
"Udah ah males dekat sama kak Rifi, gak ada ujungnya" sahut Fia yang cemberut dan membuat Fiat tersenyum.
"Aduhhh jam berapa sih sekarang, kok lama banget sih terang" ucap Fia.
"Perut laper, badan sakit semua karena jatuh, aduhh" ucap Fia yang ngedumel sendiri
"Bersyukur lo jatuh ke atas gue" ucap Rifi.
"Iya iya" sahut Fia.
"Oh ya kak, kenapa sih belakangan ini kita sering banget dapat masalah? " tanya Fia dengan wajah murung.
"Jadi ingat sama Disa dan Hilya sekarang" ucap Fia lagi.
"Gimana ya keadaan mereka?, apa Hilya sudah ketemu?, kondisi Disa gimana? " tanya Fia bertubi-tubi.
"Aghhhh aku jadi sahabat gak guna banget sih, dua sahabat aku lagi dalam kondisi gak baik, aku malah terjebak disini" ucap Fia yang sudah mengeluarkan air matanya.
"Tolol banget sih lo Fia" ucap Fia sambil memukul kepalanya dan tangannya langsung di tahan oleh Rifi.
"Gak ada yang mau terjebak di sini" ucap Rifi sambil memegang tangan Fia.
"Gue tau lo sedih, tapi gak pergi nyalahin diri lo sendiri" ucap Rifi lagi.
"Mau gimana lagi?, aku kangen sama momen kamu berlima saat berkumpul kayak dulu" ucap Fia yang memejamkan matanya sambil menyenderkan kepalanya di pohon dan air matanya yang mengalir di pipi.
"Jangan nangis" ucap Rifi sambil menghapus air mata Fia.
"Gue yakin persahabatan kalian bakal kali seperti dulu" ucap Rifi dengan lembut.
"Ini semua benar-benar karena Abian resek itu dia yang membuat persahabatan kami hancur" ucap Fia yang marah.
"Dan awas aja kalau terbukti dia dalang dari semua masalah ini, awas saja aku akan menghabisi dia" ucap Fia.
"Nanti gue bantuin lo buat ngabisin dia" ucap Rifi yang memegang kepala Fia.
Sudah hampir dua jam Fia dan Rifi menunggu kedatangan bantuan, pada akhirnya Zidan Alan dan Fajar menemukan dua orang yang mereka cari.
"Rifi, Fia" ucap Fajar.
"Syukur deh, akhirnya kalian datang juga" ucap Fia yang bersyukur.
"Oh ya gimana Hilya dan Disa? " tanya Fia dengan cepat.
"Hilya udah ketemu, Disa juga sudah mendingan mereka khawatir sama lo" ucap Fajar.
"Ya udah cepat buru kita balik, aku gak mau buat mereka khawatir lagi" ucap Fia yang berdiri dengan cepat.
Rifi yang melihat Fia pun hanya bisa tersenyum.
"Lagi lo berdua kol bisa sampai di sini? " tanya Alan yang membantu memapah Rifi.
"Di rumah nanti gue ceritain" ucap Rifi.
"Oh ya perusahaan om Dika lagi diambang kerugian tau" ucap Fajar.
__ADS_1
"Buntut dari masalah ini? " tanya Rifi dan mendapatkan anggukan dari Fajar dan Alan.
"Lo tenang aja Dan, kita semua termasuk keluarga kita bakal bantuin lo terus" ucap Rifi.
"Lagian gie udah gak terlalu peduli lagi, yang terpenting sekarang gue bisa bersama dengan Hilya aja dulu, gue udah gak peduli jika gue harus miskin" ucap Zidan.
"Aduh kak Zidan, jangan nyerah, aku yakin masalah ini pasti bakal terselesaikan" ucap Fia yang membuat Zidan tersenyum.
"Oh ya, ini kita langsung ke rumah sakit kan? " tanya Alan.
"Gak, gue mau ke rumah aja" ucap Rifi.
"Tapi lukanya kak? " tanya Fia.
"Cuma luka kecil" ucap Rifi.
Merekapun langsung menjual ke rumah ayah Dion, setelah melewati perjalanan yang cukup melelehkan akhirnya Rifi, Fia dan yang lainnya sampai ke rumah ayah Dion. Di sana semua orang sudah menunggu kedatangan orang yang seharian menghilang.
"Rifi" ucap mama Maira yang langsung memeluk Rifi saat keluar dari mobil.
"Fia" teriak Hilya, Syifa, Disa dan Kia yang langsung memeluk Fia.
"Dari mana saja kamu? " tanya mama Maira yang khawatir.
"Tau nih Fia, kita juga khawatir sama kamu tau" ucap Kia
"Ma, kita masuk dulu ya, nanti Rifi ceritain semuanya" ucap Rifi.
"Iya Maira sebaiknya kita masuk dulu" ucap bunda Lola.
"Dari mana saja kalian berdua?, apa yang terjadi? " tanya papa Niko.
"Itu kaki kamu kenapa luka? " tanya papa Arthur.
"Tau ampun Rifi ini kepada? " tanya mama Maira yang melihat luka di kaki Rifi.
"Ini gak apa-apa kok mah, cuma luka kecil" ucap Rifi.
"Aku akan ambilkan kota obat dulu" ucap bunda Lola.
"Ini dia, cepat bersihkan dulu lukanya" ucap bunda Lola yang kembali membawa kotak obat di tangannya.
Mama Maira membersihkan luka di kaki Rifi, setelah itu Rifi dan Fia di suruh untuk membersihkan tiba h mereka sebelum sarapan pagi.
Setelah mandi mereka langsung menikmati sarapan pagi bersama, lalu baru mereka kembali berkumpul di ruang tengah.
"Jadi Rifi, Fia, coba jelaskan apa yang sebenarnya terjadi" ucap papa Dika yang membuat Rifi dan Fia salin tatap-tatapan.
"Jadi kemaren aku dan Fia ketemuan sama sepupunya, dia ngasih dvd ini sama Fia dan dia juga bilang kasih sama Disa" ucap Rifi yang menjelaskan.
"Dvd?, dvd apa? " tanya papa Arthur.
"Kita juga belum tau juga om Karena rencananya kami mau balik ke rumah sakit, nanti baru melihat isi video tersebut, tapi di perjalanan...." ucap Fia yang terputus.
"Kenapa?" tanya papa Niko.
__ADS_1
"Kami bertemu sama Abian dan Tamara menuju ke club, jadi kami memutuskan untuk mengikuti mereka" ucap Rifi.
"Ada hubungan apa mereka berdua? " tanya Alan yang kebingungan.
"Kita juga gak tau, yang jelas hubungan mereka sudah terlalu jauh" ucap Fia.
"Terlalu jauh maksudnya? " tanya Zidan.
"Mereka udah di tahan berhubungan intim" ucap Rifi yang membuat semuanya terkejut.
"Berhubung i-intim? " tanya Nando.
"Eum, kita sempat merekamnya untuk bukti, lalu akhirnya kita berdua ketahuan oleh anak buah Abian" ucap Rifi.
"Jadi kalian begini karena Abia" tanya Zidan dengan wajah marahnya.
"Kita di kejar sampai jauh banget sampai akhirnya kami berhadapan dengan jalan buntu, saat kita lari ke gang kecil, ternyata gang itu menuju ke belakang komplek sana yang di mana hutan dan pinggir jurang" ucap Rifi.
"Karena terus di kejar, Fia kesandung dan kita berdua jatuh ke jurang" ucap Rifi lagi.
"aya ampun nak, kamu gak apa-apa kan? " tanya mama Maira pada Fia.
"Gak apa-apa kok tante" ucap Fia sambil tersenyum.
"Oh ya, mari kita lihat isi Dvd ini bersama" ucap Fia yang menyerahkan dvd pada papa Dika.
"Sa, kamu mau ke kamar aja? " tanya Syifa.
"Aku mau lihat Syifa, isi dvd nya" ucap Disa.
"Tenang ada gue di samping Disa" ucap Nando yang menggenggam tangan Disa.
Papa Dika pun langsung memasukkan dvd ke dalam alat pemutarannya. Setelah memasukkannya, isi di dalamnya terdapat beberapa video dan juga beberapa rekaman audio.
"Kita lihat rekaman suaranya dulu" ucap papa Niko
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...****************...
...****************...
...****************...
__ADS_1