
.
.
Aneeta menggigit pundak Akmal hingga Akmal menjerit kesakitan.
"Aaakkhhh !!!" dekapan tangan Akmal terlepas dan Dengan cepat Aneeta melarikan diri. Namun kembali Aneeta harus menelan pil pahit, Dia dihadang lima pria asing yang Aneeta yakini adalah suruhan Akmal.
"Beri aku jalan !! pria yang kalian tolong itu sudah gila !!!" Teriak aneeta.
Akmal tersenyum menyeringai saat melihat Aneeta gagal kabur.
"Kau tidak akan bisa kabur dari sini Sayang.. bahkan jika kau bisa lepas dariku, kau tidak akan tau jalan pulang.. Ini ditengah hutan.."Ucap Akmal sembari mendekati Aneeta.
"Apa sebenarnya maumu ?!! Kenapa kau harus melakukan hal menjijikkan seperti ini ?!!" Murka Aneeta dengan berlinang air.mata.
"Tentu saja menikah denganmu. Kita akan hidup bahagia disini tanpa gangguan orang-orang."Balas Akmal dengan mudah.
"Kau benar-benar sudah tidak waras. Sadarlah !!! Kita ini sedarah !!!" teriak Aneeta
"Bulsit !!! Itu hanya kata pria tua itu kan !!!?? Jika dia hanya ingin memisahkan kita bagaimana ??!! Kenapa kau mudah sekali percaya, padahal sudah cukup lama kita menjalin hubungan. Kau mudah sekali melupakan aku begitu saja !! Dan malah bertunangan dengan saingan bisnisku !!" ucap Akmal berapi-api.
Aneeta sama sekali tidak percaya, waktu setahun ternyata belum bisa membuat Akmal menerima kenyataan jika mereka adalah saudara kandung bahkan kembar. Air mata Aneeta terus mengalir dikedua pipinya, karna jika dilihat dilubuk hati Aneeta yang terdalam, Cinta untuk Akmal masih ada, Namun Aneeta tidak mau diperdaya oleh cinta itu dengan melupakan kebenaran bahwa mereka adalah saudara kembar.
"Bawa dia masuk !! Jaga dia jangan sampai dia kabur !!" perintah Akmal pada Anak buah suruhannya. Entah kapan dia menemukan anak buah semacam preman seperti itu.
__ADS_1
Mereka sigap menangkap Aneeta dan menyeret Aneeta yang mematung dengan derai air mata. Aneeta tak melawan. Karna percuma saja jika ia melawan. Aneeta dibawa disebuah kamar yang dihias layaknya kamar pengantin didalam rumah itu.
Semua seperti telah direncanakan. Aneeta hanya bisa menangis meratapi segala yang telah terjadi.
.
.
Haidar tiba dirumah Ibu Niken, Ia bisa melihat ibu Niken menangis dalam dekapan Marimar.
"Bagaimana Haidar ?? Kau menemukan Aneeta ??" Ibu Niken langsung memberondong Pertanyaan pada Haidar
"Maaf buk.. Belum.."Balas Haidar
"Tenang buk Niken.. Kita akan cari sama-sama.."Hibur Marimar.
"Em.. Ibu, toko ibu ada CCtv tidak ??" Tanya Haidar.
"Ada. Tapi didepan toko. Bukan didepan rumah."Balas Ibu Niken.
"Bisa saya lihat ??"pinta Haidar. Ibu Niken mengangguk dan langsung berdiri memberi jalan pada Haidar menuju ruang monitor dimana rekaman Cctv akan bisa dilihat.
Haidar pun mulai membuka dari jam pagi hingga sore hari.
"Itu mobil Akmal.."Tunjuk Marimar.
__ADS_1
Haidar menjeda gambar dilayar.
"Dia datang ?? Tapi kenapa tidak masuk ??" Ibu Niken bertanya pada Marimar.
"Benarkah ?? Akmal pergi dari kantor saat mitting buk Niken. Saya kemari sebenarnya mau mencari dia.."Balas Marimar.
Haidar melanjutkan video rekamannya. Dan tak lama mobil Akmal pergi lagi, disitu Haidar menjeda rekaman. Terlihat dari kaca jendela mobil Akmal seseorang dikursi penumpang.
"Aneeta bersama Akmal"Ucap Haidar dengan tangan terkepal.
"Apa ??!!" Marimar dan Ibu Niken begitu terkejut sekali
.
.
Haidar tiba dirumahnya. Gland pun segera menghampiri Haidar memberi laporan. "Tuan. Kami tidak menemukan nona Aneeta."
"ikut aku meretas plat mobil Akmal. Ayo.."Ajak Haidar. Yang mempercepat langkahnya menuju halaman belakang dimana ruangan rahasia Almahrum papanya berada.
"Akmal.. Jika sampai kau melukai Aneeta, aku tidak akan mengampunimu.."Gumam Haidar dengan geram.
.
.
__ADS_1