
.
.
"Jadi kapan kalian akan melangsungkan pernikahan ?? Boleh mama andil ?? Mama juga ingin menunjukkan ide mama ??" Tanya Mama Marimar penuh semangat.
"Aku dan Aneeta berniat secepatnya ma. Untuk mama dan Ibu, jika ingin ikut mengatur acara kami silahkan. Tapi aku dan Aneeta tidak mau sampai kalian kelelahan dan malah sakit. dua pekan dari sekarang, Kami akan menikah."Terang Akmal seraya menggenggam jemari Aneeta.
Aneeta cukup terkejut. Padahal Akmal belum membicarakan hal itu padanya, namun kenapa pria itu enak saja mengambil keputusan.
"Wah.. Mama pasti sangat bersemangat. Iya kan Bu Niken ?? Kita harus segera cari baju yang sama.."Balas Mama Marimar.
"Iya buk.. Rasanya sudah tidak sabar sekali.."balas Ibu Niken.
Aneeta terus menatap Akmal, Seolah meminta penjelasan. Hingga Saat mereka diberi waktu berdua, Akmal.membawa Aneeta kesebuah taman yang sudah ia hias dengan sangat indah.
"Kau menyiapkan semua ini ??" Tanya Aneeta saat ia bergandengan masuk menuju taman.
"Tentu saja. Ayo.."Akmal menarik Aneeta agar segera mendekat.
Dan saat keduanya sudah dekat, nampak lampu menyala dengan terangnya. Kerlap kerlip lampu warna warni terlihat indah sekali. Dan sebuah tulisan indah terpampang disana.
__ADS_1
Will you merry me
Itulah tulisannya.
Aneeta tersenyum lebar sekali. Akmal bukan tipe pria yang romantis seperti itu, tapi kali ini dia dapat ide dari mana ?? batin Aneeta.
Akmal kemudian berjongkok dihadapan Aneeta. Memegangi salah satu jemari Aneeta dan menatap lekat penuh cinta. Tanpa terlihat, terdengar suara alunan musik romantis yang menjadi pengiring Akmal mengucapkan kata-kata.
"Aneeta.. Aku memang bukan pria romantis yang bisa setiap saat memberimu kejutan, Aku juga bukan pria peka yang gampang tau kondisi hatimu, tapi aku ingin belajar menjadi pria yang bisa selalu kau andalkan dalam suka maupun duka. Aku ingin kau menemani kehidupanku selanjutnya, menemani perjuanganku dalam segala hal. Aneeta, Will you merry me.. ??" Pernyataan romatis pertama kali yang Aneeta dengar begitu menbuat hati Aneeta bahagia bercampur terharu. Perjuangan mereka bertahan dalam hubungan ternyata dilancarkan oleh Sang pencipta.
"Yeess. I will.."balas Aneeta.
Seketika Akmal tersenyum bahagia pula. Ia pun langsung berdiri dan mencium bibir Aneeta penuh ketulusan. Keduanya larut dalam ciuman ketulusan yang mewakili perasaan masing-masing. Tak mau kelepasan, Akmal melepas pa ngu tan mereka, dan memilih memeluk Aneeta dengan erat. Ia tidak mau sampai Nafsu membelenggu dirinya. Meski sebentar lagi merekan akan resmi menikah.
.
.
Atas rekomendasi mama Marimar, Acara Pernikahan Akmal dan Aneeta akan dilangsungkan disebuah hotel mewah berbintang yang terkenal dikota itu. Undangan juga telah disebar sesuai jadwal yang telah diatur.
Hari bahagia pun akan tiba, Ibu Niken dan Aneeta serta ketiga teman Aneeta sudah diminta menginap dihotel agar besok tidak harus kesulitan.
__ADS_1
Candaan dan godaan Ketiga teman Aneeta pun memenuhi kamar pengantin yang sedang dihias oleh beberapa pekerja.
Bahkan Ibu Niken turut andil bercanda dengan mereka sambil menemani Aneeta.
.
.
Dikamar Akmal, Malah sepi sekali. Iya, Akmal memang tidak memiliki teman laki-laki dekat.
Mama Marimar masuk kekamar Akmal lalu memeluk putranya dari belakang. Pasti rasa sedih yang kini dirasaka. Akmal Mengingat sang papa yang belum merespon pesan darinya.
"Ma..Aku mau menikah.."Ucap Akmal seraya membalikkan tubuhnya.
"Iya Nak.. Mama akan selalu mendukungmu.. Kau menunggu restu papa ya ??" Balas Marimar.
"Aku sebenarnya membenci dia ma.. Tapi aku tidak bisa memungkiri jika dia adalah orangtuaku.."Timpal Akmal. Didepan sang mama lah Akmal bisa mengungkapkan kesedihannya.
"Sudah...jangan sedih, mama akan membantumu sayang.. Besok hari bahagiamu, Kau tidak boleh sampai terlihat jelek karna banyak menangis.."Hibur marimar seraya mengusap punggung putra semata wayangnya itu.
.
__ADS_1
.