
.
.
.
Dengan dibantu Sopir taksi, Aneeta menurunkan kotak berisi Cup Cake yang disambut pengurus panti.
"Nona pasti yang membuat kue ya ?? Mari silahkan masuk.."Ajak Pengurus panti.
"Iya buk. Tapi sebentar ya, saya ambil kue utamanya dulu."balas Aneeta yang berlari kecil menuju mobil taksi dan tak lama ia segera mengeluarkan kue yang berukuran cukup besar dan dibawanya menuju panti.
Saking besarnya, Aneeta sampai tidak bisa melihat jalan depan Mengingat tubuh Aneeta yang mungil. Hingga hampir saja Aneeta tersandung sesuatu. Untung saja ada yang dengan cepat menangkap kue Aneeta.
"Aawwq !!!" Kejut Aneeta.
Jantung Aneeta rasanya mau copot. Jika sampai kuenya jatuh akan seperti apa nanti.
Namun ternyata Kue itu sudah ditangan seseorang.
Aneeta cukup terkejut saat sang pemilik ada disitu dengan tiba-tiba.
"Tu..tuan.."Aneeta
"Maaf ya, kau jadi kesulitan."Balas Haidar.
"Oh.. Tidak apa-apa..Saya saja yang terlalu kecil jadi sulit membawa kue sebesar itu.."Aneeta menggaruk kepalanya yang tidak gatal guna mengurangi rasa malunya.
__ADS_1
"Kalau begitu ayo masuk dulu. Sekalian tanpa terima kasih saya, karna kau sudah mengantarkannya kemari."Ajak Haidar.
"Sepertinya tidak usah tuan.."Balaa Aneeta
"Saya harap kamu mau, Karna ini ulang tahun anak-anak sepanti ini.."Tambah Haidar.
Aneeta ragu, namun ia juga tidak enak menolak ajakan Haidar. Hingga akhirnya Aneeta mengangguk.
Keduanya berjalan beriringan masuk kedalam rumah panti.
Terlihat sekali anak-anak sudah bersiap. Dekor sederhana juga telah disusun rapi disana. Membuat hati Aneeta begitu tersentuh.
"Jadi ini anak tuan Haidar semua.. Berjiwa mulia sekali dia ya.."batin Aneeta.
"Kakak..."Sapa Semua anak panti saat melihat Haidar.
"Hey.. Jangan peluk dulu ya.. Kakak letakkan Kuenya dulu.."Cegah Haidar. Nampak sekali semua menggangguk. Haidar pun meletakkan kotak kue besar itu, Aneeta segera membuka kotak itu.
"Wah.. Itu pasti lezat.."tambah satunya lagi.
"Ada gambarnya juga.."Yang lain ikutan bicara.
"tentu saja. Ini ulangtahun kita bersama. Jadi kuenya harus besar.."Balas Haidar dengan penuh senyuman.
"Anak-anak.. Bilang apa sama kak Haidrar ??" Bimbing pengasuh panti.
"Terima kasih kakak.."Semuanya nampak berusaha memeluk Haidar. Dan tanpa ragu, Haidar terlihat antusias memeluk anak-anak panti.
__ADS_1
Aneeta sampai mematung dibuatnya. Meski tersenyum, Aneeta merasa terharu sekali. Pria itu benar-benar berhati mulia.
"Terus kakak cantik ini siapa ??" Tanya seorang gadis kecil seraya menujuk Aneeta.
"dia yang membuat kue untuk kita. Ucapkan terima kasih sama kakak cantik."Tuntun Haidar lagi.
"Terima kasih kakak cantik.."Ucap mereka semua.
"ah...sama-sama anak-anak.."balas Aneeta merasa tidak enak.
Setelah selesai saling berpelukan. Semua nampak menyanyikan lagu ulangtahun. Senyum lebar dan tawa begitu terlihat jelas diwajah anak-anak panti itu. Bahkan saat Haidar kembali membagikan Cup cake, mereka terlihat begitu antusias.
Makan-makan kue bersama dengan sederhana seperti ini, begitu membuat Aneeta terenyuh hatinya. Bahkan anak-anak panti juga mengajak Aneeta tanpa ragu.
Puas menikmati kue, ada pria berbaju hitam yang Aneeta fikir adalah Anak buah Haidar membawa sekantong besar kado yang pastinya untuk anak-anak itu.
"Nah.. anak-anak.. Pada mau Kado tidak ??" Tanya Haidar.
"Mau..."Ucap mereka bersamaan.
"Kalau mau duduk yang rapi dan tenang ya.. Kakak bagikan. Semua pasti kebagian. Ok.."Haidar
"ok siap kak.."Ucap mereka semua.
Hari itu benar-benar sangat berkesan sekali untuk Aneeta. Melihat indahnya berbagi dan saling menyayangi satu sama lain, Aneeta cukup sadar diri, ternyata ia lebih beruntung dibandingkan anak-anak panti itu.
.
__ADS_1
.
.