Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
Aku faham posisimu


__ADS_3

.


.


Seperginya Haidar Chika terus menatap kepergian mobil Haidar dengan mata berbunga-bunga.


"Hey.. Ayo masuk.."ajak Aneeta mengejutkan Chika.


"Ih..Mbak Aneet ganggu kayalanku deh.." protes Chika.


"hayalan ?? Siang-siang begini kau mengahayal apa Chika.. Jangan kebanyakan menghayal."balas Aneeta.


"Mas ganteng tadi lo mbak, Udah ganteng, ramah,baik lagi. Ya.. Meski udah punya anak setidaknya aku menganggumi dia kan nggak apa-apa."tutur Chika.


Aneeta hanya menggelengkan kepalanya perlahan, Lalu dengan segera ia masuk kembali.


.


.


Dan kelulusan Aneeta pun akhirnya tiba juga. Dengan didampingi Ibu Niken dan juga Mama Marimar, Aneeta melakukan wisuda kelulusannya. Dengan Nilai terbaik.


"Selamat sayang.. Akhirnya cita-citamu terwujud juga.."Ibu Niken memeluk Aneeta dengan penuh haru. Tidak mudah menjadi seorang single moms dan harus membiayai sekolah Aneeta seorang diri, untung saja Aneeta anak yang supel, jadi disaat dia sudah SMA, Aneeta sudah bekerja paruh waktu diberbagai bidang tanpa rasa malu sdikitpun, Hingga saat masuk.kuliah, Aneeta juga pernah bekerja dikantor Akmal yang menjadi awal pertemuan dan hubungan mereka terjalin hingga sekarang.

__ADS_1


"Terima kasih buk.. Semua karna doa dan dukungan Ibu.. Aku sayang Ibu.."Aneeta malah jadi terharu dan menitikkan air mata. Dipelukan ibunya.


"Hey..jangan menangis.. Ini hari bahagiamu sayang,"Ibu Niken mengusap air mata Aneeta yang mengalir dikedua pipinya. Aneeta hanya mampu mengangguk saja tanpa berani berkata.


Mama Marimar turut memeluk Aneeta dengan erat. "Selamat sayang, Please baby jangan menangis ya..Mama ikut sedih.."


"terima kasih ma.. Sudah mau hadir menemani Aneeta.."Balas Aneeta.


Akmal sedikit terlambat datang karna memang pekerjannnya yang begitu banyak. Dengan langkah buru-buru Akmal segera memasuki kampus Aneeta, dan ternyata acaranya sudah usai.


Akmal berdecak kesal hingga ia mengumpat beberapa kali. Lalu saat melihat Aneeta yang tengah berpelukan dengan mamanya, Akmal buru-buru mendekat.


"Maaf ya, aku terlambat.."Ucap Akmal saat sudah dekat.


Pukkk !!


"Awwww !! Mama kenapa memukulku.."Protes Akmal.


"dasar calon suami tidak berguna. Bagaimana bisa kau melewatkan acara berharga seperti ini ??!! Bisnis saja yang kau fikirkan, Apa kau lupa, kau ini cucu pewaris istana tidak akan membuatmu miskin jika hanya tidak bekerja sehari saja.."Omel Marimar.


Ibu Niken dan aneeta malah tersenyum mendengar omelan Mama Marimar.


"Iya ma.. Maaf, Tapi rapatnya tidak bisa aku tinggalkan.."Balas Akmal akhirnya mengalah.

__ADS_1


"Cih.. Jika aku jadi Aneeta kau sudah aku hukum Akmal.."Gerutu Marimar.


"Sudahlah ma..jangan sepert itu, lagian Akmal.kan memang seorang pemimpin, tidak masalah.."Ucap Ibu Niken.


Akmal mendekati Aneeta dengan tatapan penuh cintanya. "Selamat sayang, kau akhirnya lulus juga.. Maaf ya, aku telat datang.."


"Tidak masalah, aku faham posisimu. Bahkan aku dulu juga pernah ada disebelahmu.."Canda Aneeta agar Akmal tidak merasa bersalah.


Akmal tersenyum dibuatnya. Hingga segera ia meraih Tubuh Aneeta dan mendekapnya.


Tak ada yang bisa mewakili rasa bahagianya saat ini. Mereka semua akhirnya memutuskan untuk merayakan kelulusan Aneeta dengan makan malam bersama. Mama Marimar mengajak Ibu Niken dan Aneeta ke salah satu cabang restorannya yang berisi makanan barat.


Banyak menu yang dihidangkan oleh pelayan dihadapan mereka berempat. Apalagi, Marimar adalah pemiliki Restoran itu.


"Sebelum makan, kita foto dulu ya.."Ajak Marimar.


"Boleh itu..nanti saya juga minta.."Tambah Ibu Niken.


Mama marimar mengangguk dan meminta pelayan memotret kebersamaan mereka.


.


.

__ADS_1


__ADS_2