CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
KONDISI NANDO DAN AMARAH ZIDAN


__ADS_3

Zidan dan Hilya langsung memakai gaun protektif pembesuk ICU yang diberikan oleh perawat, setelah itu keduanya langsung masuk ke ruangan ICU.


Saat masuk ke dalam ruangan ICU betapa terkejutnya Zidan saat melihat kondisi Nando, yang terbaring tak berdaya dengan kepalanya di atas ranjang pasien dengan kepalanya yang perban, lehernya yang dipakai penyangga dan alat-alat medis yang sudah di pasang pada tubuhnya.



Zidan gemetar melihat kondisi Nando. Hilya yang melihat Zidan gemetar menggenggam tangan Zidan dengan kuat.


"Siapa yang udah buat lo gini Nan" ucap Zidan dengan air matanya yang mengalir dan Hilya terus mengelus-ngelus pundak Zidan


"Bilang sama gue siapa yang udah buat lo gini" ucap Zidan dengan nada suara yang tinggi.


"Bangun Nan, bangun. bilang sama gue sekarang siapa yang udah buat lo gini. Gue bakal habisin mereka, gue buat mereka pindah alam sekalian" ucap Zidan yang terus menggoyangkan tubuh Nando.


"Sayang udah, kasian Nando" ucap Hilya yang mencoba menghentikan aksi Zidan.


"Gak sayang gak, dia harus ngomong sama aku siapa yang udah buat dia begini. Nando bangun gue bilang, kasih tau sama gue" ucap Zidan dengan air mata sudah bercucuran di pipinya.


"Kita keluar sekarang" ucap Hilya yang menarik tubuh Zidan keluar.


"Gak aku harus tanya siapa yang udah buat dia begini" ucap Zidan yang sudah berhasil ditarik keluar ICU oleh Hilya.


"Zidan kamu kenapa" tanya mama Rena yang melihat Hilya menarik Zidan.


"Ma, aku cuma mau tanya sama Nando, siapa yang udah buat dia begini" teriak Zidan yang terlihat jelas sedang menangis.


"Zidan,, Nando sedang koma nak, dia gak akan bisa menjawab pertanyaan kamu" ucap Mama Rena yang juga menangis.


"Gak ma, Zidan bakal paksa Nando untuk jawab" ucap Zidan.


"Zidan sudah cukup, papa gak pernah ajarin kamu begini" ucap papa Dika.


"Tapi Nando terbaring lemah dengan kondisi kritis pa, aku bakal balas semuanya" teriak Zidan


"Maaf Pak ini rumah sakit, jadi tolong kondisikan suaranya" ucap salah satu perawat yang menghampiri mereka.


"Agghhhh" teriak Zidan.


"Lo ikut gua" ucap Alan yang menarik Zidan.


"Bunda, ayah, tante, om Hilya tenangin kak Zidan dulu ya" ucap Hilya dan kemudian pergi.


geng Orthtros, Hilya, Syifa, Fia dan Kia pergi mengikuti Alan yang menarik Zidan keluar rumah sakit. Sedangkan bunda, ayah termasuk Julian menenangkan mama dan papa.


Alan terus menarik Zidan sampai keluar rumah sakit.



"Lepasin gue bang.. sat" ucap Zidan yang mendorong Alan.


"Lo gila?, kalau lo buat keributan yang ada lo bakal di usir dari sini" bentak Alan.


"Lo gak lihat gimana kondisi Nando, dia sepupu gue Lan. Gue gak terima lihat dia begini" bentak Zidan pada Alan.


"Kak Zidan udah" ucap Hilya yang baru datang.


"Gue bakal bunuh mereka yang udah buat Nando begini, gua bakal cari mereka" teriak Zidan.


"Kita juga bakal bantuin lo, tapi dengan lo begini lo makin buat mama lo dan yang lainnya tambah panik" ucap Alan.


"Kontrol emosi lo dulu, soal balas dendam lo gak sendiri" ucap Rifi dengan tatapan tajam

__ADS_1


"Gua juga bakal bantai semua orang yang buat Nando gini" sahut Fajar dengan tatapan tajam.


"Kita semua bakal bantuin lo. Tapi kalau lo emosi gini gak akan menyelesaikan apapun" ucap Alan lagi.


"Sepupu gue di keroyok an...je.ng.. , sepupu gue di keroyok sama brengsek-brengsek sia..lan itu sampai koma dan kritis gimana gue bisa tenang" bentak Zidan.


"Kak udah, kak Zidan gak boleh begini" ucap Hilya yang mencoba menenangkan kekasihnya.


"Lo diam" bentak Zidan tanpa sadar yang membuat semuanya terkejut termasuk Hilya.


"Ma.. maaf" ucap Hilya yang menundukkan kepalanya karena air mata sudah keluar.


"Hey.. Sa.. sayang aku minta maaf" ucap Zidan yang sadar telah membentak gadis yang ia cintai.


"A.. a...aku pergi dulu" ucap Hilya yang ingin pergi namun di tahan oleh Zidan.


"Jangan pergi. Aku mohon maafkan aku" ucap Zidan yang kemudian menjambak rambutnya sendiri.


"Aku.. aku gak sadar ngebentak kamu, aku hanya lagi emosi sekarang. Aku mohon maafkan aku dan jangan tinggalkan aku" ucap Zidan yang menangis frustasi.


"Hey...sayang ,kamu gak boleh tinggalin aku" ucap Zidan yang memegang kedua pipi Hilya.


Hilya menganggukkan kepalanya yang membuat Zidan langsung memeluknya dan mencium kepala Hilya berkali-kali.


"Makasih,,, makasih sayang" ucap Zidan yang memeluk Hilya dan mencium pucuk kepala Hilya.


"Aku benar-benar butuh kamu sekarang, aku minta maaf" ucak Zidan yang masih memeluk Hilya dengan erat.


"Hil, di depan ada kafe, mending lo bawa Zidan dulu ke sana biar dia lebih enang" ucap Alan dan di anggukan oleh Hilya.


Hilya langsung membawa Zidan pergi.


"Gue bakal minta bantuan bokap gue buat selidiki semuanya" ucap Fajar.


"Gue gak bakal biarin si pelaku hidup tenang, dia harus membayar air mata yang keluar dari dari mata ketua geng Orthtros" sahut Rifi dengan tatapan tajam.


Di sisi lain Hilya sudah membawa Zidan ke kafe yang berada di seberang rumah sakit.



"Duduk dulu" ucap Hilya yang sudah duduk namun Zidan masih berdiri menatap Hilya.


"Sayang duduk dulu cepat" rengek Hilya yang berhasil meluluhkan hati Zidan.


"Kita balik ke rumah sakit aja ya" ucap Zidan dengan wajah lesu.


"Kakak tenangin diri kakak dulu baru kita balik ke rumah sakit" ucap Devinka.


"Aku pesan minuman yang bisa bikin kakak tenang oke" ucap Hilya.


"Mas" panggil Hilya yang membuat Zidan menatap Hilya.


"Kamu panggil apa tadi? " tanya Zidan.


"Mas,,, aku mau pesan" ucap Hilya yang kebingungan.


"Aku aja yang panggil orangnya kamu diam" ucap Zidan.


"Mas" teriak Zidan sambil mengangkat tangannya.


"Mau pesan apa? " tanya Pelayan itu dengan ramah dan terus menatap Hilya.

__ADS_1


"Coklat hangatnya ada? " tanya Hilya sopan.


"Ada mbak" ucap Pelayan itu yang tersenyum kearah Hilya dan terus menatap Hilya sehingga membuat Zidan kesal.


"Sayang aku haus" ucap Zidan yang menatap pelayan itu dengan tatapan mematikan.


"Ya udah saya pesan coklat hangat satu dan jahe hangat satu buat calon suami saya" ucapan Hilya yang juga risih tegur ditatap oleh pelayan tersenyum.


"Sayang aku gak suka air jahe" ucap Zidan.


"Kamu coba dulu sayang, itu bisa bikin pikiran kamu tenang" ucap Hilya.


"Gak mau" ucap Zidan.


"Coba dulu, kalau gak enak aku yang minum" ucap Hilya.


"Nanti kamu minum punya aku" sambung Hilya yang membuat Zidan terdiam pasrah.


"Ini aja mbak? " tanya pelayan itu yang masih menatap Hilya.


"Iya, itu aja" ucap Hilya.


"Kalau begitu tunggu sebentar ya mbak" ucap pelayan itu yang terus mencari perhatian Hilya.


Pelayan itu pun pergi menuju tempat pesan air.


"Berdiri bentar lagi aja di sini udah aku colok tuh matanya" ucap Zidan kesal.


"Udah namanya orang kerja, gak boleh gitu dong, kan dia pelayan di sini" ucap Hilya.


"Terus sekali pelayan natap nya cuma kamu doang gitu" ucap Zidan yang cemberut.


"Kan udah dibilangin calon suami tadi" ucap Hilya.


"Nah itu kamu udah bilang akunya calon suami kamu, masih aja matanya gitu" ucap Zidan.


"Mbak... mbak.. mbak" ucap Zidan dengan menirukan pelayan tadi dengan nada ejekan.


"Sudah dong" ucap Hilya yang tersenyum tak habis pikir dengan pacarnya.


"Huhffff.....


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2