
.
.
.
"Aku tau aku salah Marimar.. Aku tau aku sudah banyak berdosa terhadapmu.. Tapi aku hanya mau disisa usiaku ini, Aku bisa bersama dengan Niken juga.. maafkan aku, tapi Niken adalah cinta pertamaku Marimar.. Dia yang menempati hatiku puluhan tahun lalu sampai detik ini, Dia rela melahirkan anak untukku tanpa sebuah ikatan pernikahan karna cintanya ...."Tutur Fairuz suaranya terdengar bergetar hebat.
Marimar memejamkan kedua matanya.
"Ikutlah denganku kembali keIndonesia. Aku akan membantumu bertemu dengan dia."
"Tapi aku tidak mau merepotkanmu.. " timpal Fairuz.
"Setidaknya aku ingin menjalani peranku sebagai seorang istri yang bisa kau akui. " balas Marimar Yang kemudian memilih keluar. Jujur, sesak sekali rasanya mendengar pernyataan Suaminya yang demikian, namun Marimar tak menampik jika memang dia dan Fairuz dulu hanya dijodohkan.
.
.
.
"An.. Kita anter aja ya lagian Mely juga sudah dijemput calonnya.."Ajak Caca
"Boleh.. "balas Aneeta dengan senang hati.
Didalam mobil Caca memulai cerita lagi. "Eh an.. Aku lupa memberitaumu. Beberapa hari yang lalu, kau menginap dimana ?? Soalnya Kembaranmu menghubungiku dan menanyakan apa kau menginap dirumahku ??"
"Akmal menghubungimu ??" Aneeta memastikan lagi.
__ADS_1
Caca mengangguk dengan pasti.
Aneeta terdiam sesaat. "jadi dia benar-benar menyelidikiku.. Astaga pria itu.." batin Aneeta dengan kesal.
"An.."panggil Caca.
"em.. Iya.." Aneeta segera sadar.
"Malah nglamun ..." protes Caca.
"sorry..sorry. Aku hanya masih tidak percaya ternyata benar dugaanku."balas Aneeta dengan wajah serius.
"Jadi kau menginap dimana malam itu ?? Kau kan jarang sekali seperti itu ??" Caca memperjelas.
"Iya An. Aku juga ditelfon loh.."Tambah Zia.
"Bukan tidak nyaman, kami hanya kawatir kau kenapa-kenapa.."Sanggah Caca.
"Malam itu aku menemui laki-laki yang ada dalam bayangan buramku, Aku mau memastikan semuanya pas malam itu, dan dia sedang sakit, makanya aku menemani dia.. "Terang Aneeta.
"Memang siapa sih laki-laki yang kau maksud itu ?? Kami kok jadi penasaran."Tanya Zia dengan cepat.
"Dia Atasanku dikantor. Namanya Kak Haidar.."balas Aneeta.
"Kenapa bisa kebetulan begitu ??" Caca begitu heran.
"Sejak Dia melihatku waktu aku menjadi sekretaris Akmal, dia sudah mengenaliku, karna waktu kita kecil dulu, aku sudah memperkenalkan namaku. Sejak saat itu Kaka Haidar memang sengaja agar bisa dekat denganku, dan sampai akhirnya aku melamar pekerjaan dikantor dia. Melihat fotoku, dia langsung setuju. Karna itu memang keinginan dia sejak lama." terang Aneeta bercerita.
"Ya ampun.. Seperti cerita Novel saja ya.. Untung kau tidak jadi menikah dengan Pak Akmal.."Balas Zia.
__ADS_1
Aneeta membuang nafasnya seketika. "entahlah.. Mungkin Tuhan tau perjuangan dia"
Saking seriusnya berbincang, Aneeta tak sadar jika mereka sudah sampai dirumah.
"Kok berhenti Ca ??" tanya Aneeta
"Kita sudah sampai An.."balas Caca.
Saat hendak turun Aneeta bisa melihat mobil Akmal sudah terparkir disana.
kembali ia mendesah dengan kasarnya.
"Itu mobil siapa An ??" Zia yang sadar segera bertanya.
"Siapa lagi. Kembaranku lah.."balas Aneeta dengan ketus.
"Jangan seperti itu dong An.. Wajar dia kemari, kan ini rumah Ibunya juga.."Nasehat Caca.
"Aku tau bukan itu niat nya ada disini.lihatlah dia mengintip dari jendela.."timpal Aneeta yang segera turun. Caca dan Zia memperhatikan seksama dimana Aneeta menunjuk.
Caca segera membuka kaca mobilnya. "Kau harus kuat.. Buktikan semuanya, kau harus biasa jika dekat dengan dia..Supaya dia sadar kalau status kalian itu adalah kakak adik."nasehat Caca
"Thanks ya.. Akan aku coba.."Balas Aneeta seraya melambaikan tangan mengiringi kepergian mobil Caca.
.
.
.
__ADS_1