuk kalian.. Kita buka didalam yuk.."ajak Aneeta.


"Ayok.."Semua sangat antusias. Bahkan Ada yang memilih membawa kotak itu sendiri-sendiri.


Aneeta yang sudah digiring anak-anak sampai tak melihat Ibu Lidia yang baru keluar dari dapur.


Haidar yang berada paling belakang menghentikan langkahnya saat berpapasan dengan Ibu Lidia.

__ADS_1


tak lupa Haidar mencium tangan ibu Lidia.


"Ibu fikir kau lupa pada Ibu.."Ucap Ibu Lidia.


"Maafkan Haidar buk. Aku masih teringat alm. Imelda."balas Haidar


"Apalagi Ibu.. Tapi jika hanya diingat malah akan membuat dia sedih disana. Kita doakan saja semoga dia tenang disisi Tuhan."Balas Ibu Lidia.


"anak-anak juga sudah bisa diberitau. Mereka sudah tidak sedih lagi."Tambah Ibu Lidia.


Haidar mengangguk mengerti. Ibu Lidia paling mengerti waktu dan cara berbicara dengan anak kecil. Kesabaran dan ketelatenannya membuat anak-anak sangat menyayangi Ibu Lidia, begitupun dengan Haidar.


"Kau mau minum Kopi ?? Ibu buatkan ya ??" Tawar Ibu Lidia.


"Tidak usah buk.. ibu duduk saja.."balas Haidar.


"Kau sudah katakan siapa kau sebenarnya ??" tanya Ibu Lidia.


Haidar tersenyum lebar. "Sudah buk.. Kami sudah menjalin hubungan juga."


"Syukurlah.. Bagaimana dia bisa langsung percaya ??" balas Ibu Lidia.


"Dia menemukan sesuatu miliknya yang dulu dia bawakan untukku. Ternyata dulu dia mengalami Trauma tatrum hingga kejadian beberapa tahun dimana kejadian buruk itu terjadi terlupakan olehnya. Dan saat ia melihat benda miliknya, dia langsung ingat semuanya."terang Haidar


"Syukurlah.. ibu senang mendengarnya.."Ibu Lidia turut tersenyum bahagia.


"Lalu kapan kalian akan meresmikan hubungan kalian ?? Usiamu sudah tidak muda lagi haidar.. Jangan terlalu lama pacaran.."Tambah Ibu Lidia.


Haidar menghela panjang nafasnya. "Maunya begitu buk.. Tapi Aku belum menanyakan semua itu dengan Aneeta."

__ADS_1


"Segera tanyakan. Resmikan hubungan kalian. Buktikan kau serius dengan dia."ucap Ibu Lidia.


"akan Haidar coba buk.. Terima kasih nasehatnya.."Haidar menggenggam jemari Ibu Lidia. Orang yang telah membesarkannya dahulu.


.


.


Akmal terperajak dan langsung bangun saat kejadian semalam kembali melintasi kedua matanya.


Nafas Akmal tersengal-sengal dengan degup jantung yang berdetak cukup keras.


"Sialan.. Kenapa terus teringat sih ?!!" Umpat Akmal dengan kesal.


Telinga Akmal menangkap suara mobil datang didepan. Saat Akmal melirik dari celak jendela Akmal bisa melihat Haidar dan Aneeta baru tiba.


"Bekerja apa sampai sore begini !!" gumam Akmal.


Kembali Akmal mengintip dari jendela. Tangannya kembali terkepal saat melihat Aneeta dan Haidar saling berciuman sebagai tanda perpisahan mereka. "dasar murahan !!" umpat Akmal kembali.


Aneeta terlihat masuk kedalam rumah, setelah mobil Haidar pergi.


Akmal pun berpura-pura tidur agar jangan sampai ia ketahuan Mengintip kedatangan Aneeta barusan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2