
.
.
Akmal menatap sang mama dengan lekat.
"Bahkan tatapan matamu sudah mengatakan sejujurnya anakku.. Meski aku tidak mengandungmu, tapi aku sangat tau sifat dan tabiatmu."Terang Marimar.
Akmal menyerah. Ia tertunduk seketika. "Kenapa sulit sekali bagiku menerima kenyataan ini sih Ma.."
"Bahkan aku seolah tidak rela kalau dia bersama pria lain ??!! Aku egois kan ma ??!!" Akmal menatap Marimar dengan wajah memelasnya.
"Iya. Kau memang kasihan sayangku.. Kalian memang korban disini. Tapi cobalah mengambil hikmahnya, Andai kalian sampai menikah dan memiliki anak, akan jadi seperti apa ?? Darah yang mengalir didalam tubuh kalian saja sama, Kalian dikandung dirahim yang sama Dan diwaktu yang bersamaan pula, Berusahalah mencari sisi baiknya Nak.. Jangan terus sisi buruk yang kau lihat.."Nasehat Marimar.
Akmal terdiam saat mamanya memberi dia sebuah Nasehat. Namun nyatanya, hati Akmal masih sulit sekali berpaling dari Aneeta. Mungkin karna memang Aneeta adalah cinta pertama dan Yang telah mematri hati Akmal sebelumnya.
.
Saat Aneeta membereskan meja kerjanya, ia dikejutkan dengan datangnys Haidar yang langsung masuk tanpa mengetuk pintu.
"Kakak.. Kau mengejutkanku saja.." Protes Aneeta.
Haidar tersenyum seraya melangkah mendekati Meja Aneeta
"sudah selesai ?? Yuk pulang ??" ajak Haidar.
"Iya. Tunggu sebentar.."balas Aneeta yang kembali melanjutkan membereskan meja.
__ADS_1
"Eh, tapi kak. Aku mau kerumah sakit dulu."Tambah Aneeta.
"Kerumah sakit ?? Siapa yang sakit ??" tanya Haidar
"Ayahku. penyakitnya sudah cukup parah, Ya..meski aku masih kecewa dengan dia, tapi dia tetap Ayahku kan.."terang Aneeta
"Tuan Fairuz disini ?? Bukannya dia diAmerika ??" Haidar yang belum tau.
"Sudah kembali beberapa hari yang lalu. Dia ingin disini."Balas Aneeta.
"Ya sudah. Sekalian saja aku mau bertemu dengan dia."timpal Haidar
Aneeta mengangguk dengan senyum lebarnya. Ia pun segera meraih tasnya dan berdiri menghampiri Haidar, keduanya berjalan beriringan untuk pulang karna Hari sudah cukup sore.
.
.
Tiba disana, Aneeta mengetuk pintu terlebih dahulu lalu perlahan Aneeta membuka pintu itu.
Terlihat Fairuz yang masih terbaring menatap kearah pintu.
"Ayah sendiri ?? Dimana mama Marimar ??" tanya Aneeta
"Dia pulang untuk gantj baju. Sebentar lagi juga datang."balas Fairuz suaranya terdengar lemas sekali.
Fairuz mengarahkan tatapannya pada Haidar. Nampak Haidar segera menunduk memberi salam. "Apa kabar tuan Fairuz.. Anda pasti masih mengenal saya.."
__ADS_1
"Iya.. Kau pengusaha muda, putra angkat mafia kejam itu kan ."Canda Fairuz. Haidar hanya menundukkan wajahnya menyembunyikan senyumnya.
"Benar kata Papamu, Kau pasti akan lebih sukses dari dia tanpa bermain didunia bawah.."Tambah Fairuz.
"Anda terlalu berlebihan tuan.."Balas Haidar merendah.
Aneeta bingung sekali, bagaimana bisa dua pria berharga dalam hidupya itu sudah saling mengenal.
"Kau bingung ya An ??" Terka Fairuz seraya memegangi lengan Aneeta.
"Ayah kan selama ini tinggal diAmerika ?? Bagaimana bisa mengenal kak Haidar ?? Apa jangan-jangan..-"
"Jangan berburuk sangka dulu Nak.. Sebelum papa keAmerika, Papa sudah menjadi pengusaha disini. Dan saling bekerja sama dengan perusahaan Papanya Haidar ini. kami berteman cukup akrab dulu. tapi ternyata Tuhan lebih sayang dengan dia.."Terang Fairuz menjelaskan dengan suara pelan.
"Oww begitu. "balas Aneeta
"Bagaimana kalian bisa saling kenal ??" tanya Fairuz.
"Aku bekerja dikantor kak Haidar yah.."jawab Aneeta
"Bekerja dikantornya dia ?? Kenapa tidak dikantor kakakmu Nak ?? Kalian sama-sama pewaris.."Timpal Fairuz
" ayah.. Dengan semua kejadian yang kita alami, aku masih tidak bisa jika harus bekerja bersama Kakak kembaranku itu. "Terang Aneeta.
Haidar menggenggam jemari Aneeta berusaha memberi kekuatan Kekasihmya agar jangan sampai menangis dihadapan papanya.
.
__ADS_1
.