Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
Mau apa kau kemari


__ADS_3

.


.


.


Meski tanpa pendamping, Haidar nampak tenang dan begitu santai. Sesekali mereka membicarakan bisnis mereka. Aneeta tanpa sadar malah lebih fokus menatap Haidar sejak tadi.


"Tuan Haidar. Bagaimana jika saya kenalkan dengan kenalan wanita saya ?? Dia lumayan cantik dan berkelas. Sangat cocok untuk anda."Tanggap Lee.


"Maaf sebelumnya. Saya masih menunggu seseorang."Haikal malah menatap Aneeta. Sontak Aneeta tersentak dan buru-buru menatap kearah lain.


"Wah.. Anda pria setia ternyata ya.."Balas Lee.


"kira-kira seperti itu."Timpal Haidar tanpa mengurangi senyum lebarnya.


Makan malam terus dilanjutkan dengan terus mengobrolkan bisnis, Aneeta hanya diam saja takut jika ia ikut bicara malah jadi kesalahan.


.


.

__ADS_1


Dirumah Ibu Niken hendak menutup toko Kuenya, Chika juga sudah berpamitan pulang karna memang malam bertambah larut.


Namun entah siapa yang datang dan langsung masuk kedalam Toko Ibu Niken karna lonceng pintu berbunyi.


"Mohon maaf, kami sudah tutup.."Ucap Ibu Niken seraya melihat kearah pintu masuk. Seketika senyum Ibu Niken luntur, bahkan lap yang ia pegang terjatuh begitu saja.


"Apa kabar Niken. ??" Suara berat dari pria yang sangat ingin Ibu Niken lupakan terdengar.


Lidah Ibu Niken rasanya kelu seketika. Pria itu ?? Dari mana ia mendapatkan alamatnya ?? Batin ibu Niken.


Fairuz melangkah masuk dengan tenang dan meneliti toko kue Ibu Niken. Senyum lebarnya tampak jelas dilihat oleh Ibu Niken


"Tokomu besar juga. Apa suami barumu yang memberi modal ??" tanya Fairuz saat sudah didepan mata Niken.


"Tentu saja menemuimu dan.. Anak kita.."Balas Fairuz.


"Anak ?? Kita ?? hah...Rasanya itu tidak mungkin. Bukannya kau katakan saat akan pergi jika aku harus menganggapmu tidak ada dan aku juga harus sadar diri siapa posisiku untukmu ??" mata Ibu Niken sudah penuh dengan air. Namun terus saja ia tahan.


"Iya.. Karna aku tidak bisa berpisah dari istri sah ku. Tapi kau tetap cinta dalam hatiku Niken ."Fairuz hendak meraih tangan Ibu Niken. Namun secepatnya Ibu niken menepisnya.


"Jangan sentuh aku !!! Pergi dari sini. Setelah bertahun-tahun kau melupakan aku dan anakku, untuk apa sekarang kau datang lagi dikehidupanku ?!!!"

__ADS_1


"Belenggu istriku yang membuat aku tidak bisa menemuimu Niken..mana anak kita ??? Dia perempuan atau laki-laki ??"Fairuz hendak menerobos masuk namun dengan cepat Lagi, Ibu Niken menahan Fairuz.


"Jangan panggil dia anakmu !!!"Bentak Ibu Niken


"dia anakku !!!"Tambah Ibu Niken dengan tegas.


"Tapi aku berhak bertemu dengan dia. Aku Ayah biologisnya Niken..Kau harus terima itu !!!" timpal Fairuz tak mau mengalah.


"Dari mana kau tau jika kau Ayah biologis putriku hah ??!!! Bahkan dulu kau ragu kan jika anakku bukan dari benihmu ?!!! Pria bajingan !!! Pergi dari sini dan jangan kembali ?!!!" ronta Ibu Niken seraya terus mendorong tubuh Fairuz.


hingga sampai dipintu keluar. Namun mata Fairuz tertuju pada sebuah foto berukuran 10R dipintu masuk, dimana Ibu Niken dengan seorang gadis cantik.


"Dia kah putriku ??" Fairuz kembali bertanya.


"Tidak. Dia putriku bukan putrimu. Pergi !!! Pergi dari sini !!!"Usir ibu Niken dan setelah berhasil mendorong Fairuz keluar, Ibu Niken dengan cepat menutup pintu toko.


Deru nafas Ibu Niken memburu seiring dengan Ibu Niken yang memejamkan kedua matanya, Memegangi dada dan menekan sesuatu rasa yang tidak ada oranglain tau.


Sementara Fairuz diluar memilih kembali kedalam mobilnya. "Aku akan kembali Niken.. Aku akan pastikan kita harus bersatu. kembaran Akmal ternyata wanita.. Aku masih punya satu keturuan.."Gumam Fairuz dengan senyum lebarnya. Ia kemudian menjalankan kembali mobilnya untuk pulang kerumah Marimar.


.

__ADS_1


.


__ADS_2