
.
.
.
Malam hari, setelah menyelesaikan pekerjaannya dan tak luka Aneeta mandi terlebih dahulu. Aneeta berniat menghubungi Akmal. Namun baru saja ia membuka ponselnya ternyata Akmal sudah lebih dulu menghubunginya.
Senyum Aneeta terbit seketika. Dan benda pipih itu segera ditempelkannya ditelinga.
"Akmal.. Maaf ya, aku tadi..-"
"Iya..iya.. Aku tau kau sibuk. Jangan dibahas."Balas Akmal dengan tenang
"Kau tidak marahkan ??" Aneeta memastikan.
"Tidak sayang.. Oh ya, malam ini aku mau mengajakmu menemui Klienku. Bisa tidak temani aku ??" Pinta Akmal.
"Malam ini ?? Mendadak sekali ??" Aneeta
"Hanya makan malam biasa kok sayang.."Timpal Akmal.
"Baiklah.. Aku bersiap dulu.." Balas Aneeta.
"Iya.. Aku melaju kerumahmu ya.." ucap Akmal.
"Hmm.. Bye.."Aneeta buru-buru mematikan panggilannya. Lalu segera ia berlari kecil menuju kemarinya, dan ia memilah beberapa baju untuk ia pakai sampai-sampai Aneeta tidak sadar jika semuanya ia berantaki.
.
Mobil Akmal tiba didepan rumah Aneeta. Sambutan Ibu Niken didapat Akmal saat ia turun dari mobil.
__ADS_1
"Masuk dulu.."ajak Ibu Niken.
"Iya buk.."Akmal mengekor dibelakang Ibu Niken. Saat tiba didalam ternyata Aneeta sudah keluar dengan gaun hitam yang melekat sempurna pada tubuhnya.
"Nah itu dia sudah siap.."Ucap Ibu Niken.
"Ya sudah,Kami langsung berangkat saja ya buk. Takut kemalaman."Pamit Akmal.
"Iya.. Hati-hati ya.."Balas Ibu Niken seraya mengusap kepala Akmal yang mencium tangannya. Tak lupa Aneeta juga demikian. Ibu Niken menatap dari pintu kepergian Aneeta serta Akmal.
"Entah mengapa, Aku sangat tenang sekali Aneet dan Akmal bersama.."gumam Ibu Niken lirih.
dalam perjalanan Akmal sesekali menatap aneeta dengan senyuman diwajahnya. Aneeta menjadi salah tingkah dibuatnya.
"Akmal berhenti menatapku seperti itu.. Aku malu tau.."protes Aneeta
"Kau cantik sekali.. Aku hanya memandangi kecantikanmu sayang.."Balas Akmal.
"Aku bicara serius.."Sanggah Akmal seraya menggenggam jemari Aneeta.
"Rasanya aku ingin menikahimu secepatnya saja."Tambah Akmal.
"sabar dulu.. Aku selesaikan skripsiku.."Balas Aneeta.
"Iya sayang.."
.
.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, Mereka tiba disebuah restoran mewah bernuansa barat.
__ADS_1
Dengan mengalungkan tangan dilengan Akmal, Aneeta dan akmal memasuki restoran itu.
"Apa Klienmu sudah datang ??" Tanya Aneeta.
"Katanya sudah. Kita naik keatas."Ajak Akmal.
Iya, Class bisnis ada dilantai atas. Saat keduanya sampai diatas, semua kolega kerja Akmal berdiri menyambut. Terlihat semua membawa pasangan masing-masing. Dan meja.mereka sangatlah besar.
"Tuan Akmal.. Akhirnya anda datang.. Mari silahkan.."Sapa Joo Salah satu rekan bisnis Akmal.dengan wanita seksinya.
Akmal menuntun Aneeta untuk duduk disisinya.
"Wah.. Ternyata anda sudah menikah ya tuan Akmal.."ucap Lee yang juga ada disitu dan termasuk rekan bisnis Akmal.
"Maaf sebelumnya. Dia tunangan saya. Kami belum resmi menikah."Balas Akmal.
"Pantas saja.. Hay nona manis.. Siapa namamu ??" Lee mengulurkan tangannya dengan menatap liar Aneeta. Aneeta begitu tak nyaman sekali.
"Saya Aneeta."balas Aneeta tanpa menerima uluran tangan Lee.
"Maaf saya terlambat."Suara seseorang mengejutkan. Semua mata menatap Kearah masuk. Dan mereka menyambut dengan ramah, namun tidak dengan Aneeta ia cukup terkejut melihat Haidar juga ada disana.
"Tuan Haidar.. Anda sendiri ??" Tanya Joo yang memang melihat Haidar datang sendiri.
"Iya.. Apa kalian keberatan ??" Tanya Haidar balik tanpa canggung.
"Tidak Tuan Haidar. silahkan.."Akmal menjawab.
"Terima kasih."Haidarpun langsung duduk bergabung dengan mereka.
.
__ADS_1
.