
Di saat Disa menangis, tiba-tiba pintu menuju roof top terbuka kembali.
Klekkkkk pintu terbuka membuat Disa terkejut dan langsung menghapus air matanya.
"Nih sapu pake ini aja" ucap orang tersebut yang ternyata Nando.
"Kamu lagi" ucap Disa.
"Lo udah dengarkan kalau hilya masih anggap lo sahabat" ucap Nando yang duduk di samping Disa.
"Kamu suka sama Hilya ya?, kok kamu mau belain Hilya terus sih di depan aku" ucap Disa
"Engga, gue gak suka Hilya. Gue gak mau aja lo sampai di selimuti rasa benci terhadap sahabat lo sendiri hanya karena cowok yang gak gentle kayak Bian" ucap Nando
"Terserah sih kalau lo mau terusan kek gini, cuma ya kalau saran gue, lo mending baikan sama Hilya dan yang lainnya. Emangnya lo mau jadi tumbal dari Tamara geng itu" ucap Nando lagi.
"Ya udah deh gue cabut dulu" ucap Nando yang sudah berdiri.
"Oh ya satu lagi, gue sukanya bukan sama Hilya tapi sama sahabatnya Hilya yang lagi suka menyendiri" bisik Nando pada Disa dan kemudian langsung pergi.
Nando pergi dengan tersenyum dan meninggalkan Disa yang masih mencerna perkataan dari Nando.
"Cowok itu kenapa sih, gak jelas banget" ucap Disa
"Tapi benar kata dia, Hilya masih anggap aku sebagai sahabatnya. Aku bakal minta maaf deh nanti sama mereka" ucap Disa yang akhirnya juga turun dari roof top.
Hilya, Syifa, Fia dan Kia duduk di kantin
"Gimana kalian ketemu gak sama Disa?" tanya Hilya.
"Kita engga" sahut Fia
"Iya padahal kita udah nyari di taman sama perpus juga" sambung Fia.
"Aku juga sama, tapi kata salah satu mahasiswi di jurusan Sastra, Disa habis di bully gitu, tasnya di buang ke tong sampah sama Laras dan Ulfa kalau gak salah" ucap Syifa.
"Ya ampun kasian banget ya Disa, sekarang dia di mana ya" ucap Hilya dengan raut wajah sedih.
"Kalau seandainya Disa mau, aku bisa kok bantuin dia supaya pindah ke jurusan kita aja, dari pada di sana di bully sendiri" ucap Fia
"Pasti bakal seru kalah kita bareng lagi" ucap Kia.
"Boro-boro mau bareng lagi, dia ketemu kita aja ngehindar" ucap Syifa.
Hilya dan yang lainnya sibuk membahas tentang Disa, tiba-tiba geng Orthtros datang dan menghampiri mereka.
"Zidan" ucap Tamara yang memeluk lengan Zidan saat ingin menghampiri Hilya
"Apaan sih" ucap Zidan cuek sambil menarik tangannya.
"Zidan lunch bareng yok" ucap Tamara dengan nada manja
"Lo siapa?" tanya Zidan yang langsung meninggalkan Tamara
__ADS_1
"Lo siapa" ucap Fajar yang mengejek Tamara sebelum mereka pergi.
"Ih nyebelin banget sih" ucap Tamara yang menghentakkan kakinya.
"Kok Zidan lebih milih tuh cewek sialan sih" ucap Tamara
"Tau tuh, lebih juga lo kemana-mana" ucap Rosa
"Ya, gue setuju. Tamara lebih dari lebih, jadi gak ada yang bisa nandingin lo" Sambung Vina.
"Kok makan gak ngajak gue" ucap Zidan pada Hilya yang membuat ketiga sahabat Hilya tersenyum.
"Gue boleh gabung" ucap Abian yang menghampiri Hilya juga.
"Sayang kamu duduk di sini" ucap Hilya yang menarik tangan Zidan untuk duduk di sampingnya.
"Kok lama banget sih keluarnya, aku kan udah laper banget" ucap Hilya dengan nada yang manja pada Zidan dan membuat Abian kesal.
"Kenapa gak makan duluan?" tanya Zidan
"Pengen makan bareng kakak" ucap Hilya
"Eheuuumm gue boleh duduk di sini?" tanya Abian lagi
"Bang gue gabung di sini ya" ucap Nando yang tiba-tiba datang dan langsung duduk
"Bang?, maksudnya?" tanya Kia.
"Zidan sepupunya Nando" ucap Fajar
krrrrrrttttt suara kursi yang di tarik oleh Abian.
"Eh Bian sorry ya, lo kalau mau duduk boleh ambil kursi lain gak, soalnya di sini buat teman gue" ucap Nando yang menahan Abian duduk di sampingnya
"Tapi aku duluan, taman kamu kan belum datang" ucap Abian
"Tuh dia udah dateng" ucap Nando
"Disa di sini" teriak Nando
"Disa" ucap Hilya, Syifa, Kia dan Fia barengan sambil tersenyum.
Disa berjalan kearah Nando dengan menundukkan kepalanya, tiba-tiba Tamara geng kembali mem-bully dia.
"Guys lihat deh tukang fitnah datang" teriak Tamara
"Iya nih, Hati-hati ya sama dompet kalian nanti bisa di curi terus di masukin deh ke saku orang lain" ucap Vina.
"Jaga-jaga ya guys" teriak Rosa
"Huuuuuuuu" sorak semua orang yang ada di kantin kecuali yang duduk di meja Hilya.
"Lo masih berani kuliah di sini" ucap Tamara yang mendekati Disa
"Ya beranilah Tamara, tukang fitnah kayak dia mana ada takut ataupun malu" ucap Vina.
__ADS_1
"Kak Vina kamu ya nyuruh aku buat fitnah Hilya, itu semua rencana kamu" ucap Disa yang berusaha membela dirinya.
"Tuh kan guys, kalian denger gak, sekarang dia malah mau fitnah aku" teriak Vina
"Lagian kalau gue yang nyuruh, apa untungnya buat gue" ucap Vina lagi
"Banyak untungnya buat kakak, kakak gak mau kan Hilya nandingin kak Tamara, makanya kakak mau fitnah Hilya" ucap Disa
"Heh berani banget lo ngebalikin fakta ya" ucap Vina
"Aku gak ngebalikin fakta..." ucap Disa namun langsung di sela oleh Nando
"Makan aja yuk, gak usah ladenin mereka" ucap Nando yang menarik Disa.
"Di kamu duduk di sini" ucap Nando
"oh ya udah pada pesan makanan belum" tanya Nando
"Udah kok" sahut Kia
"Buat Disa juga udah" sahut Hilya yang tersenyum dan membuat Disa melihat kearahnya.
"Ma...makasih ya" ucap Disa yang gugup.
"Zidan kok kamu ngizinin dia duduk satu meja sama kamu sih" ucap Tamara yang datang ke meja Hilya
"Heh Zidan li gak ingat, nih cewek yang udah jahatin pacar kamu itu" ucap Vina yang membuat Disa menundukkan kepalanya
"Benar kata mereka, Hil seharusnya kamu memang jauhi dia" sahut Abian yang juga masih berdiri di sana.
"Eh Abian kamu diam deh, gak ada yang minta pendapat kamu" ucap Syifa
"Kamu gak ingat dulu Syif, gimana Hilya nangis gara-gara dia" ucap Abian lagi
"Heh, kamu teh sadar ya, yang menjadi biang masalah kita dulu tuh kamu, kamunya aja yang sasimo, Hilya kamu dekati, Disa kamu pepetin" ucap Fia
"Tapikan dia duluan yang.....ucap Abian yang kemudian terhentikan karena suara gebrakan meja
Brakkkkkk......
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...