Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
Jangan mengejekku


__ADS_3

.


.


Dada Aneeta bergemuruh seketika saat mereka sangat lah dekat. Mata mereka pun saling beradu seolah mengutarakan isi hati masing-masing.


"Terima kasih selalu ada didekatku saat aku sedih .."Ucap Haidar dengan suara lirih.


"Aku hanya tidak mau kakak sampai sakit.. Almahrumah tidak akan senang jika kakak malah sedih terus-terusan."balas Aneeta.


Senyum Haidar seketika terbit. "Aneeta.. Aku tidak tau bagaimana cara bicara untuk menyatakan isi hatiku..Aku ingin mengatakannya sejak lama. Tapi entah kenapa itu sulit sekali."


Aneeta terus mendengarkan dengan tak. Melepas tatapannya dari Haidar


"Aku merasa tetap tidak pantas mengutarakannya. Padahal kau ini sudah dekat denganku.."Tambah Haidar


"Sekarang aku tanya padamu..bagaimana perasaanmu denganku ??"Tanya Haidar. Seketika Aneeta membulatkan kedua matanya. Kedua matanya berkedip hingga beberapa kali mencoba untuk sadar, dan mencoba untuk bicara.


"Aku.. Aku.."Aneeta nampak sulit sekali bicara. Haidar bukannya melepaskan Aneeta melainkan semakin mempererat dekapannya hingga tubuh Aneeta menempel ditubuhnya.


"Aku.. Aku..."


"Kau belum bisa melupakan kakak kembaranmu ??"terka Haidar.


Sontak Aneeta menggeleng dengan cepat. "tidak..tidak.. Tidak juga begitu.."


Haidar mengulas senyum kembali. "Lalu ??"

__ADS_1


Aneeta menunduk dan menggigit bibir bawahnya.


"Jangan menunjukkan ekspresi seperti itu.. Aku bisa khilaf nanti.."Goda Haidar.


Wajah Aneeta memerah seketika. "Kakak..."


"Jadi ??"


"Jadi apa ??!!" protes Aneeta.


"Jadi bagaimana perasaanmu terhadapku ??" Tanya Haidar sembari mendekatkan wajah kearah Aneeta. Aneeta pun reflek mencondongkan tubuhnya kebelakang.


"Kakak.. Jangan mengejekku..."Protes Aneeta.


senyum Haidar menjadi lebar setelah menggoda Aneeta.


"Baiklah.. Aku tidak akan memaksamu mengatakan apapun. Anggap saja aku tidak pernah menanyakan hal seperti itu "Ucap Haidar


"Tidak juga.. Aku hanya tidak mau memaksamu mengatakan sesuatu yang tidak kau inginkan."Balas Haidar dengan jelas.


"Aku bukannya tidak menginginkan.. Tapi sulit sekali aku mau bicara.."protes Aneeta.


"Kenapa sulit ??" Haidar balik bertanya


"Kak.. Aku masih trauma dengan kandasnya hubunganku kemarin.. jujur aku juga sangat nyaman bersamamu.. Apalagi janji kita sejak kecil dulu terus membayangi fikiranku, aku sangat ingin mewujudkan janji kita itu.. Tapi aku tidak tau mau mengatakan apa.."Tutur Aneeta dengan terlihat sangat frustasi.


Haidar memegangi kedua pipi Aneeta. "Terima kasih.."

__ADS_1


Cupp...


Mata Aneeta hendak meloncat dari tempatnya, saat Haidar tanpa permisi mengecup bibirnya.


Hampir beberapa menit Aneeta seolah terpatung tak berkedip. Hal itu pun membuat Haidar sangat terhibur sekali.


saking gemasnya, haidar menarik hidung Aneeta hingga Aneeta tersadar.


"Iiih.. Kakak.."


"Kau lucu sekali sih.."


Aneeta memanyunkan bibirnya.


"Terima kasih ya atas jawabannya."ucap Haidar.


"jawaban ?? Memangnya aku kasih jawaban apa ??" Tanya Aneeta tak mengerti.


"Ya yang kau fikirkan dalam hatimu ini.. aku sangat mencintaimu.. Sangat.. "


Hati Aneeta berbunga seketika mendengar kata dari Haidar Sampai senyum Aneeta terbit cukup lebar.


"Aku juga kak.. terima kasih sudah menungguku selama ini..Jika saja kau tidak datang, Aku yakin aku tidak akan ingat semua kenangan masa kecil kita.."Ucap Aneeta.


"Semua sudah digariskan mungkin.. Semoga saja Allah selalu melindungi hubungan kita.."balas Haidar yang menyatukan kening mereka.


Tak ada yang membahagiakan selama hidup Haidar kecuali saat ini, saat dimana impiannya telah terwujud bisa bersama adik kecil perempuan cantik yang bersama dia dulu. Janji sudah terpatri dalam diri Haidar untuk menjaga dan mencintai Aneeta sepenuh hatinya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2