Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
satu janji lagi


__ADS_3

.


.


Tengah malam Haidar tersadar dari tidurnya. Saat ia membuka mata seketika senyumnya terbit, Kala mendapati Aneeta tidur dengan meletakkan kepalanya disisi pembaringan Haidar. Sungguh suatu yang tak pernah Haidar sadari.


Perlahan Haidar membenahi posisi tidurnya. Ia baru sadar ternyata ditangannya terpasang selang infus.


Setelah posisinya pas, Haidar mengusap kepala Aneeta dengan penub kelembutan.


"Kau benar-benar ada disini ?? Apa ini keajaiban ??" Gumam Haidar lirih.


"Andai kau ingat siapa aku. dan kau bisa memanggilku dengan akrab, pasti itu lebih membahagiakan."Lagi, Gumaman Haidar terdengar.


Dan saat tangan Haidar hendak menyudahi mengusap kepala Aneeta. Tangan Aneeta dengan cepat mencegahnya. Hal itu membuat Haidar cukup terkejut dan menatap Aneeta yang perlahan membuka mata seraya membalas tatapan Haidar.


"Kau belum tidur ??" Haidar begitu terkejut sekali.


"jadi benar kau kakak baik itu ??"


Haidar tidak menjawab, ia hanya menatap lekat mata Aneeta yang terfokuspadanya. Panggilan itu, panggilan yang lama ingin Haidar dengar.


" kak.."


Haidar meraih pipi Aneeta dengan perlahan. "apa, kau bermimpi ??"


" Tidak.. Aku hanya ingin memastikan, apa benar kau ini kakak baik itu ??" balasAneeta.

__ADS_1


"kau sudah mengingatnya ??" Haidar masih merasa tidak percaya.


"Kenapa kakak tidak katakan sejak awal ?? Kenapa kakak malah diam saja ??" Aneeta menatap lekat Haidar. Haidar hanya bisa tertunduk dan mengulas senyum tipis diwajah pucatnya.


"Aku hanya ingin kau mengingat dengan sendirinya. Karna aku fikir usia mu dulu bisa mudah kau ingat."


Semua langsung muncul dikepala Aneeta. Adegan saat ia dan Haidar mengucap janji tidak akan saling melupakan dan akan menikah saat dewasa nanti, teringat jelas sekali.


Perlahan Aneeta tersenyum hingga lebar. "Aku tidak menyangka memiliki kenangan semenyenangkan ini.."


Haidar kembali membalas tatapan Aneeta. "Aku sangat bahagia, kau bisa mengingatku, setidaknya janjiku telah aku penuhi."


"Tapi kakak melupakan satu janji kita lagi ??" Balas aaneeta.


Alis Haidar bertaut menjadi satu. "Satu janji lagi ??"


Haidar terdiam sesaat lalu ia pun mengingatnya. "Apa kau mau menikah denganku ?? Bahkan kita belum saling mencintai."


Aneeta terkekeh seketika. "Aku akan berusaha kak.. Terima kasih banyak, dari dulu sampai sekarang kakak selalu baik terhadapku."


"kau bicara apa. jangan katakan hal seperti itu."timpal Haidar.


Aneeta pun tertawa kecil. "Oh ya.. Bagaimana kondisi kakak ?? masih pusing ??"


"Sudah lumayan baik. Bagaimana kau tau rumahku ??" Tanya Haidar


"aku menghubungi asisten Gland. tidak tau kenapa aku kefikiran terus sama kondisi kakak. Dan ternyata benar, Kakak masih belum pulih. Kenapa sih kakak tidak mau kerumah sakit saja ??!!"Celoteh Aneeta.

__ADS_1


"aku hanya kelelahan. Hanya butuh istirahat. Tidak perlu dirawat seperti ini.."Balas Haidar


"Namanya manusia kak.. pasti asa sakitnya."timpal Aneeta.


"Dan karna kau tanganku harus diberi jarum infus seperti ini."Canda Haidar.


"Biarkan saja."Balas Aneeta dengan senyumannya lagi.


"Kak.. Boleh aku memelukmu ??" Pinta Aneeta.


"Kemarilah.."Haidar membuka kedua tangannya dan Aneeta segera menghambur memeluk Haidar.


Haidar memejamkan kedua matanya. Ia masih tak percaya dengan apa yang terjadi. Aneetanya telah kembali, kebahagiaan yang selalu ia impikan kini hampir menjadi kenyataan.


"Sama rasanya seperti dulu saat kakak menenangkanku sewaktu kita diculik bersama.."Gumam Aneeta.


Belaian diberikan Haidar pada surai panjang rambut Aneeta.


"Jangan ingat-ingat penculikan itu. Karna rasa takutmu diculik kau sampai melupakan aku kan.."Balas Haidar.


Aneeta mengulas senyumnya. "Iya.. Dan aku sangat bersyukur, kakak masih mau mengingatkanku.."


"Tapi ngomong-ngomong, bagaimana kau bisa teringat semuanya sepert ini ?? Siapa yang memberitaumu ??" Haidar membuka pelukannya dan menunduk kebawah dimana wajah Aneeta menengadah menatapnya.


"Sapu tangan." balas Aeeta dengan senyum lebarnya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2