Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
Jadi benar kau


__ADS_3

.


.


Setelah kepulangan Marimar dan Akmal Aneeta memeluk sang Ibu dengan erat. "Ibu.. Bagaimana ibu bisa sekuat itu ?? Melepaskan anak laki-laki ibu.."


"Karna mamanya adalah Nyonya Marimar sayang..Lihatlah, Akmal terdidik menjadi pria pintar, berbakat, dan sangat memiliki kesopanan yang tinggi. Ibu sangat yakin, Akmal akan lebih tenang jika disana."Tutur Ibu Niken.


"Huh.."Aneeta membuang nafasnya dengan kasar. "Semoga setelah ini semua akan berakhir.."


Ibu Niken mengangguk dengan senyumannya. "Aku hanya memikirkanmu Nak..Jika aku meminta Akmal tinggal disini, Tentu saja kau tidak akan bisa. Meski kau berusaha menyimpan kesedihan itu, Tapi Ibu sangat yakin jika kau masih memiliki kesedihan itu. tidak mudah bagi seorang wanita melihat pria yang seharusnya menjadi suaminya malah menjadi kakaknya."Batin Ibu Niken.


.


.


Dua bulan berlalu. Toko kue Ibu Niken sudah memiliki beberapa karyawan. Hingga Aneeta memilih mencari pekerjaan dikantor saja sesuai skill kemampuannya.


Saran Mama Marimar agar Aneeta bekerja bersama Akmal ditolak secara halus oleh Aneeta. Meski sekarang mulai terbiasa memanggil Akmal kakak, namun untuk selalu bersama Tidak bisa Aneeta lakukan.


Hari itu Aneeta dipanggil oleh sebuah perusahaan yang telah ia masuki berkas lowongan pekerjaannya.


Dengan menaiki taksi Aneeta tiba disebuah gedung besar nan megah itu. Awalnya Aneeta nampak tak yakin, Namun ia berusaha optimis.


Aneeta memasuki gedung itu dengan senyum keramahaannya.


tiba didalam Aneeta sudah dissmbut resepsionis dengan ramah pula.

__ADS_1


"Selamat pagi Nona..ada yang bisa saya bantu ??"


"Saya aneeta, saya dapat panggilan jika lamaran saya diterima."Balas Aneeta.


"Owww.. Iya.. Mari saya antar menemui CEO kami.."Resepsionis itu membukakan jalan diikuti Aneeta.


Lantai teratas yang ditekan oleh Resepsionis itu.


"Nona sudah pernah bekerja sebelumnya ??" Tanya Rrsepsionis itu basa basi sembari menunggu Tiba.


"Sudah. Hampir 2 tahun saya bekerja sebagai Sekretaris."balas Aneeta


"Wah.. pantas dari sekian banyak pelamar, Tuan langsung memilih anda."Timpal resepsionis itu.


Aneeta hanya mengembangkan senyumnya saja.


"Nama saya Aneeta."balas Aneeta.


"Semoga kau betah jadi sekretarisnya Tuan, Setidaknya kau harus banyak-banyak sabar, karna tuan kita itu sedikit irit bicara. Tapi sebenarnya dia baik."celoteh Yuanita.


"Akan aku coba.. Terima kasih atas pemberitauannya."keduanya saling lempar senyum bersamaan dengan pintu yang terbuka.


Yuanita mengetukkan pintu untuk Aneeta. "Kalau begitu aku permisi dulu.. Semangat.."


Aneeta pun mengangkat tangannya memberi semangat juga.


Tak lama pintu terbuka. Aneeta pun segera masuk kedalam.

__ADS_1


"Selamat pagi tuan. Saya Aneeta yang datang untuk undangan interview."Aneeta menunduk memperkenalkan diri.


"Jadi benar kau kemarin yang mengirim lamaran ??" suara tak asing didengar Aneeta.


Aneeta segera mengangkat wajahnya dan betapa ia terkejut, ternyata CEO perusahaan yang ia datangi adalah Haidar, pelanggan setia ditoko kue sang Ibu.


"Tuan Haidar.."


Haidar tersenyum.lebar lalu berdiri dari duduknya.."duduklah,"Haidar mempersilahkan.


"Terima kasih.."Aneeta mengekor dibelakang Haidar untuk duduk.


"Aku fikir hanya namamu saja yang mirip. Ternyata kau orang yang sama. Selamat ya, kau terpilih menjadi sekretarisku."Tutur Haidar


"Terima kasih atas kesempatannya tuan. Saya juga tidak menyangka jika atasan saya adalah anda. Setidaknya saya tidak terlalu canggung karna sedikit mengenal anda."Balas Aneeta dengan sopan.


Haidar mengangguk pasti. "Iya. Dan saya juga lega. Awalnya saya takut merekrut sekretaris lagi, takut jika dapat yang genit. Saya sangat tidak suka.


"Biasanya jika diNovel-novel para pengusaha malah menyukai yang genit tuan."Timpal Aneeta.


Haidar pun terkekeh. "Dan sayangnya ini dunia nyata. Itu tidak akan mungkin."


Aneeta tersenyum lebar. Hingga Haidar begitu menganggumi senyuman wanita yang memang telah membuat hatinya luluh.


.


.

__ADS_1


__ADS_2