
.
.
.
Aneeta turun dari mobil bersama dengan Haidar, Nampak sekali toko kue Ibu Niken masih terlihat ramai.
"Semakin ramai saja ya.."Ucap Haidar seraya mengikuti langkah Aneeta memasuki toko.
"Allhamdulillah sekali Tuan.. Setidaknya, Ibu tidak kebingungan mencari pekerjaan."Balas Aneeta.
"7Tapi memang kue buatan ibumu enak sekali.."Puji Haidar.
"Tuan terlalu berlebihan.."timpal Aneeta.
Baru mereka masuk, Chika langsung menyambut kedatangan Haidar.
"Selamat datang mas Ganteng.. Masya Allah, Tambah ganteng aja nih.."
Haidar tersenyum lebar begitu pun dengan Aneeta.
"Chika jangan genit-genit ah..malu-maluin." ucap Aneeta.
"Aku kan bicara serius mbak.. Eh, ini kok bisa barengan ya ?? Bagaimana ceritanya ??" Chika begitu ingin tau.
"Kau ini.. Tuan Haidar bosku dikantor. Jadi kau harus tetap sopan padanya."Terang Aneeta.
"Mbak Aneet, pegang kasir dulu, kami kerepotan ini."Panggil karyawan yang lain.
__ADS_1
"Iya..iya.. Silahkan Tuan, anda mau pesan kue apa ?? Chika ambilkan untuk tuan Haidar ya, aku kekasir dulu.."Aneeta langsung berlalu.
Sebenarnya Haidar sangat ingin ditemani memilih beberapa kue oleh Aneeta, namun sayangnya wanita itu sudah cukup jauh melenggang dan melayani pelanggan.
Chika membawa troli besar berisi pesanan kue Haidar menuju meja kasir.
"Wah.. Tuan, sepertinya akan mengadakan pesta ?? Kuennya lebih banyak dari biasanya."ucap Aneeta.
"Hanya perayaan kecil. Kemarin panti kedatangan anak baru, jadi lebih tepatnya penyambutan."Balas Haidar.
"benarkah ?? Boleh saya ikut ?? Sepertinya sangat menyenangkan."Timpal Aneeta dengan permintaan, Haidar cukup terkejut Aneeta meminta ikut.
"Tentu saja boleh.."Balas Haidar dengan cepat.
"terima kasih sekali tuan. Nanti saya akam bantu bawakan kuenya."Timpal Aneeta penuh bahagia.
"Lah kok Mbak aneet aja yang diajak, Chika nggak ??!" Protes Chika.
"Chika.. Kau kan harus bekerja. Nanti dimarahin ibu loh.."Balas Aneeta.
"Hhuh.. Mbak Aneet nggak baik banget.."Gerutu Chika. Hal itu menimbulkan kekehan dari Haidar dan Aneeta.
.
.
Setelah perjalanan sampai malam, Akhirnya Haidar dan Aneeta tiba dipanti asuhan dimana dulu Aneeta juga pernah mengantarkan kue ulangtahun kesana.
Anak-anak yang melihat mobil haidar seolah faham dan mengerti, Mereka langsung keluar menyambut dengan penuh canda.
__ADS_1
"kakak datang !!" ucap mereka bersamaan.
Haidar begitu perhatian memeluk mereka satu persatu. Bahkan yang paling kecil juga langsung digendong oleh Haidar, melihat pemandangan seperti itu, Aneeta merasa hati Bosnya adalah hati Malaikat yang begitu baik.
"Kakak.. Didalam ada anak baru. Dia nangis terus. Ibu Bilang kita harus menghiburnya, tapi sejak pagi kami menghiburnya dia tetap murung."Ucap salah seorang anak.yang lebih besar.
"Benarkah ?? Ya sudah, ayo masuk. Kakak bawa kue juga.. Kita adakan pesta kecil. Pesta penyambutan kedatangan Mereka ya.."Ajak Haidar.
Lamunan Aneeta dikejutkan dengan anak-anak perempuan yang menggandeng tangannya. "Ayo..kakak cantik.."Ajak Mereka.
"Oh.. Iya sayang.. Ayo.."Aneeta menuruti mereka memasuki panti asuhan itu.
Tiba didalam, Pengasuh panti pun menyambut kedatangan Haidar dan Aneeta.
"Syukurlah kau datang Haidar.." ucap ibu Lidia. pengasuh panti.
"Nona ini kan yang waktu itu..-"
"Iya buk. Dia Aneeta. Yang waktu itu mengantar kue kemari."Balas Haidar dengan jelas.
"Oh.. Iya.. Maaf Ibu sudah lumayan tua jadi pelupa."Ucap Ibu Lidia.
"Tidak apa-apa buk.. Aneet faham.."Balas Aneeta.
Keduanya terlibat obrolan hangat dengan ditemani secangkir teh.
.
.
__ADS_1