
.
.
Ibu Niken dibuat terperangah, bagaimana bisa pria itu ada disitu. Marimar pun segera berdiri dan menghampiri Fairuz yang mempercepat langkahnya.
"Hentikan Pa..Kenapa kau lakukan ini ??!! Kau mau membuat malu anakmu !!" Cegah Marimar.
Ibu Niken mendengar dengan jelas perkataan Mama Marimar. Sontak Ibu Niken menutup mulutnya tak percaya. Anak ?? Apa maksudnya ini ??
"Kau tidak tau apa-apa wanita mandul !!! Diam saja !!" sentak Fairuz.
"Papa !!!" Akmal.yang geram bukan main membentak sang papa.
Ibu Niken semakin dibuat tak bisa bernafas. " papa ?? Jadi akmal ?? Ohh.. Benarkah ini ??" batin Ibu Niken.
Aneeta yang memang tidak tau menahu apa-apa, hanya terdiam bingung sekaligus malu. Ia hanya menunduk saja dan meremas jemarinya.
"Jangan membentak papa Akmal !!! Kau harus tau sesuatu. Kau tidak bisa menikahi Gadis itu, Dia adikmu !! Dia kembaranmu !!! Dan wanita itu..."Fairuz menatap lekat kearah Ibu Niken yang sudah berlinang air mata.
"Niken itu adalah ibu kandungmu !!" Tambah Fairuz dengan sungguh-sungguh.
Seolah tersambar petir dipagi hari yang cerah, Akmal dan Aneeta seketika menatap kearah Fairuz dengan keterkejutan mereka. Mama Marimar pun demikian, Ia yang memang tidak tau siapa ibu kandung Akmal sama sekali tidak menyangka jika Ibu Nikenlah Ibu kandung Akmal.
__ADS_1
Aneeta memberanikan diri bersuara dengan gemetar. "Ma..maksud tuan apa ?? Apa.. Apa karna tuan tidak menyukai saya, makanya tuan bicara seperti itu ??"
Fairuz menatap lekat Aneeta. "Tidak Nak.. Ayah bicara serius. Aku Ayah kandungmu. Dan Akmal adalah kembaranmu, Kalian saudara kandung Nak, kalian tidak boleh menikah."
Kaki Aneeta seolah kehilangan tulangnya dengan tiba-tiba, Hingga Aneeta akhirnya tak sadarkan diri.
.
.
.
Ibu Niken duduk disisi Aneeta yang terbaring diranjang dengan menutup mata. Linangan air mata Ibu Niken sudah menjadi penanda jika yang dikatakan Fairuz adalah benar.
"Kenapa Papa baru katakan sekarang ??" Akmal membuka pertanyaan. Sorot matanya begitu menandakan jika ia sangat kecewa sekali.
"Papa baru tau kemarin saat Mamamu mengirim gambar kalian semua. Jika hanya gambar Aneeta, Papa mungkin tidak bisa mengenali dia, Tapi Ada gambar Niken...Niken itu ibu kandungmu. Itu yang membuatku yakin kau dan Aneeta adalah kembar, karna waktu itu Memang dokter mengatakan bayi kami kembar."terang Fairuz
Akmal memejamkan kedua matanya. Nyeri sekali ulu hatinya saat ini. Kebenaran pahit yang sama sekali tak terfikirkan olehnya. Seolah mimpi Akmal berusaha menyadarkan diri.
"Jadi..jadi.. Ibu Niken yang dulu menjadi kekasihmu ??"Marimar bertanya dengan suara begetar.
"Iya. Keluargamu yang menuntut kita untuk memiliki keturuannlah yang membuat aku Melakukannya, dan seharusnya kau sadar akan hal itu. Siapa yang bermasalah diantara kita."Balas Fairuz dengan jelas.
__ADS_1
Marimar menutupi wajahnya. Iya, marimar yang didiagnosa mandul membuat Fairuz dulu berusaha mendapatkan anak dari wanita lain.
"Akkkhhhh !!!!" teriak Akmal seraya memukul sofa beberapa kali. Ia ingin sekali marah, tapi dengan siapa ?? Takdir begitu kejam sekali mempermainkan dia.
.
.
Mata Aneeta perlahan terbuka. Dan wajah sang Ibu yang ia lihat. Meski masih dalam keadaan menangis, tapi Ibu Niken berusaha tersenyum.
"Kau sudah sadar nak ?? Kau perlu sesuatu ??" Tanya Ibu Niken dengan suara lembut.
Aneeta yang mengingat kejadian yang baru terjadi memejamkan mata kembali hingga linangan air mata meleleh seketika.
"Anakku sayang.. Jangan menangis Nak..Ibu mohon.."Ibu Niken berusaha mengusap air mata Aneeta
"Kenapa buk ?? Kenapa baru sekarang aku tau siapa aku dan siapa Ayahku ?? Kenapa Tuhan mempermainkan takdirku disaaat aku sudah menemukan pria yang tepat bagiku buk !!!??"Isak Aneeta dengan pilunya..
Ibu niken memeluk Aneeta dengan erat dan keduanya terisak bersama meratapi apa yang telah terjadi.
.
.
__ADS_1