
.
.
"Dia Baby, Putri rekan bisnis papa."Fairuz memperkenalkan wanita yang duduk disisinya.
Baby berdiri dari duduknya dan menghampiri Akmal. Tanpa malu wanita itu mengulurkan tangannya dengan senyuman genit.
"Hay.. Aku Baby.."
Akmal.malas sekali menerima uluran tangan itu. Melihat penampilannya saja Akmal merasa sedikit jengah.
"Akmal.."Fairuz menegur.
Akmal akhirnya menerima uluran tangan Baby. Namun seolah ingin merayu Akmal, Baby sengaja menjatuhkan diri dipangkuannya.
"Aaahhh.."
Akmal yang reflek malah langsung mendorong tubuh Baby hingga Wanita itu terjatuh.
"Aduhh.."Baby
"Akmal !!! Apa yang kau lakukan !!!" sentak Fairuz.
"Seharusnya papa tanya padanya, Kenapa dia harus seperti itu !!?" Balas Akmal tanpa takut.
__ADS_1
"Dasar anak pembangkang, Dia tamu kita, apa kau tidak bisa menghormatinya sedikit saja !!! mungkin dia hanya tersandung atau bagaimana !!" Fairuz membantu Baby berdiri.
"Lagian ini bukan diAmerika. Kenapa pakaian dia seperti itu, apa kau tidak ingat jika putramu sangat tidak suka wanita yang berpakaian terbuka seperti itu.."Ucap Marimar.
"Maaf Tante.. Aku tidak bermaksud merayu atau bagaimana,"balas Baby.
"Sudah. Jangan minta maaf. Kau tidak salah."sanggah Fairuz sembari mengajak Baby duduk.
"Aku mau kekamar dulu."Akmal hendak beranjak.
"Akmal !!! dimana sopan santunmu !!!" Bentak Fairuz suaranya begitu menggelegar.
Akmal memejamkan kedua matanya. ia begitu ingin marah dengan sang papa, namun ia masih memiliki Hati. "Ada apa sih pa. Papa bukannya sudah tau aku ini sudah bertunangan, untuk apa papa bawa jauh-jauh wanita dari Amerika ?? Papa sengaja atau memang sedang ingin mengajakku berdebat sih ?!!!"
"Pilihanmu belum tentu terbaik untukmu akmal, Papa yang sudah berpengalaman saja masih bisa tertipu, apalagi kau yang masih anak kemarin sore.."Balas Fairuz seraya menatap Marimar penuh hinaan.
"Sialan !!!" Umpat Fairuz.
"Itukah didikanmu selama ini Marimar !!? Kau mengajari dia melawanku ??!!" tuduh Fairuz.
Dengan keberaniannya Marimar membalas tatapan Tajam Fairuz.
"Kau yang membuatnya jadi seperti itu. Sadarlah Pa, kau sudah membelenggu dia selama ini. dia itu anakmu bukan bonekamu. Biarkan dia menentukan jalan untuk dirinya sendiri."Sanggah Marimar.
"Tau apa kamu ?!!! Bahkan kau saja tidak pernah hamil kan ??!! Jangan sok membelanya seperti itu !!" Fairuz malah semakin menghina Marimar.
__ADS_1
Air mata Marimar seketika menetes. "Aku memang tidak melahirkan dia, aku bahkan tidak menyusui dia. Tapi aku bisa mendukung segala keputusan dia dan menjadi perisainya dari orang tua Jahat sepertimu !!" Marimar segera beranjak pula dan memilih pergi dari hadapan suaminya itu. Sakit sekali hatinya, Jika Fairuz mengungkit Segala kekurangannya. Karna orangtua Fairuzlah, Marimar terus bertahan.
"Uncle.. Bagaimana ini ?? Akmal marah padaku ??" Baby menatap nakal Fairuz.
"Bagaimana jika kau denganku saja ?? Aku juga tidak kalah perkasa dari anakku ??" Tawar Fairuz dengan gilanya.
Baby cekikian dibuatnya. "Uncle bisa saja."
"Come on girl.. kita kehotel saja. Aku tidak mau kau dicuekin disini. Kita bersenang-senang saja dikantor."Ajak Fairuz. Baby nampak menurut, bahkan ia tak canggung memeluk Fairuz yang lebih tua darinya untuk keluar dari rumah besar Marimar.
.
.
.
Mobil yang ditumpangi Aneeta berhenti tepat didepan sebuah Panti Asuhan, Hal itu membuat Aneeta keheranan.
"Nona mau dibantu menurunkan barangnya ??" Tanya sopir taksi yang membuat Lamunan Aneeta terbuyarkan.
"Oh..em.. Pak, Bapak nggak salah alamat kan ??"Tanya Aneeta balik memastikan.
"Tentu saja tidak Nona. Saya juga sering melintas didaerah ini."Balas sopir itu.
"Tapi katanya buat..-" Aneeta baru faham sekarang.
__ADS_1
.
.