Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
Sampai kau lupa tempat


__ADS_3

.


.


.


sinar mentari yang masuk melalui celah Ventilasi dirasakan Oleh Akmal. Hingga kesadaraannya perlahan pulih.


Saat ia hendak bangun, ia merasakan sesuatu ada diperutnya. Akmal membuka matanya lebar, ia cukup terkejut saat berada dikamar yang asing, ia mulai melihat dirinya yang tak mengenakan sehelai benangpun dan ada sebuah tangan yang mengalung diperutnya.


Seketika Akmal beranjak dan menepis tangan seseorang itu.


Seorang wanita yang tidak ia kenal sedang mengeliat dan hampir pulih kesadarannya.


"Kau siapa ???!!" sentak Akmal dengan segala ekpresi terkejutnya.


"Eem.. Baby, kenapa kau berisik sekali.."Ucap Wanita itu dengan tenang. Ia bahkan tak malu memperlihat kan tubuhnya yang tanpa busana dihadapan Akmal.


"Sialan !!! Katakan kau siapa ??!! Kenapa aku bisa disini ??!!!" bentak Akmal berapi-api.


Wanita itu mendegus kesal lalu membalas tatapan Akmal dengan berani. "Kau mau pura-pura agar tidak membayarku kan ?? dasar pria cuma mau enaknya. Semalam saja kau mengagahiku sampai pagi tadi loh, Sudah mainnya kasar, Pake acara lupa segala lagi !!! Menyebalkan !!!"


"Bulsit !! Kau mau menjebakku wanita murahan !!" Timpal Akmal dengan penuh kekesalan dan amarahnya.


"Aku hanya butuh uang. Beri aku uang. Semalam aku sudah memuaskanmu, sekarang bayar aku dan urusan kita selesai."Ucap wanita itu dengan berani, ia juga bangkit dan meraih pakaiannya, dihadapan Akmal yang masih kebingungan Wanita itu mengenakan semua pakian seksinya.


"Cepat, beri aku uang !!!??" Sentak wanita itu.


Akmal susah payah menelan ludahnya. Saat bayang-bayang kejadian semalam terlintas. Ia sama sekali tidak menyangka jika akan seperti ini.

__ADS_1


Akhirnya Akmal segera menyerahkan cek pada wanita itu agar wanita itu segera pergi.


.


.


Sepanjang jalan Akmal tak berhenti memijit pelipisnya. Setan apa yang merasuki dirinya semalam hingga ia harus melakukan hal menjijikan seperti itu dengan seorang wanita malam.


"Aaarrgggghhh !!! Bodoh !!!" umpat Akmal seraya memukul stir mobilnya.


.


.


Sementara Aneeta bersama Haidar tengah berjumpa dengan Klien pagi itu. Senyum sumringah nampak jelas diwajah pasangan yang baru saja meresmikan hunungan mereka karna Ternyata tendder mereka goal.


Selepas kepergian Klien, Aneeta terlihat berjingkrak ria dan memeluk Haidar.


"Kau senang ??" Balas Haidar.


"tentu saja. Mana ada orang yang tidak senang mendapatkan bonus."timpal Aneeta seraya membuka sedikit pelukannya.


"Sampai kau lupa tempat ya ??"ejek Haidar.


Sontak Aneeta melirik kiri dan kanan dimana para pelanggan Cafe memperhatikan dia. Wajah Aneeta seketika memerah hingga membuat Haidar terkekeh.


Pelan dan pelan Aneeta melepas dekapannya pada Haidar sembari menutupi wajahnya.


"Kenapa tadi tidak mengingatkanku."ucap Aneeta seraya melorot duduk.

__ADS_1


"bagaimana mengingatkannya, kau saja langsung seperti itu."Kembali Haidar menggoda Aneeta.


"Kakak..."


"Kapan panggilan itu kau rubah ?? masa memanggil pacar seperti itu ??" Protes Haidar.


" Hanya panggilan ya tidak apa-apalah.. Aku bingung harus mengganti dengan sebutan apa.."Balas Aneeta.


"Panggilan sayang dong.."Timpal Haidar dengan cepat.


"Ih..kakak.. Sudahlah ayo pergi, aku malu sekali dilihatin banyak orang seperti itu.."Aneeta menarik lengan Haidar untuk keluar dari cafe.


.


.


"Kita kembali dulu kekantor ya. Sorean baru kepanti.."ucap Haidar.


"Iya.. Aku juga harus profesional belerja."balas Aneeta.


Haidar mengusap pipi Aneeta dengan senyum bahagia.


"kenapa senyum-senyum begitu ?? apa ada yang aneh denganku ??" Tanya Aneeta.


"Tidak.. Aku hanya masih tidak percaya kau sudah menjadi pacarku.."Balas Haidar


Aneeta ikut tersenyum, ia pun juga masih tidak percaya bisa membuka hati kembali, semua mengalir sedemikian tanpa ia sadari.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2