
Di mobil papa Dika, mama Rena meminta papa Dika untuk membatalkan kerjasama dengan Irwanto.
"Pa, sebaiknya kita batalkan saja kerjasama dengan Irwanto" ucap mama Rena.
"Mama kasian sama Hilya pa, anak malang itu sudah lama memendam kepahitan dalam hidupnya" sambung mama Rena.
"Papa juga setuju ma, papa gak mau melihat Dion terbeban juga karena ada pak Irwan di dalam bisnis kita" ucap papa Dika.
"Nanti papa akan langsung menelpon pak Irwan" sambung papa Dika.
"Iya Pa" ucap mama Rena.
"Tapi pa, sadar gak sih?" tanya mama Rena
"Sadar apa? " tanya papa Dika
"Selama kenal dengan Hilya, Zidan jadi berubah. Dia menjadi orang yang lebih bertanggung jawab dan juga tidak sering membuang waktunya untuk bermain di luar lagi" ucap mama Rena.
"Iya ma, papa juga mikir gitu. Semoga aja Zidan bisa menjadi anak dengan pribadi yang lebih baik dan tambah dewasa" ucap papa Dika.
"Iya pa" sahut mama Rena.
Sedangkan di mobil Zidan, Zidan fokus menenangkan Hilya yang lagi sedih.
"Jangan nangis lagi dong" ucap Zidan
"Lo tuh kalau nangis jelek Hilya,..., gak ada cantik-cantiknya" ucap Zidan lagi.
"Kok kak Zidan malah bilang aku jelek sih" ucap Hilya yang kesal.
"Kan aku ngomong jujur Hil, lo kalau nangis jelek banget" ucap Zidan lagi.
"Ihhh plakkk... plakkk" teriak Hilya dan memukul lengan Zidan
"Awwww sakit" ucap Zidan.
"Habisnya resek sih, kan aku lagi sedih kakak" teriak Hilya yang cemberut.
"Ya kan gue jujur Hil" ucap Zidan.
"Dari pada orang lain yang bilang mending calon suami sendiri ya kan" ucap Zidan lagi.
"Resek banget sih" ucap Hilya yang kesal
"Senyum dong, jangan cemberut" ucap Zidan.
"Gak" sahut Hilya
"Please..., gue kangen senyum lo" ucap Zidan yang terus membujuk Zidan.
"Ihhh apaan sih" ucap Hilya yang tambah kesal.
Criiiiiiittttt..... Zidan menghentikan mobil secara mendadak.
"Ihhh kak Zidan" ucap Hilya.
"Senyum dong" rengek Zidan yang membuat Hilya terkejut karena baru pertama kali melihat Zidan begini.
"Kakak sehatkan? " tanya Hilya
"Eummm" jawab Zidan dengan mengangguk-anggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Gue pengen Lihat lo senyum dan ketawa doang, gak nangis ataupun sedih" ucap Zidan dengan nada manja.
"Ayo dong, masa lo nggak mau sih nurutin kemauan gue. Gue aja mau nurutin kemauan lo buat ngeadopsi Julian jadi adik gue" ucap Hilya.
"Hilya... " rengek Zidan
"Eummmm udah kan" ucap Hilya yang tersenyum paksa.
"Gak ih, gak ikhlas" ucap Zidan
"Ikhlas tau" ucap Hilya
"Gak" sahut Zidan
"Ya udah nihhh" ucap Hilya yang tersenyum.
"Gitu dong... cantik banget sih calon pacar aku" ucap Zidan yang mencubit pipi Hilya.
"Sini deh, gue mau ngomong serius sama kamu" ucap Zidan yang memegang kedua tangan Hilya.
"Kita kan sudah di jodohkan oleh orang tua kita, dan selama ini kita juga pacarannya cuma bohongan, jadi...." ucap Zidan yang masih memegang tangan Hilya.
"Hilya Aska, mau gak lo jadi pacar gue" ucap Zidan yang membuat Hilya terkejut dan juga salah tingkah.
"Kok lo diam? " tanya Zidan lagi.
"Sejak kapan kak Zidan suka sama Hilya?"tanya Hilya.
"Eummm sejak gue narik ko ke dalam ruangan geng Orthtros, gue gak pernah mau narik cewek ke sana, tapi gak tau kenapa waktu sama lo bawaannya gue pengen dekat lo aja terus" ucap Zidan yang sukses membuat wajah Hilya merah.
"Gue mau lo jadi pacar gue dan kelak jadi istri gue" ucap Zidan.
"Lah emangnya kenapa?, dari pada pacaran lama nikahnya sama orang lain" ucap Zidan lagi.
"Tapi aku gak mau ah sama kak Zidan" ucap Hilya yang menarik kedua tangannya dari Zidan.
"Kenapa? " tanya Zidan lesu.
"Males sama kak Zidan, masa iya nembak cewek paka kata lo, gue. " ucap Hilya dengan wajah cemberut dan membuat Zidan kembali tersenyum.
"Hilya Aska maukah kamu menjadi kekasih sekaligus istri untuk aku" ucap Zidan lagi sambil kembali memegang ke-dua tangan Hilya.
"Eummmm, ya aku mau" ucap Hilya yang pura-pura berpikir lalu langsung menjawab.
Zidan yang kesenangan langsung memeluk Hilya dengan erat.
"Makasih ya Hil, aku janji gak bakal nyakitin kamu ataupun buat kamu sedih" ucap Zidan yang memeluk Hilya.
"Aku percaya kok, kak Zidan gak akan pernah nyakitin aku, karena waktu aku sedih kak Zidan selalu ngehibur aku" ucap Hilya yang berada di pelukan Zidan.
"Pokoknya aku gak mau air mata turun lagi dari mata kamu yang indah ini. Aku gak mau lihat kamu sedih ataupun nangis lagi sayang" ucap Zidan.
"Makasih ya kak" ucap Hilya yang tersenyum.
"Hah, kok kak?, kan aku pacar sekaligus calon suami kamu, bukan abang ataupun kakak kamu" ucap Zidan yang mencubit pipi Hilya.
"Eummm Sayang" ucap Hilya
"Iya sayang" sahut Zidan.
"Oke sekarang udah gak ada lagi air mata, kita lewati semuanya bareng, aku bakal ada untuk kamu selalu. Dan sekarang kita pulang" ucap Zidan.
__ADS_1
"Makasih ya" ucap Hilya.
"Semuanya untuk kamu" ucap Zidan.
Zidan kembali menyetir mobilnya dengan satu tangan mengemudi dan satu tangan lagi menggenggam tangan Hilya. Di rumah bunda Lola dan ayah Dion, semuanya sudah berkumpul di sana, semuanya sudah sampai di sana.
"Mas kok Hilya belum sampai juga sih, kan duluan dia tadi pulang" ucap bunda Lola yang panik.
"Sabar sayang.... mungkin Zidan lagu ngehibur Hilya" ucap Ayah Dion.
"Iya La, kamu yang sabar. Aku yakin Zidan bakal jagain Hilya kok" ucap mama Rena.
"Bunda itu Hilya dan kak Zidan udah datang" ucap Syifa yang duduk bersama Alan.
"Hilya" ucap bunda Lola yang berlari ke arah Hilya.
"Hilya, sayang.. kamu gak apa-apakan? " tanya bunda Lola.
"Kamu gak usah pikirin masalah tadi, bunda dan ayah akan mempertahankan kamu sayang" ucap bunda Lola.
"Hilya udah gak pikirin masalah itu lagi kok bun, pokoknya Hilya hanya ingin bersama bunda dan ayah gak mau ikut siapapun lagi termasuk om Irwan" ucap Hilya.
"Sayang, ayah dan bunda sangat senang kamu memilih untuk tinggal di sini bersama kami, tapi kamu harus ingat satu hal, Irwan juga ayah kandung kamu, jadi kamu gak boleh memanggilnya dengan sebutan Om Irwan" ucap Ayah Dion.
"Hilya masih kecewa Yah" ucap Hilya.
"Dion biarkan dulu Hilya dengan nyamannya, jangan terlalu memaksa" ucap Papa Dika
"Baiklah, sekarang kamu istirahat ya" ucap Ayah Dion.
"Iya sekarang kamu masuk kamar, lalu mandi dan tidur. Kamu sudah terlalu lelah hari ini" ucap Hilya.
"Baik bunda, ayah" ucap Hilya yang tersenyum.
"Aku ke kamar dulu ya sayang" ucap Hilya yang berbalik badan kearah Zidan.
"Apa?, sayang?......
Hai...guys yok mampir ke cerita baru author
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...****************...
...****************...
...****************...
__ADS_1