
.
.
Malam itu, Akmal dan Mama Marimar hendak mendatangi rumah Ibu Niken guna melamar Aneeta secara resmi. Beberapa persiapan sudah disusun. Mama marimar juga tengah bersiap Akmal pun juga sedang bersiap.
Setelah selesai entah kenapa Akmal ingin sekali menghubungi seseorang. Keraguannya terus membelenggu hingga dengan cepat ia meraih ponselnya dan mengentik nomer yang ingin sekali ia hubungi.
Tut...
Tutt..
Tutt..
"Halo. Ada apa Akmal ??" Suara barito berat terdengar
"Papa.."panggil Akmal.
"Iya. Apa perusahaan sedang ada masalah ?? Kau tidak biasanya menghubungi papa ??" Tanya Fairuz papanya Akmal.
"Papa benar tidak datang ?? Malam ini aku akan melamar wanita" Balas Akmal.
"Jadi yang dikatakan Marimar benar, Kau akan melamar wanita ?? Secepat itu ??" Tanggap Fairuz.
"Maksudnya ??".
"Akmal. Wanita hanya akan mengganggu pekerjaanmu. Kau juga masih muda, Kenapa terlalu terburu-buru ?? Apa karna kau telah menghamili dia ??" cerocos Fairuz. Inilah yangtidak diharapkan Akmal. Sang papa selalu berkata tidak baik padanya. Dan hanya bisnis dan uang yang ada difikiran papanya.
__ADS_1
Akmal memejamkan kedua matanya. "Maaf pa.. Aku tidak sebajingan papa..Aku hanya ingin serius dengan satu wanita saja. Dan tidak mau mempermainkan wanita seperti papa.."
"Jangan menceramahiku !! Lakukkan saja sesukamu."Timpal Fairuz.
"Aku hanya minta restu papa. Meski papa sangat menyebalkan, Kau tetaplah papaku."Balas Akmal.
"Iya..iya. Terserah kau, Aku juga sedang malas berdebat denganmu."
Tutttt...
panggilan langsung diakhiri oleh Fairuz. Akmal mengepalkan tangannya, ingin sekali ia marah pada pria yang dianggap papanya itu.
Marimar menatap sendu putranya, Dibalik senyum dan kebahagiaan Akmal ternyata tersimpan kesedihan seperti itu. Diabaikan oleh sang papa kandungnya dan dituntut untuk mengembangkan sebuah perusahaan.
"Sayang.. Kau sudah siap?" Marimar masuk perlahan seolah tidak melihat dan mendengar apapun.
"Oww anak mama sudah sebesar ini..dan mama tidak menyangka kau akan segera menjadi seorang suami.."Puji Marimar seraya memegangi pipi Akmal.
"Ma, aku baru melamar Aneeta.."Balas Akmal.
"Tetap saja. Ingat, apapun itu mama akan selalu mendukungmu sayang.."Ucap Marimar.
Akmal.memeluk Tubuh wanita yang masih begitu muda itu Dengan erat.
Tanpa sengaja Marimar menitikkan air mata. "Meski kau bukan putra kandungku, Kau tetap menjadi anak mama sampai.kapanpun Nak.."batin Marimar.
.
__ADS_1
.
.
Sambutan didapat Akmal dan Marimar saat tiba didepan rumah Ibu Niken.
Ibu Niken dengan ditemani Chika pelayan toko kuenya, Menyambut kedatangan Marimar dan Akmal.
"Maaf Ibu Niken membuatmu menunggu, Jalanan sangat macet sekali malam ini.."Ucap Marimar.
"Iya tidak apa-apa.. Mari silahkan masuk.."Ajak Ibu Niken. Marimar mengekor dan diikuti Akmal. Sementara Chika menurunkan beberapa buah tangan yang dibawa Mama Marimar.
Jamuan sederhana namun nampak disukai Mama Marimar Sudah disiapkan dimeja besar.
"Silahkan duduk Mama Akmal.. Dan kau juga Akmal.."Ibu Niken mempersilahkan.
"Caca.. Panggil Aneeta untuk turun."Ibu Niken menyuruh Caca yang memang ada disitu untuk memanggil Aneeta.
"Iya Buk.."Caca buru-buru menaiki tangga menuju kamar Aneeta.
"Ini pasti Ibu Niken yang memasak ya ?? Terlihat menggoda.."Ucap Mama Marimar.
"Iya. Silahkan dicoba Mama Akmal. Ini kue juga buatan saya."balas Ibu Niken.
"Wah.. Anda benar-benar berbakat sekali.. Saya akan coba.."Mama Marimar sangat antusias mencoba kue basah yang telah disiapkan. Sementara Akmal hanya terdiam dan menatap tangga menunggu Aneeta turun. meski sudah berhubungan lama, namun Akmal merasa deg-deg an juga, padahal malam itu ia hanya melamar Aneeta.
.
__ADS_1
.