
.
.
"Bagaimana bisa buk ??" Marimar ikut menjadi kawatir. Niat awalnya hendak mencari Akmal jadi terlupakan.
"Saya juga tidak tau..Tadi dia sudah pulang diantar Haidar, saya fikir dia dikamar istirahat, tapi saat saya cari dia sudah tidak ada.. Bagaimana ini.."Ibu niken menjadi lemas tubuhnya.
Marimar segera membantu Ibu Niken agar tidak terjatuh. "Tenanglah buk..Kita coba cari dulu. Kalau sudah 2x24 jam tidak ketemu kita lapor polisi."
"Itu terlalu lama nyonya..Saya benar-benar sangat kawatir.."Tangis ibu Niken menjadi. Semua ketakutannya menjadi satu seolah sesuatu akan terjadi pada putrinya.
.
.
Haidar berhenti disebuah rumah besar yang haidar yakini milik salah satuTeman Aneeta.
Penjaga rumah itu pun segera menegur Haidar. "Ada yang bisa saya bantu ??"
"Apa benar ini rumahnya Candrika ??" Tanya Haidar seraya membaca diponselnya.
penjaga itu sedikit menyelidik. Itu nama asli nona dirumah itu, dan Nonanya sudah terkenal dengan nama Caca.
"Anda jangan salah faham. Saya hanya mau mencari tuangan saya. Namanya Aneeta. Dia temannya Candrika."Terang Haidar yang faham maksud dari tatapan Penjaga itu.
__ADS_1
"Nona Aneeta ?? oww.. Iya, tapi Nona Aneeta sudah lama sekali tidak pernah kemari.. Nona Candrika juga sedang dinas keluar kota bersama tuan besar."Terang Penjaga.
"Anda tidak bercanda kan ??" Haidar memastikan.
"Tentu saja tidak. Silahkan anda masuk dan cek sendiri.."Penjaga itu membukakan pintu gerbang.
Haidar tak berkata apapun lagi, ia memutar tubuhnya dan hendak menghubungi nomer teman Aneeta.
Benda pipih itu ditempelkan ditelinganya. Hingga sambungan panggilan terhubung.
"Apa kau Caca ??" Haidar bertanya tanpa basa basi.
"Iya.. Ini siapa ??" caca pun keheranan.
"Aneeta ?? Tentu saja tidak. aku diluar kota. Dan kami sudah hampir setahun tidak bertemu. Soalnya aku bekerja diluar kota. Memangnya kenapa ??" Caca jadi penasaran.
"Apa kau tau salah satu teman Aneeta yang ada disini ??"
"kalau teman dekat Aneeta, disitu sudah tidak, mely diBali sedangkan Sindy pasti juga ikut maskapai penerbangan, dia kan seorang pramugari. Kami ada group di sosial media, jik kami akan bertemu biasanya share digroup." terang Caca.
Haidar langsung kembali mematikan panggilannya. "Sepertinya aku harus terpaksa mencari lewat alat itu.."Gumam haidar yang segera menancapkan pedal gasnya.
.
.
__ADS_1
Rumah panggung ditengah hutan menjadi pilihan Akmal. Entah setan apa yang merasuki pria tampan itu hingga ia nekat membawa Aneeta jauh dari keluarganya.
"Akmal ini rumah siapa ??" Aneeta bertanya dengan serius.
"Rumah kita. Kita akan tinggal disini."Balas Akmal.yang turun terlebih dulu. Aneeta tak percaya dengan apa yang didengar. Ia pun segera hendak kabur, karna jelas sudah niat Akmal tidaklah baik. Namun sayang, saat Aneeta sudah keluar, Akmal menahan lengan Aneeta dengan cengkraman kuat.
"Akmal lepaskan aku !!!" Ronta Aneeta.
"Tidak An.. Aku sudah kehilangan semuanya. Aku tidak mau kehilangan kau juga.."Balas Akmal tatapannya begitu serius hingga membuat Aneeta takut.
"Tapi ini salah.. Kita saudara Akmal.. Kau kakakku, Kita kembar.."Aneeta berusaha terus melepaskan cengkraman Akmal.
Plakk !!!
Sebuah tamparan mendarat dipipi Aneeta. Aneeta sama sekali tak menyangka jika Akmal tega menyakiti dia sampai seperti itu.
Akmal pun juga dibuat terkejut dengan reflek spontan tangannya yang langsung menampar Aneeta, Sesuatu yang tidak pernah terfikir olehnya.
"Sayang.. Maafkan aku.. Maafkan aku.."Akmal menarik Aneeta dalam pelukannya.
Aneeta berusaha sekuat tenaga melepaskan "lepaskan !! Kau benar-benar sudah gila !!"
.
.
__ADS_1