Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
Istri barumu lagi ??


__ADS_3

.


.


Hari sudah berganti lagi, Sepulang Kuliah Aneeta segera menyelesaikan pesanan Haidar. Ternyata saat sampai ditoko Kuenya sudah siap diselesaikan Ibu Niken


"Wah.. Ini cantik sekali buk.."Puji Aneeta saat sang Ibu memasukkan kue itu kedalam pendingin.


"Tentu saja. kan kau yang mendesain pertama, Ibu hanya meneruskan saja."Balas Ibu Niken.


"Maaf ya Buk, Hari ini sedikit telat. Soalnya Mulai bentuk skripsi."Ucap Aneeta setelah selesai meneguk air putih segelas penuh.


"Tidak apa-apa. Makanya Ibu berinisiatif menyelesaikan pekerjaanmu.itu. Ibu tau kau pasti sangat lelah karna kuliah dan harus membantu Ibu."Tutur Ibu Niken.


"tentu saja tidak. Membuat Kue tidak sesulit dan semelelahkan itu kok.."Timpal Aneeta


"Iya..iya.. Jadi kuenya mau kau antar jam berapa ??" Tanya Ibu Niken.


Aneeta melirik jam dipergelangan tangannya. "Orangnya minta pukul 3 buk. Tapi nanti Anet, berangkat jam setengah 3 an, soalnya alamatnya rada jauh."


Tak lama masuk Chika dengan kertas ditangannya. "Mbak An, Ini orang yang pesen kue ultah itu mau nambah kue keringnya."Chika menyodorkan kertas pada Aneeta. Aneeta segera menerimanya.


"Ya ampun.. Banyak sekali ??"Aneeta sangatlah terkejut.


"Memang cup cakenya masih ada ya sekitar 100 cup ??" aneeta beralih pada Chika.


"Diluar tinggal 50 mbak.."Balas Chika.

__ADS_1


"Untung tadi ibu buat. Itu ada lagi Ibu buat cukup banyak tadi."Imbuh Ibu Niken.


"Huh.. Syukurlah, Kalau begitu aku harus pesan taksi. Ini cukup banyak."Ucap Aneeta yang buru-buru mengambil.ponselnya.


Selesai memesan taksi, Aneeta langsung mengemas Cup Cake didalam tempatnya. Dan yang terakhir Kue ulangtahunnya. Ternyata hanya menyiapkan semuanya seperti itu sudah membuat waktu Aneeta berkurang.


"Ibu.. Anet, berangkat ya.."Pamit Aneeta sesaat setelah diberitau Chika jika Taksinya sudah datang.


"Iya.. Hati-hati nak.." balas Ibu Niken dari dapur.


Chika membantu Aneeta mengeluarkan semua kue sementara Aneeta membawa kue Ulangtahun yang cukup besar itu.


"Ke alamat ini pak.."Aneeta menyodorkan kertas pada Sopir taksi.


"Baik Nona.."balas sopir itu. Dan.kemudian mobil melaju setelah semua pesanan sudah ada didalam mobil.


.


.


Meski Akmal tidak tau apa, Akmal tetap menurut kembali.


Tiba dirumah Akmal cukup terkejut saat Mobil sang papa.keluar dari garasi mobil mereka. "Apa Papa Pulang ??" gumam Akmal. Seraya memasuki rumah. Langkahnya yang lebar membuat Akmal segera sampai.


Tiba didalam benar saja, Akmal melihat papanya datang dengan membawa seorang wanita yang masih terlihat muda namun nampak sekali seksi, karna pakaiannya yang begitu minim.


"Akmal.."sapa marimar.Semua mata tertuju pada Akmal yang baru tiba.

__ADS_1


"Akhirnya kau pulang. Duduklah. papa harus bicara."Perintah Fairuz dengan tanpa basa basi.


Akmal tak menjawab. Ia langsung duduk disisi Marimar.


Sementara wanita yang duduk disisi Fairuz menatap lekat Akmal dengan senyum.genitnya.


"uncle.. This your cild.. ??" tanya wanita itu pada Fairuz.


"Yess baby.. Namanya Akmal."balas Fairuz dengan senyum manisnya.


"Sebenarnya ada apa kau kembali tiba-tiba dan membawa wanita ini ?? Dia istri barumu lagi ??" Marimar yang tak suka sikap suaminya segera bertanya.


"diamlah kau wanita mandul !! Aku sedang bicara dengan anakku !!" sentak Fairuz.


"Papa juga harus mengecilkan suara jika bicara dengan mamaku !!" Akmal membalas dengan suara tegas pula.


"Cih.. Bahkan kau tau Dia bukan mama kandungmu kan ??" Timpal Fairuz dengan suara mengejek.


"Papa ?!!"Marimar sangat kesal sekali.


"Apa ?? Akmal sudah dewasa. Dia harus tau jika mama yang selalu ia sanjung ini bukan mama tirinya. Agar dia tidak menyalahkan aku yang bermain wanita."Cerocos Fairuz


"Papa !!!!" Sentak Akmal dengan suara meninggi


Marimar memejamkan kedua matanya. Ia menekan rasa sesak didalam dadanya. Ini lah suaminya, mengapa Akmal sangat tak suka dengan papanya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2