
.
.
.
Akmal membuka pesan masuk dari Aneeta, Ia tersenyum senang karna akhirnya Aneeta sudah diperbolehkan untuk pulang. Namun Akmal sedikit sedih, Karna tidak bisa menjemput kekasihnya itu.
Sebelum masuk keruang rapat, Akmal menghubungi Aneeta terlebih dahulu.
Tut...tut..tutt...
"Halo sayang.."Sapa Akmal saat panggilan sudah terhubung.
"Iya.. Ada apa ??" tanya Aneeta seraya masuk kedalam mobil Caca.
"Maaf ya aku tidak bisa menjemputmu. Aku ada mitting pagi ini."Ucap Akmal.
"Iya.. Aku tau.. Makanya aku sengaja hanya mengirim pesan saja. Lagian ini Caca sama yang lain sudah menjemputku kok.. Ini aku juga sudah keluar dari halaman rumah sakit."Balas Aneeta.
"Baiklah.. Hati-hati ya, jam makan siang aku akan kerumahmu."Celetuk Akmal.
"Aku tunggu. Bye sayang ."Aneeta mengakhiri panggilannya.
"Cieee.. Mesra amat.."Goda Mely.
Aneeta membalas dengan senyum lebarnya.
"Kalian itu pasangan idolaku tau nggak an, Kau dan pak Akmal itu sangat serasi sekali. Mirip lagi wajahnya."Tutur Caca.
__ADS_1
"Itulah namanya jodoh Ca.. Kau kalau mau cari pendamping hidup ya harus seperti itu. Cari yang mirip."Tambah Mely.
"Memang itu beneran ya ??" Zia menanggapi.
"Zia.. Kau jangan dengarkan mereka berdua.."Timpal Aneeta.
"Tapi aku juga sering putus dengan Cowokku An, Aku fikir ada benarnya juga ucapan mereka.."Balas Zia.
"Makanya Zia.. Kalau kenal cowok itu harus yang mirip denganmu."Imbuh Mely.
"kalian ini kenapa sih malah membicarakan hal seperti itu. Untuk aku dan Akmal itu mungkin hanya kebetulan saja. Jadi jangan buat patokan kalian mencari jodoh."nasehat Aneeta.
"Oh ya An, Kau bilang tadi mau risaign. Kenapa ??" Caca mengalihkan ttopikk.
"Mau bantuin Ibu dirumah sajalah Ca, kasihan Ibu, kadang pesenan kuenya sampai numpuk banget."Balas Aneeta.
"Kemarin sudah aku bicarakan. Dan dia selalu setuju.."Timpal Aneeta.
"Apa didunia ini masih ada pria seperti Pak Akmal sih ??!! Aku sangat mengharapkannya.."Mely berharap.
"berdoalah.. Semoga Tuhan menjawab doamu.."Canda Caca hingga menimbulkan gelak tawa didalam mobil itu.
.
.
Meski sudah dirumah Namun aneeta dilarang Ibu Niken membantu dulu. Aneeta hanya diperbolehkan duduk saja. Hal itu begitu membuat Aneeta sangat kesal.
Tak lama datang Akmal dengan paper bag ditangannya. Senyum Aneeta seketika terbit.
__ADS_1
"Akmal.."
"Hay sayang.. Kau tidak istirahat ??" Tanya Akmal.
"Kau sama saja dengan ibu.. Menyuruhku istirahat terus.."Protes Aneeta.
Akmal hanya tersenyum lebar seraya mengedar mencari keberadaan sang Ibu."Ibu mana ??"
"Sedang buat pesanan kue, Ibu juga melarangku membantu.."Aneeta ngedumel.
"Kau memang belum sembut total.. Harus istirahat dulu.. Jangan cemberut gitu dong, Aku bawakan pizza kesukaanmu.."Akmal menyodorkan paperbag pada Aneeta.
"Terima kasih sayang.."Aneeta begitu antusias menerimanya. Usapan lembut dikepala Aneeta diberikan Akmal yang sangat menyayangi dan mencintai wanita itu.
"Aneet.. Makan dulu ya.."Ibu niken keluar dari dapurnya. "Eh, ada Nak Akmal.. Dari tadi ??"
Akmal menghampiri Ibu Niken, tak lupa ia mencium tangan Ibu Niken. "Baru saja buk."
"Kebetulan, kita makan sama-sama saja yuk.."Ajak Ibu Niken
"Boleh itu buk.. Ayo..Masakan ibu enak loh.."Tambah Aneeta yang segera berdiri.
"Benarkah ?? Kebetulan sekali aku juga lapar.."Balas Akmal dengan senangnya.
"Iya. Ayok masuk.."Ibu Niken masuk terlebih dahulu lalu diikuti Aneeta dan Akmal yang saling bergandengan.
.
.
__ADS_1