Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
Perasaan


__ADS_3

.


.


.


Siang hari Akmal mendatangi Rumah Ibu Niken. Hari itu Akmal juga tidak kekantornya, entah akan menjadi apa kantornya nanti setelah Akmal menjadi salah arah seperti ini. Dengan mengenakan pakaian santai, Akmal memasuki toko kue Ibu Niken untuk bertemu sang Ibu.


"Eh.. Mas Akmal.. cari ibu ya ??" Tanya Chika.


"Iya. Mana ibu ??" Balas Akmal dengan singkat.


"Didalam lagi buat pesanan kue."Timpal Chika. Akmal sudah tidak berkata apapun lagi, ia segera masuk kedalam.


Chika juga tidak berani mengajak Akmal bercanda, karna memang sejak awal Akmal tidak ramah pada semua orang.


.


.


"Ibu.."panggil Akmal dari pintu dapur.


"Oh.. Kau Nak.. Tumben siang-siang kemari ?? Kau tidak bekerja ??" tanya Ibu Niken yang masih melanjutkan menghias kue.

__ADS_1


"Akmal sedang pengen istirahat buk.." balas Akmal.


Akmal masuk kedalam memperhatikan sang Ibu yang begitu telaten membuat hiasan diatas kue besar yang Akmal yakini adalah kue Ulangtahun.


"Kau pasti kecapekan ya ?? ya sudah, istirahatlah disini.."Balas Ibu Niken.


"Ibu memang tidak capek setiap hari buat kue terus ?? Macam-macam lagi kuenya."ucap Akmal


"Capek itu pasti.. Tapi Ibu tidak mau hanya diam saja, selagi ibu masih bisa bekerja, Ibu ingin terus berkarya, Mencintai pekerjaan adalah sifat ibu Nak.."Tutur Ibu Niken.


Akmal tersenyum kecut. Ibu Niken melihat Akmal yang wajahnya memang cukup pucat.


"Kau sakit ??" tanya Ibu Niken.


Akmal segera menggeleng.


Akmal patuh. Ia segera duduk diruang tengah. Tak lama Ibu Niken .keluar dengan secangkir teh ditangannya.


"Ayo diminum.."


Akmal segers menyeruput teh itu lalu kembali meletakkan diatas meja.


"Kau tidak kerumah sakit ?? bagaimana keadaan papamu sekarang ??" Tanya Ibu Niken.

__ADS_1


"Nanti saja Buk.. Oh ya, Ibu sudah menjenguk papa ya ?? Mama yang memberitauku.."


"Iya.."


"bagai mana perasaan ibu ??"tanya Akmal.


"Perasaan apa ??" Ibu Niken berpura-pura tak tau.


"Perasaan ibu terhadap papa ??! Bukannya dulu kalian adalah sepasang kekasih yang saling mencintai ?? Apa ibu tidak mau disisa usia Ibu, Ibu bisa bersama dengan papa.."terang Akmal.


Ibu Niken seketika tersenyum cukup lebar.


"Lalu ibu harus mengulang kesalahan yang sama begitu ??"


"Akmal.. Dengarkan Ibu. Secintanya Ibu dengan papamu, tetap salah kalau ibu terus berada disisi papamu. karna apa, karna ada orang yang halal yang ada disisi papamu. Iya, kami memang brrpacaran dulunya bahkan sebelum mama dan papamu menikah, namun ikatan suci mereka lebih dari sebuah hubungan pacaran. Akan sangat berdosa jika Ibu egois dan menghancurkan ikatan suci mereka."terang Ibu Niken


"Tapi jadinya Ibu yang berkorban. Ibu yang menanggung luka seorang diri..bahkan bertahun-tahun."Balas Akmal.


"Ibu menganggap semua itu adalah karma yang diberikan Tuhan kepada Ibu, karna ibu mengganggu suami orang dan ibu sampai hamil. Berat memang, Ibu menjalani kehidupan berat sekali bersama Aneeta. tapi ibu tidak pernah mengeluh atau menyalahkan papamu, Karna ibu sadar, Secintanya papamu dengan Ibu, dia tidak akan bisa Ibu Miliki karna papamu sudah terikat dengan wanita lain.." kembali Ibu Niken menjelaskan.


"Dan Ibu harap,,Kau jugs berhenti menginginkan adik kandungmu sendiri anakku..agar jangan sampai ada air mata dan permusuhan diantara kita.. Semoga Tuhan menyadarkanmu Nak.."Batin Ibu Niken yang menatap lekat manik mata Akmal.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2