
.
.
Aneeta buru-buru masuk kedalam.rumah tanpa mengindahkan sapaan dari karyawan toko kue Ibu Niken.
Semua ingatan masa lalu tiba-tiba muncul begitu saja setelah melihat sapu tangan itu. Bahkan Aneeta membawa sapu tangan yang ia temukan dilaci kantor Haidar.
Tiba didalam Aneeta mencari sosok ibunya,
"Buk.. Ibuk.. Buk.." panggil Aneeta.
"Ada apa An..? Datang-datang kok teriak-teriak, lupa salam lagi."balas Buk Niken yang keluar dari dapur kuenya.
"Maaf buk.. Tapi ada sesuatu yang ingin sekali aku tanyakan."Balas Aneeta balik.
"Ada apa ??" Ibu niken duduk lebih dahulu, lalu Aneeta segera ikut duduk dimeja makan mereka.
"Ibu ingat sapu tangan ini ?? Ini sapu tangan hadiah ulangtahunku ke7 tahun kan buk ??"Aneeta menunjukkansapu tangan yang ia temukan diruangan Haidar.
"Iya.. Kau menemukannya ??"Balas Ibu niken dengan cukup terkejut. Sebab sapu tangan itu sudah lama tidak terlihat.
__ADS_1
"buk.. Apa aku dulu pernah mengalami suatu kejadian ?? Kenapa aku lupa semuanya ?? Dan saat aku lihat sapu tangan ini aku ingat semuanya."Tutur Aneeta
"Apa yang kau ingat nak ??" Ibu Niken langsung serius menanggapi.
"Aku ingat berada disebuah gedung bersama seorang anak laki-laki. Anak itu menghadang Sebuah pisau yang mau melukaiku, lalu aku membalut lukanya dengan sapu tangan ini sambil menangis. Wajah anak laki-laki itu jelas sekali buk, Dia aku beri nama Kakak baik waktu itu."Terang Aneeta menceritakan apa yang diingat.
Ibu Niken malah menangis saat Aneeta selesai menceritakannya.
"Buk.. Kenapa ibu menangis ??" Aneeta keheranan.
ibu niken.segera mengusap air matanya dan menghentikan tangisannya.
"memangnya aku kenapa buk ??"
"Kau diculik saat pulang sekolah. Hampir sepekan kau tidak ditemukan oleh pihak kepolisian, sampai Ibu merasa putus asa dan ingin mati saja. Kurangnya ekonomi ibu, membuat pencarianmu terbengkalai hingga sebulan lamanya. Hingga tiba-tiba ada seorang anak laki-laki yang mengantarmu pulang kemari, semua seperti mimpi bagi Ibu, diusia anak laki-laki itu dia bisa membebaskanmu dari penyekapan. Setelah pulang, kau mengalami demam tinggi hingga 3 hari, kejang dan.." Ibu Niken tak sanggup melanjutkan ceritanya, lalu Aneeta segera mendekati Ibu Niken dan memeluk sang Ibu.
"Ibu.. Jangan menangis.. Sudah kalau tidak bisa jangan diteruskan. Aku hanya penasaran tadi, kenapa ada kenangan itu dikepalaku."
Ibu Niken tersedu-sedu dalam pelukan Aneeta.
.
__ADS_1
.
Malam hari, Aneeta terus menatapi sapu tangannya. Ia menduga jika Haidar adalah anak laki-laki yang menolongnya dulu. Beberapa keping kenangan kembali muncul lagi, dimana Aneeta kecil bersama Anak laki-laki itu tengah menyusuri jalanan hingga tiba disebuah gedung yang didepan tertera nama panti Asuhan.
"Panti itu ?? Pantas saja aku merasa pernah kesana ?? Jadi tuan Haidar ?? Kenapa dia tidak memberitauku sejak awal ?? Astaga.. Kakak baikku.."Aneeta memeluk Sapu tangan itu dengan erat. Mengingat betapa dulu Aneeta sangat dijaga oleh anak laki-laki yang Aneeta yakini adalah Bosnya yaitu Haidar.
Aneeta melirik jam dimeja riasnya, "Tuan Haidar sedang sakit. Apa aku coba kesana ya ??" Gumam Aneeta yang tanpa berfikir lagi langsung menyambar tasnya dan berlari keluar.
Tanpa sengaja ternyata Diluar ada Akmal yang sedang berbincang dengan Ibu Niken.
"Kau mau kemana malam-malam begini An ??" Tegur Akmal.
"keluar sebentar."Balas Aneeta dengan singkat. "Ibu, Aneet pamit dulu ya..hanya sebentar kok."Aneeta berkata demikian seraya mencium tangan Ibu Niken.
"iya. Hati-hati ya Nak.." balas ibu Niken.
"Biar kakak antar saja."Tambah Akmal.
" tidak usah. Aku sudah pesan taksi kok. Ngobrollah bersama Ibu."balas Aneeta yang langsung melenggang pergi. Ada rasa kesal dalam diri Akmal, Makin kesini Aneeta malah semakin menjauhinya terus. Bahkan status kakak adik mereka seolah tak berpengaruh apapun.
.
__ADS_1