CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
11. KASIH SAYANG BUNDA LOLA DAN AYAH DION / HARI PERTAMA DI KAMPUS


__ADS_3

Keesokan harinya mereka semua sudah berangkat ke Jakarta dan bertemu di bandara. Hilya dan Syifa mulai berpelukan saling melepas rindu, Hilya juga melepaskan rindunya dengan bik Murni.


mereka pun menuju ke rumah yang sudah di beli oleh om Dion, rumah yang begitu mewah membuat Hilya dan Syifa takjub.


mereka pun mulai membereskan barang-barang mereka ke kamar masing-masing. Hilya dan Syifa tidur di kamar yang berbeda yang bersebelahan.


selama di jakarta Hilya juga sudah memanggil tante Lola dengan sebutan bunda sedangkan om Dion dengan sebutan ayah. keduanya begitu senang mendapatkan panggilan seperti itu dari Hilya.


keesokan harinya tante Lola dam om Dion pun membawa Hilya dan Syifa untuk datang ke kampus, mereka mengambil jurusan yang sama.


tiga bulan kemudian, mereka sudah harus mengikuti ospek di kampusnya.


"Yah anterin kami cepat ya, nanti telat" ucap Hilya sambil minum susu


"kan ada mang Firman sayang" ucap ayah Dion


"hari pertama boleh gak ayah antar" ucap Hilya


"ya udah deh sayang, hari ini ayah antar" ucap Ayah Dion yang memang sekarang sudah menjadi ayah angkat untuk Hilya


"bunda senang banget, akhirnya bunda bisa merasakan menjadi orang tua" ucap bunda Lola


"bunda dan ayah memang orang tua yang sangat baik, makasih udah ada untuk Hilya selalu" ucap Hilya


"iya tante dan om ini emang best orang tua, makanya sahabat aku ini udah bahagia sekarang" ucap Syifa yang masih manggil bunda Lola dan ayah Dion dengan sebutan tante dan om.


"yaudah ayok kita berangkat" ucap ayah Dion.


"bik tolong bereskan ini ya, saya berangkat dulu" ucap bunda Lola pada bik Murni yang juga ikut sarapan bersama.


"iya Mbak" sahut bik Murni.


mereka pun berangkat. bunda dan ayah mengantarkan Hilya dan Syifa terlebih dahulu baru mereka ke kantor. sekitar 20 menit perjalanan mereka pun sudah sampai di kampus.


"bun, yah, Hilya masuk dulu ya" ucap Hilya yang bersalaman dengan orang tua angkatnya.


"iya sayang yang semangat ikut ospeknya" ucap bunda Lola


"iya bun" sahut Hilya


"tante, om, Syifa juga masuk dulu" ucap Syifa


"iya semangat ya" ucap bunda Lola.


mereka pun masuk ke area kampus dan melihat maba yang begitu banyak.


"wih banyak juga ya maba di sini" ucap Hilya


"ya pasti lah Hil, ini kan salah satu kampus elite" ucap Syifa


"ya udah yuk gabung sama maba jurusan kita" ucap Hilya dan di anggukin oleh Syifa.


mereka berdua pun bergabung dengan maba yang memakai karton warna hijau yang bertuliskan nama mereka masing-masing.


acara ospek pun di mulai, mereka mulai di arahkan oleh kating mereka. saat kating tersebut naik ke atas panggung kecil untuk berbicara semua mahasiswa yang lebih tepatnya yang cewek pada senyum dan berbisik-bisik.


"itukan kating yang paling terkenal di kampus ini" ucap salah satu maba


"iya Zidan Mahardika kating paling tampan dan sangat populer di kampus ini" sambung yang lain


"katanya lagi dia itu punya geng gitu, kalau gak salah namanya geng Orthtrosyang terdiri dari kak Zidan sebagai ketua dan kak Alan sebagai wakilnya, sedangkan kak Fajar dan kak Rifi anggotanya" sambung maba lain lagi


namun tidak dengan Hilya dan Syifa mereka hanya terdiam menyimak setiap perkataan dari maba-maba tersebut.


"sekarang gue bakal bagiin kalian kelompok, dan satu kelompok terdiri dari tiga orang" ucap kating tersebut yang namanya dari tadi jadi bahan gosip maba yaitu Zidan.


"dan kelompok selanjutnya, Hilya Aska, Asyifa Zahara dan Abian Ferdiansyah" ucap Zidan yang membuat Hilya terkejut dan langsung menatap Syifa di sampingnya.


"Hai Hilya, Syifa" ucap Abian di belakang mereka sambil tersenyum


"Hil udah lama ya gak ketemu" ucap Abian


"oke semuanya sudah ada kelompok, sekarang tugas kalian cari amplop yang sudah di kasih lebel warna hijau, dan jika sudah ada maka kalian harus kasih stempel ini pada amplop tersebut" ucap Zidan lagi

__ADS_1


Hilya mengambil stempel yang di bagikan kemudian mereka langsung mencari amplop tersebut.


"Hilya tunggu bentar aku mau ngomong" ucap Abian yang menarik tangan Hilya


"apaan sih kamu" ucap Syifa yang menepis tanga Abian yang menarik tangan Hilya


"aku mau ngomong bentar sama Hilya" ucap Abian


"sayang" ucap Disa yang memanggil Abian


"eh Hilya kamu di sini juga" tanya Disa


"Hilya" panggil Kia dan Fia bareng


"hai" sapa Hilya sambil tersenyum kearah Fia dan Kia.


"Syifa yok" ucap Hilya


"kita duluan ya, mau nyelesein misi dulu" ucap Syifa dan pergi menarik Hilya


"sayang kamu satu kelompok sama dia" tanya Disa


"eh iya, aku mau nyelesein misi dulu ya" ucap Abian dan pergi.


"apa Abian mau deketin Hilya ya" tanya Disa


"jangan berpikir yang aneh deh" ucap Kia yang kemudian juga pergi.


Hilya dan Syifa pun sudah mendapatkan banyak amplop, Abian terus mengajak Hilya untuk ngomong berdua. Hilya dan Syifa pun berlari dari Abian.


brukkkk Hilya menabrak Zidan saat berlari


"aduh kak maaf gak sengaja" ucap Hilya sedangkan Zidan hanya menatap Hilya.


"makanya jangan lari-lari dong, di kejar setan lo berdua" ucap Alan


"iya kak kita di kejar sama setan paling bahaya" ucap Hilya


"dih ada gitu setan jam segini" ucap Fajar


"Hilya" teriak Abian yang masih mengejar Hilya.


"nah tuh kan setannya udah manggil" ucap Hilya yang kemudian berlari.


Zidan pun menarik tangan Hilya dan masuk ke ruangan khusus mereka alias markas mereka di kampus, sedangkan Alan menarik tangan Syifa dan membawanya lari ke lorong belakang kampus.


"eh kak numpang nanya, tadi ada lewat dua cewek gak di sini" tanya Abian pada Fajar dan Rifi.


"lo nanya sama gue?, gak lihat" sahut Rifi yang notabennya memang judes


"songong banget jadi kating" ucap Abian dan pergi


di dalam ruangan Hilya kesel karena langsung di tarik ke dalam.


"aduh kak apaan sih narik-narik, sakit tau" ucap Hilya yang mengusap tangannya


"dih diam lagi, nih orang apa cuma bisa ngomong di mic doang ya" ucap Hilya pelan namun masih bisa di dengar.


"udahlah kak, saya mau keluar byee" ucap Hilya dan pergi dari ruangan tersebut.


Zidan hanya tersenyum smirk melihat kepergian Hilya. sedangkan Syifa di tarik oleh Alan ke lorong belakang kampus. Alan memeluk Syifa untuk bersembunyi dari kejaran setan yang mereka bilang.


"aduh ngapain sih peluk-peluk" teriak Syifa


"dih ni anak udah di tolongin bukan bilang makasih malah teriak-teriak" ucap Alan


"siapa yang butuh di tolongin kakak, yang di kejar tuh sahabat saya Hilya, bukan saya kakak" ucap Syifa


"mana gue tau, yang lari-lari lo berdua" ucap Alan


"udah ah minggir" ucap Syifa yang kemudian hampir jatuh dan di tangkap oleh Alan


"aaa" teriak Syifa yang hampir jatuh, Alan menatap Syifa sambil tersenyum

__ADS_1


"aaa lepasin udah dua kali ya kakak peluk-peluk saya" ucap Syifa


"dih percaya diri banget lo" ucap Alan


"heh kak hati-hati kalau mau meluk cewek yang bukan muhrim Allah Maha Melihat" ucap Syifa dan kemudian pergi


"dih dalam banget tuh omongan bocah" ucap Alan yang menatap kepergian Hilya.


saat Syifa sedang berjalan ke tempat tadi mereka ketemu kating dan dia malah bertemu Abian di lorong kampus.


"Syifa, Hilya mana?" tanya Abian


"kamu mau apa lagi sih, udah deh jangan ganggu Hilya lagi" ucap Syifa yang kesal


"aku cuma mau ngomong bentar sama dia" ucap Abian


"ngomong bentar?, terus kamu kasih harapan lagi ke dia?, udahlah Bian kamu gak usah ganggu Hilya lagi udah cukup dulu kamu kecewain dia, kamu phpin dia." ucap Syifa


"lagian cewek kamu juga kuliah di sini, aku gak mau dia salah paham dan nyalahin Hilya" ucap Syifa yang ingin pergi kemudian di tahan lagi oleh Abian.


"Syifa-Syifa aku mohon please, biarin aku ketemu sama Hilya" ucap Abian


"kamu tuh kalau di bilangin ngeyel banget ya, jangan ganggu Hilya lagi Abian, kamu tuh udah buat dia kecewa, kamu udah nyakitin perasaan dia, tuli ya" ucap Syifa dan pergi meninggalkan Abian.


"ohhh drama cinta di SMA dulu" ucap Alan yang mendengar semuanya.


Syifa menghampiri Hilya.


"Hilya" panggil Syifa


"kamu kemana aja atuh, kok malah misah dari aku" ucap Hilya dengan suara cempreng nya


"aku di tarik sama siluman tuh" ucap Syifa yang melirik kearah Alan


"sama tadi aku juga di tarik sama siluman salju" ucap Hilya pelan dan melirik kearah Zidan.


"ngapain masih di sini, sana balik ke lapangan" ucap Zidan


"dih ngusir, dasar Olaf" ucap Hilya yang membuat Fajar, Alan dan Rifi menahan tawanya


"lo ngomong apa tadi?" tanya Zidan


"OLAF wleeeekkk" ucap Hilya yang mengejek Zidan dan kemudian lari menarik Syifa.


"hahahahhah OLAF" ucap Fajar dengan tawa pecahnya.


"diam lo" ucap Zidan


"dingin banget sih lo, sampe di sebut olaf sama maba" enek Alan


"ah berisik lo pada, ayok balik ke lapangan" ucap Zidan


"lumayan yang itu sih Dan dari pada si menor yang suka ngejar-ngejar lo" ucap Rifi


mereka pun kembali kelapangan lagi. di sana mereka sudah berkumpul di lapangan, Alan melihat kearah Hilya dan Abian kemudian teringat kembali percakapan Syifa dan Abian tadi.


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2