Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
Tapi ini mendesak


__ADS_3

.


.


Aneeta kembali keruangan Haidar dengan secangkir teh hangat, berharap tuannya bisa segera sembuh.


Baru saja Aneeta membuka Pintu, Aneeta dikejutkan dengan Haidar yang terjatuh dilantai.


"Tuan.."Aneeta berlari kearah Haidar dan meletakkan cangkir tehnya dimeja dan langsung duduk menghampri Haidar yang tak sadarkan diri.


"Tuan sadarlah.. Tuan..tuan.."Aneeta panik sekali.


Lalu aneeta menekan telfon kantor guna mengabari keamanan.


tutt...


"cepat keruangan tuan Haidar. Dia pingsan."Ucap Aneeta dalam sambungan telfon.


Asisten Haidar tak lama masuk dan buru-buru mengangkat tubuh Haidar untuk dibaringkan diKursi sofa.


"Ada apa dengan tuan Nona ??" tanya Gland asisten Haidar.


"Aku juga tidak tau. Saat aku masuk dia sudah pingsan."balas.Aneeta.


"Tuan.. Sadarlah.. Tuan.." panggil Gland beberapa kali.


Aneeta dengan Paniknya menghubungi dokter, setelahnya Aneeta berlari mengambil minyak angin keruangannya dan kembali lagi.


"Asisten Gland, beri minyak angin dihidung dan perut tuan.."Aneeta menyodorkan minyak itu.

__ADS_1


"Tapi tuan tidak suka disentuh tubuhnya Nona."balas Gland.


"Tapi ini mendesak asisten Gland,"


Gland nampak bingung.


"Minggirlah.."Aneeta yang begitu kawatir mengeser duduk Gland dan segera membalurkan minyak angin dileher, perut dan juga hidung Haidar.


"Tuan.. Bangunlah..aku mohon.."gumam Aneeta masih dalam keadaan panik. Tak lama dokter datang dan memeriksa Haidar.


Perlahan Haidar mulai membuka matanya dengan memegangi kepalanya. Wajah pertama yang Haidar lihat adalah Aneeta yang sennatiasa disisinya, Semua terjadi begitu saja. Aneeta sendiri tak menyadari hal itu. Ia hanya begitu menghawatirkan atasannya.


"Syukurlah. Tuan sudah siuman."Ucap Aneeta.


"Tuan Haidar hanya perlu istirahat ya, dan sementara jangan begadang dulu. Nanti kalau sampai 3 hari tubuhnya masih lemah tolong kerumah sakit ya. Untuk pemeriksaan lebih lanjut."terang sang dokter.


"Terima kasih dok.."Balas Asisten Gland.


"Tuan butuh sesuatu ??" tanya aneeta


"Saya haus.."Balas Haidar lirih.


Aisisten Gland langsung mengambilkan tempat minum Haidar dan.menyodorkannya kepada Aneeta. Aneetapun dengan cepat menuangkan air itu untuk Haidar.


"Silahkan Tuan.."


Haidar meneguk habis air putih dalam gelas itu.


"Tuan. Sebaiknya anda pulang dan istirahat saja. Biar saya yang selesaikan semuanya. Dan Itu termasuk saran dari dokter tadi."Ucap Aneeta

__ADS_1


"Tapi pekerjaan saya masih banyak An.. Kau akan kuwalahan nanti."balas Haidar lirih seraya ia terus memejamkan kedua matanya sesekali.


"Tapi kesehatan tuan juga harus dijaga. Jangan sampai saat produk kita louncing tuan malah tidak sehat."Timpal Aneeta.


Haidar membuang perlahan nafasnya."Baiklah.. Maaf sudah membuatmu repot."


"Tidak masalah. inikan memang tugas saya."Balas Aneeta dengan mengulas senyum.


Gland cukup terkejut, biasanya haidar akan berdebat dulu dengan keras jika disuruh istirahat, kali ini dengan sekretaris barunya, Haidar langsung setuju begitu saja.


"Gland antar saya pulang dulu."pinta Haidar seraya berdiri.


"Baik tuan. Mari.."Gland segera membantu Haidar berdiri lalu mengekor dibelakang Haidar yang melangkah lebih dulu.


Aneeta hanya bisa menatap nanar bosnya. "dia benar-benar sedang sakit. Kasihan sekali.."Gumam Aneeta, yang memilih segera beranjak mengambil berkas diatas meja Haidar, namun saat Aneeta hendak pergi, Mata Aneeta menangkap sesuatu dilaci Meja Haidar yang sedikit terbuka.


Aneeta mendekat dan membuka laci itu. Seketika mata Aneeta membulat sempurna. "Sapu tanganku ??" gumamnya.


Aneeta ingat betul. Jika itu adalah sapu tangannya yang diberikan sang Ibu saat usianya masuk 7 tahun.


"kenapa sapu tanganku ini ada diruangan tuan Haidar ??"Aneeta bertanya pada dirinya sendiri.


Sekelebat bayangan tiba-tiba muncul hingga membuat kepala Aneeta juga sakit sekali.


"Aahh !!!"


Aneeta memegangi kepalanya saat kepingan demi kepingan masa lalunya tiba-tiba muncul begitu saja.


"Kakak.baik.."Aneeta begitu tak menyangka dengan semua yang ia ingat.

__ADS_1


.


.


__ADS_2