
.
.
Akmal melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Sementara Aneeta yang memperhatikan jalan sedikit heran karna arah tujuan mereka malah.keluar kota bukan kerumah sakit.
"Kak.. Kita mau kemana ?? Ini bukan arah kerumah sakit dimana papa dirawat !!?" protes Aneeta.
Akmal hanya diam dan terus fokus kejalanan.
Aneeta mulai kawatir. "Kakak kau mau membawaku kemana ??! Berhenti kak !!"
"Diam bisa tidak !!!" bentak akmal dengan suara tinggi. Aneeta langsung terdiam dengan nafas memburu. Mata Akmal yang menatapnya memerah seolah tengah memendam sesuatu.
"Diam dan ikut saja !!?" ucap Akmal memperingati. Aneeta begitu cemas dengan apa yang akan terjadi padanya. Dan sialnya, Aneeta lupa membawa tas dan ponselnya, Entah akan seperti apa nanti Aneeta hanya berdoa semoga keajaiban pertolongan dari Tuhan segera datang.
.
.
Malam mulai menjelang. Ibu Niken mencari-cari Aneeta, Tadi padahal sudah terdengar suaranya jiks telah pulang, Tapi sampai malam Batang hidungnya tak terlihat.
"Apa dia ikut Haidar lagi ya ?? Tapi biasanya ijin dulu, kenapa ini tidak ??" Gumam Ibu Niken yang berdiri didepan pintu ruang tamunya. Baru saja ia hendak menutup.pintu, Ibu Niken melihat tas Aneeta yang tergeletak disofa panjang.
"Loh.. Ini tasnya ?? Orangnya kemana ?? Apa tidur ??" Terka Ibu Niken yang mempercepat langkahnya menuju kamar Aneeta. Tiba dikamar, ternyata kamar Aneeta kosong tidak ada siapapun disana.
__ADS_1
"Tidak ada ?? Aku cobs telfon Haidar saja.."Ibu Niken pun merogoh saku celananya guna mengambil ponsel.
"Halo Haidar," ucap Ibu Niken saat panggilan sudah terhubung.
"Iya buk, ada apa ??" Tanya Haidar
"Apa Aneeta bersama denganmu ?? Ini kok tas nya tertinggal dirumah ??" Buk Niken balik bertanya.
"Tidak buk, Tadi Aneeta sudah saya antar pulang. Dia bilang cukup lelah dan ingin istirahat."Balas Haidar..
"Loh, dirumah tidak ada Aneetanya.."Ibu Niken mulai kawatir.
"Benarkah ?? Tapi tadi benar saya lihat dia masuk kerumah kok buk,"Haidar menjadi kawatir.
"Ibu sudah cari kekamarnya juga tapi tidak ada."Timpal Buk Niken.
"Ya sudah, saya kerumah ibu sekarang, ibu tenang dulu ya.. Siapa tau dia ditempat temannya. Nanti saya akan cari kerumah teman-teman dekat aneeta yang masih disini..."Ucap Haidar berusaha menenangkan Ibu Niken.
"Iya..iya.. Ibu juga akan berkeliling rumah dan toko. Siapa tau dia masih disini."Ibu Niken langsung mematikan panggilannya.
Tanpa menunggu apapun, Ibu Niken langsung masuk kedalam toko mencari Aneeta.
Sementara Haidar juga langsung masuk kedalam mobilnya, rasa kawatir dan takut bercampur menjadi satu dihati pria itu.
"Tuan.. Mau saya antar ??" tawar Gland.
__ADS_1
"Tidak usah. Kau juga bawa mereka mencari Aneeta. Aku akan kemarkas jika memang Aneeta tidak ada."Ucap Haidar seraya melajukan mobilnya meninggalkan Gland dan beberapa anak buahnya.
"An.. Kau kemana ??" gumam Haidar. Haidar mencoba menghubungi ponsel Aneeta, namun nihil tak diangkat.
"Sial.. Tasnya kan tertinggal dirumah. Pasti dia tidak bawa ponsel.."Umpat Haidar dengan kesal. Ia kemudian menambah kecepatan agar segera tiba dirumah teman Aneeta yang ia ketahui.
.
.
"Chika.. Mbak An kemari tidak ??" Tanya Ibu Niken saat baru masuk ketoko kuenya.
"Tidak buk.. Tadi setauku mbak An baru pulang diantar Mas Haidar.."Balas Chika.
Ibu Niken hendak bicara namun terlihat Mama Marimar yang juga datang.
"Malam buk Niken.. Maaf mengganggu.." sapa Marimar.
"Iya. Ada apa.."
"Ibu Niken kenapa ?? Kok terlihat kawatir sekali ??" Marimar yang bisa melihat raut wajah sedih Ibu Niken.
"Aneeta hilang nyonya.."Ucap Ibu Niken jujur.
"Apa ?? Hilang ??" Marimar dibuat terkejut sekali.
__ADS_1
.
.