
.
.
.
Hari cerah saat itu tak sama dengan keadaan hati Aneeta. Beberapa kali Aneeta berusaha menghilangkan demua fikiran dalam otaknya agar bisa fokus bekerja.
Sembari menapaki lantai kantor, Aneeta terus menetralkan diri.
Hingga sapaan dari Yuanita membuyarkan fikiran Aneeta.
"Kau kusut sekali An..??"
Aneeta menoleh kesisi dimana Yuanita berada.
"Kau sudah sampai.."
"Tentu saja. Aku bekerja didepan seperti ini.. Mesti pagi datangnya."Balas Yuanita.
Aneeta mengembangkan senyumnya. "ya sudah aku keruanganku dulu.. Selamat bekerja."
.
.
Aneeta berkutat didepan layar laptopnya. Pekerjaannya lumayan banyak karna sore nanti ia harus mendampingi Haidar menemui klien guna mempromosikan barang baru mereka.
__ADS_1
Haidar didalam ruangannya tanpa sadar terus memperhatikan Aneeta dengan terus mengulas senyumnya.
"Aku tidak menyangka, Kita akan dekat kembali An.. ini benar-benar diluar dugaanku.."Gumam Haidar.
Terlihat Aneeta mencoba meregangkan otot tangannya, hingga ia tanpa sadar bisa melihat Haidar yang terus memperhatikannya. Karna sengaja atau tidak, Ruangan mereka hanya dibatasi kaca yang tembus pandang.
Sontak Aneeta jadi tak enak. Dan langsung menatap kearah lain. "ya ampun.. Sejak tadi dia menatapku ?? Apa dia ingin melihat bagaimana aku bekerja ya ??" gumam Aneeta berusaha biasa saja.
Sementara Haidar malah semakin memperlebar senyumannya, Saat melihat betapa lucu tingkah Aneeta.
Aneeta yang terus berusaha menunduk agar tak terlihat kembali tersentak saat suara Haidar tiba-tiba sudah didepannya.
"Sudah waktunya makan siang. Kita makan siang dulu."Ucap Haidar yang entah sejak kapan sudah ada dihadapan Aneeta.
"Oh.. Tuan..em..Silahkan anda duluan, saya pesan grabfood saja."balas Aneeta berusaha tersenyum sopan.
"Saya ini ngajakin kamu.."timpal Haidar.
"Sudahlah hanya makan siang, aku akan mengajakmu ketempat makan kesukaanku."Ralat Haidar..Akhirnya dengan terpaksa Aneeta menurut.
Keduanya keluar bersama dengan Aneeta yang setia disisi Haidar.
.
.
Dalam angan-angan Aneeta, Pastilah Restoran megah nan Mewah yang akan menjadi tujuan bosnya itu, namun ternyata Aneeta salah. Sebuah angkringan yang ada dipinggir jalan menjadi tujuan Haidar saat ini. Mobil pun berhenti tepat disisi angkringan itu.
__ADS_1
Sekilas Aneeta merasa tak asing dengan tempat itu..namun Aneeta belum bisa mengingat dengan jelas."sepertinya aku pernah kemari, tapi kapan ya ??" batin Aneeta
"Kau kenapa ??" tegur Haidar membuyarkan lamunan Aneeta.
"Oh.. Tidak.. Em.. Tuan Yakin mau makan dipinggir jalan seperti ini ??"Aneeta memastikan
"Tentu saja. Ini makanan favorite saya sejak kecil."Balas Haidar dengan semangat.
"Sejak kecil ??" Aneeta kembali terheran.
"Iya.. Kau tanya sopirku, Setiap makan siang aku pasti kemari.."Balas Haidar lagi.
Aneeta mengangguk mengerti. Keduanya akhirnya turun dan Memang terlihat, Haidar begitu akrab dengan penjual Angkringan itu. Bahkan penjual itu sudah hafal apa yang biasa Haidar pesan.
Aneeta terus memperhatikan sekeliling daerah angkringan itu. Semakin lama semakin membuat Aneeta yakin jika ia pernah ada didaerah itu, Bahkan dulu juga pernah ia makan diangkringan itu. Tiba-tiba sekelebat bayangan samar terlintas dikepala Aneeta Hingga Aneeta merasakan sakit kepala yang begitu menghujam.
"Aahh..sstt.."Aneeta memegangu kepalanya.
"An.. Kau kenapa ??" Tanya Haidar dengan kawatir.
Aneeta menggeleng pelan. "Tidak pak.."
"Kau sakit ?? saya antar pulang ya ??" Tawar Haidar masih dengan wajah cemasnya.
Aneeta buru- buru menggeleng. "Tidak pak.. Hanya saja entah mengapa, saya mengingat sesuatu tapi.. Belum jelas. Saya merasa tidak asing dengan tempat ini, tapi tidak jelas. Malah kepala saya menjadi sakit.."
Haidar menatap Aneeta dengan serius. "Apa dulu dia mengalami kecelakaan ?? Sampai-sampai jika mengingat kepalanya jadi sakit ??" batin Haidar menerka.
__ADS_1
.
.