Cinta Sedarah

Cinta Sedarah
Tidak harus begitu


__ADS_3

.


.


Keesokan paginya, Aneeta sudah kembali beraktivitas seperti biasa. Pagi ia gunakan untuk kuliah dan saat pulang Aneeta membantu sang Ibu ditoko kue mereka.


"An, kau langsung pulang ??" Tanya Caca saat mereka keluar dari Kampus.


"Iya.. Kasihan Ibu, pesanan kue banyak soalnya.."Balas Aneeta.


"Ok deh, Mau diantar ??" Tawar Mely. Baru saja Aneeta hendak menjawab, terdengar bunyi klakson mobil yang mengarah pada mereka.


Semua mata tertuju pada mobil mewah Akmal. Tak lama Akmal turun dari mobilnya dan langsung melambaikan tangan kearah Aneeta.


Aneeta pun segera membalas. "Maaf ya, Ternyata Akmal.jemput. Aku duluan bye.."Aneeta melambaikan tangan kearah 3 temannya.


"Iya..iya.."Caca membalas dengan senyuman mereka.


"Sudah keluar dari tadi ya ??" Tanya Akmal.


"Tidak. Baru saja.. Kau memang tidak sibuk dikantor ??" Tanya Aneeta balik.


"Masih ada celah sedikit. Ayo.."Ajak Akmal seraya tersenyum lebar, Ia membukakan pintu mobil untuk Aneeta lalu kemudian ia segera memutari Mobil menuju kursi kemudi dan mobilpun segera pergi dari sana.


.


.

__ADS_1


Sepanjang jalan pulang, Aneeta sibuk dengan materinya dalam berkas. Akmal bisa mengerti sebab Aneeta akan melakukan skripsi akhir yang menentukan lulus tidaknya ia nanti.


"Apa kau kesulitan ?? Mau aku bantu ??" Tawar Akmal.


Aneeta menatap sekilas Akmal dengan senyumannya. "Iya..Sepertinya aku butuh bantuanmu."


"Bagaimana jika aku yang kerjakan skripsimu ??" tawar Akmal lagi.


"Tiak harus begitu sayang..Jika kau yang kerjakan nilainya berarti menjadi nilaimu. Dan Dosen pasti sangat terkejut bagaimana aku berubah jenius.."celetuk Aneeta hingga menimbulkan gelak tawa Akmal.


"Itu kan tidak masalah. Yang penting kau lulus. Kita akan segera menikah jika kau lulus.."Balas Akmal.


"tetap jangan. Otakku memang tidak sepintar dirimu, tapi jika hanya skripsi aku masih bisa menyelesaikannya."Timpal Aneeta. Akmal hanya menatap dengan senyumannya. Kekasihnya memang bukan wanita yang gampang menyerah.


.


.


"Baiklah.. Lain kali jika memang kau masih banyak pekerjaan tidak usah jemput tidak apa-apa.. Aku bisa naik taksi atau diantar anak-anak."Tutur Aneeta.


"Iya..iya.. Masuk sana.." Lambaian tangan Aneeta mengiringi kepergian Mobil Akmal.


Aneeta pun segera masuk kedalam toko, Terlihat banyak sekali pelanggan yang datang. Aneeta tak istirahat. Ia langsung melayani tamu membantu Chika pelayan ditoko kue Ibu Niken itu.


.


.

__ADS_1


Dering telfon toko membuat Aneeta segera mengangkatnya, Karna Chika sedang mengurusi pembayaran para pelanggan.


"Halo.. Selamat sore dengan Niken Bakery. Ada yang bisa dibantu ??" Sapa Aneeta dengan ramah.


"Saya yang kemarin pesan Kue ulangtahun. Nama saya Haidar "Suara berat pria terdengar.


"oww.. Iya pak, ada apa ya ?? Bukannya masih besok kan kuenya ??" Balas Aneeta


"Iya.. Tapi, saya bisa minta tolong.."Balas Haidar..


"Saya masih diluar kota. Dan kemungkinan saya besok pulang sedikit sore, Tidak akan sempat mengambil kuenya. Bisa tidak anda mengantarkan Kue pesanan saya ?? Emm.. Saya akan tambah ongkir dan biaya penanganan lainnya."Terang Haidar.


"Begitu ya.. Baiklah, Bisa pak. Anda kirim saja alamat lengkapnya. Jadi besok mau diantar jam berapa ya ??" Tanya Aneeta seraya mulai mencatat agar tidak lupa.


"Antarkan sekitar pukul 3 sore. Anak saya pasti sudah menunggu. Alamatnya, jalan Cendana no.23."Jawab Haidar.


Aneeta mencatatnya dengan Benar. "Baik saya ulang ya pak. Kue Ulangtahun dengan tulisan ucapan, Dikirim besok, Sekitar pukul 3 sore dialamat, Jalan Cendana No.23."


"Iya. Benar. Terima kasih atas kebijakannya."balas Haidar


"Sama-sama pak.."Aneeta segera mengakhiri panggilannya. Ia mengambil kertas yang mana akan diitulis diatas kue pesanan Haidar tadi.


"Anak-anakku ?? Apa mungkin pria itu anaknya lebih dari satu ??" Gumam Aneeta seraya menuju dapur Kue membantu sang Ibu.


.


.

__ADS_1


__ADS_2