Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
Hak dan Privasiku


__ADS_3

.


.


.


Selesai menikmati makan siang, Haidar hendak langsung mengajak Aneeta bertemu klien agar nanti Aneeta tidak pulang terlalu sore.


"Kau yakin sudah lebih baik ??" Tanya Haidar memastikan seraya menoleh kesisi dimana Aneeta duduk.


"Iya tuan.. Saya sudah baik-baik saja. Anda tidak perlu kawatir."Balas Aneeta.


"Syukurlah. Tapi jika kau memang tidak enak badan katakan saja, kau bisa pulang dan tidak ikut denganku."Tutur Haidar.


"Lalu Tuan bagaimana ?? Saya kan bekerja menjadi sekretaris Tuan, malah tuan pergi sendiri."timpal Aneeta. Haidar terkekeh seketika.


"Ini kan karna tadi kau tiba-tiba sakit kepala An, Jika tidak sakit kau ya harus terus ikut denganku kemanapun."ucap Haidar. Aneeta pun Turut tersenyum lebar.


Mobil yang ditumpangi aneeta dan Haidar berhenti disebuah hotel megah nan mewah.


Tanpa ragu keduanya turun bersamaan, Dan Haidar langsung melenggang masuk diikuti Aneeta dibelakangnya.


Karna memang sudah terikat janji sejak kemarin, Aneeta dan Haidar sudah tau dimana titik pertemuan mereka.


Dan sungguh mengejutkan, saat baru masuk mata Aneeta langsung menangkap Akmal yang telah duduk didalam.


Akmal tak kalah terkrjut, Ternyata Aneeta bekerja dengan rekan bisnisnya. Tapi kenapa mesti Haidar ?? Orang yang tidak terlalu disukai oleh Akmal sebelumnya.

__ADS_1


Aneeta mengatur nafasnya berusaha senyum seramah mungkin. Ia kemudian menunduk hormat sebelum ikut duduk disisi Haidar.


Entah mengapa melihat Aneeta malah duduk disisi Haidar,membuat darah dalam diri Akmal mendidih, namun sebisa mungkin pria itu menahannya.


"Sekretaris baru ya tuan Haidar ??"Tanya salah satu Klien Haidar


"Iya.. Tapi dia sangat bisa diandalkan."Balas Haidar seraya menatap Aneeta.


"Baiklah.. Kita langsung saja mulai.."Akmal menyela.


Semua setuju. Aneeta pun segera berdiri memperkenalkan produk yang hendak diluncurkan oleh perusahaan Haidar.


Penjelasan Aneeta yang begitu mudah dipahami membuat beberapa klien mengangguk faham dan begitu puas.


Akmal malah terlihat tidak fokus pada penyampaian Aneeta, melainkan terus menatap lekat Aneeta dari duduknya.


Haidar bisa melihat tatapan Akmal itu. "Tuan Akmal bagaimana ??"tegur Haidar mengejutkan Akmal.


Akmal hampir terperajak namun ia segera sadar. "Iya. Ssaya setuju saja."


Semua membuka berkas masing-masing dan saling menandatangani satu sama lain.


.


.


Aneeta berpamitan ketoilet, selesai dari toilet Aneeta membasuh kedua tangannya.

__ADS_1


Sebuah suara mengejutkan Aneeta.


"Kenapa kau malah bekerja dengan dia ?? seharusnya kau kembali kekantorku saja,"ucap Akmal.


Aneeta seketika menoleh. "K..kakak sedang apa disini ?? Ini toilet wanita ??!!"


"Aku ingin bicara denganmu."Balas Akmal.


"Bicara apa ?? Jika tentang pekerjaan itu semua adalah keinginanku, aku memilih bekerja ditempat lain saja, dan aku rasa ini adalah hak dan privasiku. Kakak tidak boleh ikut campur."Balas Aneeta dengan berani. Kedua mata mereka saling beradu pandang. Sebisa mungkin Aneeta tak mengalihkan pandangannya agar Akmal faham apa yang ia katakan.


Merasa tak mendapat titik terang berbicara baik-baik, Akmal kemudian meninggalkan aneeta begitu saja. Sekarang aneeta sedikit bernafas lega, setidaknya tidak terjadi perdebatan sengit disana.


Setelah dirasa cukup tenang, Aneeta keluar dari toilet untuk menemui bosnya yang telah menunggu.


Namun ternyata Haidar juga mencari Aneeta yang baginya sedikit lama.


"Tuan. Mau kemana ??" Tegur Aneeta.


"Mencarimu. Syukurlah kau sudah kembali. Aku fikir kau masih canggung bertemu..-"


"Untuk apa canggung tuan. Dia kan kakakku."Balas Aneeta yang faham.


Haidar tersenyum tipis. "ya sudah, kita pulang saja. Sekalian aku antar, aku mau membeli kue Ibumu, mau mengunjungi panti lagi."


"baiklah.."Aneeta membalas dsenyuman Haidar dan keduanya beriringan keluar dari hotel itu.


.

__ADS_1


.


__ADS_2