
.
.
"Selamat pagi Ibu Niken.."Sapa Marimar seraya membuka pintu.
"Mama.."Sapa Aneeta yang langsung mencium tangannya Marimar.
Sambutan Senyuman diberikan Marimar. Tak lama Akmal ikut masuk.
"Mama Akmal katanya juga sakit ?? Kenapa bisa disini ??" Tanya Ibu Niken.
"Sakit ??" Marimar tak faham ia melihat Akmal.
"Oh.. Itu kan semalam mama bilang sedikit pusing kan ??" balas Akmal.
Marimar baru faham lalu segera mengangguk.
"Ibu Niken bagaimana keadaannya ??"Mama Marimar bertanya.
"sudah lebih baik Ma, duduk ma.."Aneeta mempersilahkam Marimar duduk disisi pembaringan Ibu Niken.
"Aneet, kau sarapan dulu..Itu akmal tadi bawa makanan."ucap Marimar.
Aneeta menatap Akmal. Dan dijawab anggukan.
"Seharusnya kau tidak usah repot-repot."Kata Aneeta.
"Tidak repot. Ada pelayan yang menyiapkannya."Balas Akmal dengan cepat.
"Ma.. Buk, Maaf ya Akmal harus kekantor. Ada mitting pagi ini."Pamit Akmal.
"Iya Sayang.. Berangkatlah, nanti mama akan minta dijemput sopir."Balas Marimar.
__ADS_1
"Hati-hati Akmal.."Tambah Ibu Niken.
"Iya ma.. Buk.."Balas Akmal.
"Kau tidak sarapan dulu ??" tawar Aneeta.
"aku sudah. Nikmati sarapanmu. Aku berangkat ya ??" Akmal.mengusap kepala Aneeta dengan lembut. Aneeta hanya mengulas senyum lebarnya seraya mengangguk.
.
.
Dikantor Akmal disibukkan dengan mittingnya bersama Klien karna ia sedang dalam tendder besar. klien Akmal termasuk juga Haidar yang hadir dalam mitting besar itu.
Entah mengapa melihat padahal Haidar sama sekali tak membahas tentang Aneeta, Namun Akmal malah memiliki penyakit hati yang membingungkan.
Jabat tangan dilakukan Akmal dengan semua kliennya saat Tendder barunya berhasil diluncurkan.
"Semoga tendder kita boomm tuan Akmal.."Ucap Haidar
"Tentu saja."Timpal Haidar dengan senyum keramahannya.
Akmal.membalas dengan senyum tipis saja.
.
.
Dua hari dirawat, Ibu Niken sudah diajak pulang Aneeta.
Karna kondisi ibu Niken yang masih lemah, Toko Kue sementara dikelola Aneeta sendiri. Untung saja Aneeta menguasai cara membuat Kue apa saja. Jadi meski pesanan nampak menumpuk tetap bisa dihandle.Aneeta.
Siang itu saat Aneeta sedang membuat kue pesanan, Tak sengaja ada pelanggan datang.
__ADS_1
dan ternyata pelanggan itu adalah Haidar hampir setiap 3 hari sekali, Haidar selalu ketoko kue Ibu Niken dan membeli banyak kue kering bahkan kue lainnya.
"Selamat datang. Mas ganteng mau beli apa ?? Kue kering lagi ya ??"sapa Chika yang sudah faham apa biasanya yang diinginkan Haidar
Haidar tersenyum ramah. "Hari ini saya mau Cup cake saja. Ada tidak ???"
"Aduh.. Kenapa yang dicari yang tidak ada sih.. Udah satu minggu lagi nggak bikin Cup cake Mas."Balas Chika.
"Benarkah ?? Padahal anak-anak saya suka sekali dengan cup cake.."Timpal Haidar.
terlihat Aneeta keluar dengan nampan besar berisi cup cake buatannya.
"Nah.. Itu ada.." tunjuk Haidar
"Mbak Aneet buat ya."chika menghampiri Aneeta guna membantu gadis itu.
"Iya. Tapi untuk rasa aku tidak bisa menjamin sama dengan buatan ibuku.."Balas Aneeta yang kemudian beralih pada Haidar.
"Oh..tuan Haidar, Mau beli kue apa ???" Sapa Aneeta denga. Sopan.
"Saya mau cup cakenya. Anak-anak sejak waktu itu nanyain terus."balas Haidar.
"Oww begitu. Silahkan tuan. Tapi kalau rasanya kurang pas tolong dimaklumi ya, soalnya saya masih belajar, biasanya Ibu saya yang buat."tutur Aneeta.
"Tidak masalah. Em.. Itu ada berapa ya ?? Saya mau semua saja."Ucap Haidar.
"Mas ganteng yakin ?? Ini ada 50 cup cake loh ???"Chika memastikan.
"Iya. Sekalian untuk pelayan dirumah saya."Balas Haidar.
Dan dengan segera Chika dengan dibantu Aneeta mengemas cup cake itu untuk Haidar.
.
__ADS_1
.