Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
Dirumah sakit


__ADS_3

Ep 59


.


.


.


Aneeta membeli beberapa buah tangan untuk anak-anak panti, haidar menemani dengan sabar. Kadang keduanys terlibat candaan hingga menimbulkan tawa dari masing-masing.


Setelah dirasa cukup, Mereka berdua melanjutkan perjalanan.


"Seharusnya beli kue saja ditoko Ibumu.."ucap Haidar.


"Anak-anak bisa bosan jika terus kue saja yang kau bawa.."balas Aneeta.


Haidar tersenyum seketika. Ia sangat bersyukur sekali, impiannya telah menjadi nyata, bisa dekat dengan wanita yang sejak dulu amat ia impikan. Meski hanya sebatas dekat saja, setidaknya sudah menenangkan hati Haidar.


.


.


"Kakak cantik datang.."Anak-anak panti yang melihat Aneeta berlari mendekat.


"Hay apa kabar semua " sapa Aneeta yang juga penuh bahagia.


"Baik kak.."balas mereka.


Haidar yang baru keluar dari mobil hanya bisa geleng-geleng kepala. "Sekarang lupa ya sama kakak.."Ucap Haidar.

__ADS_1


"tentu saja tidak.."Balas mereka.yang langsung beralih keHaidar dan memeluk pria itu satu persatu.


"Kakak.. Imelda sakit, kata Ibu parah. Sekarang dirumah sakit."Lapor salah seorang anak.


"Dirumah sakit ?? Jadi Imel.tidak dirumah sama Ibu ??" Balas Haidar memastikan.


Anak itu mengangguk pasti.


"Jadi benar penyakitnya serius ??" timpal Aneeta seraya menatap Haidar


Haidar begitu terlihat kawatir sekali.


"Kakak tolong sembuhin Imel ya, soalnya dia bilang mau lulusin sekolah dulu."Ucap salah seorang anak.


"Kakak akan kerumah sakit.. Kalian bantu kakak cantik menurunkan beberapa makanan ya.."Perintah Haidar. Semua mengangguk. Haidar membuka bagasi mobilnya dan anak-anak segera membantu.


setelah selesai membagikan, Aneeta dan Haidar segera berpamitan pada anak-anak.


"Terima kasih kakak cantik.."balas mereka.


"Yang besar harus jagain adik yang kecil ya.. Jangan berantem, kasihan Ibu, sedang menunggu imel. Kalian juga harus doakan supaya Imel.bisa cepat sembuh dan kembali bersama.kita.."Nasehat Haidar.


"Iya kak.."balas mereka bersamaan.


Aneeta mengembangkan senyumnya. Entah bagaimana caranya, Haidar bisa memikat hati anak-anak panti hingga mereka sangatlah menurut dengan perintahnya.


Semua segera masuk dan menutupi pintu, Haidar pun bergegas masuk kedalam mobil.


"An.. Kau mau disini ??" Tegur Haidar saat Aneeta masih mematung menatap panti.

__ADS_1


"oh.. Em... Aku.ingin ikut, tapi anak-anak benar aman ditinggal ?? Kan tidak ada pengasuh lain ??" Aneeta mengutarakan kegundahan hatinya.


Haidar hendak menjelaskan. Namun tiba-tiba beberapa mobil nampak datang kesana. Aneeta pun dibuat terkejut.


Sudut bibir Haidar terangkat seketika. Apalagi saat melihat semua anak buahnya keluar dari mobil.


"tenanglah. Sudah ada mereka.."Ucap haidar seraya menatap kearah anak buahnya.


"Mereka siapa kak ??" Tanya Aneeta masih terkejut.


"Orang suruhanku. Mereka akan menjaga panti ini selama tidak adanya Ibu.."balas Haidar.


Aneeta seolah tak percaya. Sebenarnya siapa Haidar ini kenapa memiliki banyak anak buah. Dari pakaiannya saja sudah serba hitam, membuat Aneeta sangat takut.


"Tapi.. Kau yakin.. Anak-anak akan nyaman dengan mereka ??" tanya Aneeta memastikan.


Haidar pun mengulas senyum lebarnya. "Mereka sudah mengenal anak buahku ini Aneeta.. Mereka tidak akan takut."


Aneeta mengangguk pelan dengan mimik wajah lucunya.


"Sudah ayo segera masuk, kita bisa kesorean nanti.."Ajak Haidar.


"Ah..iya.."Aneeta pun buru-buru masuk kedalam mobil. Nampak semua anak buah Haidar menunduk saat mobil Haidar hendka meninggalkan panti.


Aneeta ingin sekali menanyakan semua hal tentang Haidar yang sekarang. Sebab seingat Aneeta, Haidar yang dulu hanya seorang anak yatim piatu yang hanya tinggal disebuah panti asuhan, kenapa sekarang bisa menjadi orang berada seperti ini ?? Namun Aneeta mengurungkan kembali niatnya, karna ada hal yang jauh lebih penting dari pada semua itu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2