Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
apa tuan cemburu


__ADS_3

.


.


Aneeta kembali keruangannya dengan membawa kotak makanan. Namun belum sempat ia masuk, Ia melihat Haidar juga sedang berjalan kearahnya menuju Ruangannya sendiri.


"Kakak, kau dari mana ??" tegur Aneeta buru-buru menghampiri.


"Oh.. Itu, em.. Aku bertemu teman. Kau dari mana ??" tanyw Haidar balik.


"dari ruanganmu, Katanya Gland kau keluar. Tumben tidak memberitauku ??" balas Aneeta.


"Hanya bertemu teman lama, Dan tidak etis jika aku mengajakmu jika dia saja juga sendiri."Timpal ahaidar.


Entah mengapa mendengar Haidar berkata demikian, Aneeta sedikit kecewa. Tapi aneh saja, buat aka dia kecewa


"Apa yang kau bawa ??" Haidar melihat sesuatu ditangan Aneeta.


"Oh... Ini, tadi aku pesan makanan. Aku berniat memberikannya pada kakak. Tapi mungkin..-"


Haidar segera merampas paper bag berisi kotak makanan. "wah.. Kebetulan, Aku sedang lapar sekali.."


"Kau sudah makan belum ??" Tanya Haidar penuh sumringah


Aneeta segera menggeleng.


"Ya sudah . Ayo makan bersama.."Ajak Haidar yang segera menarik lengan Aneeta masuk keruangan Aneeta yang berada tepat didepan ruangan Haidar.

__ADS_1


.


.


Sepanjang perjalanan kembali kekantor, Akmal merasa sangat gelisah sekali. Entah apa karna ucapan Haidar tadi, atau apa.


Coky, sang asisten yang sudah kembali dari cutinya sesekali melirik bosnya.


"Tuan.. Apa ada masalah ??" Tanya Coky.


"kak.. Menurutmu, Haidar tadi menyukai Aneeta tidak ?? Aku fikir yang dia katakan tadi bohong."Balas Akmal malah langsung bertanya pada Coky.


"Kemungkinan itu bisa saja terjadi tuan. Tapi saya juga tidak bisa memastikan."balas Coky.


Akmal memukul pelan kaca mobil, ia sangat kesal sekali.


"tentu saja tidak. Tapi aku merasa Pria itu tidak cocok dengan Aneeta.."Balas Akmal


Coky mengulas senyum. "Tuan.. Saya harap anda segera terbebas dalam belenggu perasaan yang salah ini.. Biarkan Nona Aneeta bahagia. Dan anda harus mencari kebahagiaan sendiri juga."


Alis Akmal seketika bertaut menjadi satu. "Kakak mengejekku ??"


"Tentu saja tidak tuan.. Saya hanya tidak mau anda salah jalan nanti. Setelah kejadian itu, anda sangat sembrono dalam mengambil tindakan apapun." tutur Coky.


"Aku tau kau lebih tua dariku kak. Tapi aku bisa marah kalau kakak terlalu ikut campur seperti ini."Balas Akmal dengan tatapan tajamnya.


"Maafkan saya tuan."Coky seketika kembali fokus pada jalanan lagi.

__ADS_1


Sementara Akmal memilih menatap keluar jendela dengan kekesalan didalam hatinya.


.


.


Sore hari, Haidar hendak mengantar Aneeta pulang. Namun Aneeta segera menolak, karna ia sudah ada janji dengan ketiga temannya. Semenjak lulus mereka sibuk dalam kesibukan masing-masing, dan hari itu mereka hendak menyempatkan untuk berkumpul.


"Yakin, tidak mau diantar ??" tanya Haidar saat tiba didepan kantor.


"Tentu saja. Maaf ya kak, Soalnya sudah terlanjur janji.."Balas Aneeta.


"Iya.. Tidak apa-apa.. Hati-hati ya, kau pesan taksi Online ??" Haidar melihat mobil taksi berhenti tepat didepan mereka. Dan Aneeta segera mengangguk.


Lambaian tangan Aneeta mengiringi melajunya mobil taksi yang ia tumpangi. Sementara Haidar segera menuju mobilnya juga untuk pulang.


.


.


"Sebenarnya siapa yang ditemui kak Haidar tadi ya ?? Biasanya dia selalu cerita apapun padaku, tapi tadi kenapa dia seperti menghindari pertanyaanku tadi ya ??" Gumam Aneeta mulai.menerka.


"Jangan-jangan pacarnya kak Haidar lagi ?? Tapi sejauh ini kak haidar jarang berkomunikasi selama bersamaku ??"Aneeta melanjutkan obrolannya sendiri.


"Aahh.. Kenapa aku sibuk memikirkan kak Haidar.. Ada apa denganku ???" Aneeta mengusap kasar wajahnya dan memejamkan keduanya matanya. Merasa aneh sekali dengan apa yang ada didalam hatinya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2