Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
Jadi bagaimana


__ADS_3

.


.


.


Beberapa kali Akmal memukul stir mobilnya meluapkan amarah dan rasa tidak terima karna Aneeta dengan sangat mudah menerima Pria lain.


"Kenapa sih dia mudah sekali melupaka. Hubungan kami yang cukup lama dulu.." Umpat Akmal tidak terima.


"Aakkhhhh !!! Aneeta !!! Kau itu hanya milikku !!! Sampai kapanpun itu !!!!" Teriak Akmal dengan penuh amarahnya.


Kebenaran akan mereka yang adalah saudara kembar ternyata tetap belum bisa diterima Akmal sendiri. Hingga ia menjadi kalap dan begitu gelap mata.


Tujuan Akmal kembali adalah Bar lagi. Disana ia menghabiskan malam dengan minuman keras hingga berakhir tidur dengan wanita malam. Sungguh sangat memprihatinkan jika dilihat, Akmal yang dulunya sangat baik, tenang dan begitu menghargai siapapun, kini berubah hanya karna batinnya tak mampu menerima kenyataan.


.


.


Sepulangnya Ibu Lidia dan Haidar, Ibu Niken mengajak Aneeta untuk berbicara.

__ADS_1


"Kau yakin dengan keputusanmu Nak ?? Ini mendadak sekali, Ibu saja merasa ragu untuk merrstui kalian."Tanya Ibu Niken.


"Aneet yakin buk.. Lagian, ini kan juga hanya lamaran omongan. Belum resmi. Haidar memang ingin diijinkan oleh Ibu saat kami menjalin hubungan."Balas Aneeta dengan yakin.


"Apa yang membuatmu yakin ?? Jangan bilang untuk meyakinkan Akmal atau yang lain.."Tanya Ibu Niken yang kurang puas dengan jawaban Aneeta.


Aneeta tersenyum lebar lalu memggenggam erat jemari Ibu Niken.


"Tidak ibu.. Seiring berjalannya waktu aku sudah bisa menerima semua kenyataan ini.. Tidak ada sangkutannya dengan kak Akmal.


Asal ibu tau, Haidar itu adalah anak yang dulu menolongku sewaktu aku diculik."terang Aneeta.


"benarkah ?? Kau tau dari mana Nak ??" Ibu Niken cukup terkejut.


"Jadi kau sudah ingat semuanya Anee ??"


Aneeta mengangguk. "Iya buk.. Makanya kenapa aku begitu yakin dengan kak Haidar. Ternyata dia selama ini jugs mencariku. Sebab kami punya janji sewaktu akan berpisah dulu.."


"Oww.. Dunia sangat sempit sekali.. Ibu sama sekali tidak menyangka jika Haidar adalah anak laki-laki itu.."Balas Ibu Niken.


"Jadi bagaimana ?? Apa ibu masih ragu ?? Dengan kak haidar ??" tanya Aneeta

__ADS_1


"Tidak Nak.. Ibu sudah yakin..Ibu pasti akan merestui kalian."Balas Ibu Niken.


Aneeta langsung memeluk sang Ibu. "Terima kasih ya Buk.. Aneeta bahagia sekali, Ibu selalu mendukung apapun yang aneeta jalani."


"Sama-sama Sayang.."Ibu Niken mengulas senyum harunya. Ibu Niken berfikir,Mungkin dengan ini Akmal bisa sadarr jika Aneeta sudah tidak boleh ia cintai lagi.


.


.


"Pergi kau ?!!" sentak Akmal yang baru selesai menyetubuhi wanita malam diBar itu.


"Sebenar dulu dong sayang.. Aku masih lemah sekali.. Kau tadi mainnya kasar tau.."Balas wanita malam itu dengan manja.


"Cih.. Itu pantas untuk wanita sepertimu !!" Ucap Akmal bernada hinaan. Wanita itu tak marah, ia pun segera bangkit dan meraih cek diatas nakas. Senyumnya nampak sumringah saat melihat nominal yang tertera dicek itu.


"Lain kali kalau butuh kehangatan hubungi aku ya Baby.."Ucap Wanita itu seraya mengenakan piyama dan mengikat rambutnya.


"Aku tidak sudi mengulang dengan wanita yang sama. Pergilah !!!" Usir Akmal yang menutupi tubuh polosnya dengan selimut.


"Iih.. Jadi gemes deh, Tapi karna memang tugasku sudah selesai, aku menurut pergi.. Bye Baby.. Your strong Hot.."Balas wanita malam itu dengan genit melayangkan flying kiss pada Akmal, Akmal nampak tak peduli. Kepalanya terasa sangat berat. Ia langsung memejamkan kedua matanya untuk tidur. Cukup menguras tenaga Persetubuhannya dengan wanita malam barusan. Hingga Akmal lupa jika Itu benar-benar akan menghancurkan hidupnya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2