CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
KETAHUAN PERBUATAN DISA


__ADS_3

"kita mau dia di pulangkan malam ini juga, karena kita gak mau ada pencuri di sini" sahut Rosa


"setuju" teriak Laras dan beberapa maba lainnya


"aku gak ambil dompetnya" ucap Hilya yang sudah menangis


"lo pikir kita percaya maling" sahut Tamara.


"ya, sebaiknya dia di pulangkan malam ini" ucap salah satu kating lainnya


"dasar maling" ucap Laras


"huuuuu" suara beberapa maba lainnya yang ikut menyoraki Hilya


Disa terlihat tersenyum melihat Hilya yang gemetaran dan sudah menangis.


"Mana bisa memulangkan maba begitu saja, apalagi malam gini"ucap Syifa


"dan dia gak nyuri kok" sambung Syifa lagi


"kalian pasti bakal bantuin dia lah, kan Sabahat nya" ucap Disa.


"gak mungkin Hilya nyuri" ucap Elin yang juga merupakan maba


"secara dari tadi siang sampai sore pun kita bareng-bareng sama maba jurusan kita" sambung Elin


"bener banget, dia bareng kita kok tadi" sahut Angel


"kalian pasti mau belain dia kan" sahut Disa


"kayaknya lo ya yang ngejebak Hilya, kalian kan sempat beradu mulut kemarin" sahut Murni


"kok kamu malah nuduh saya sih" ucap Disa


di saat mereka berdebat, ada salah satu maba yang baru berkumpul.


"dari mana kamu?" tanya Zidan pada maba cowok itu


"maaf kak, tadi saya habis buang air besar dan saya juga gak tau kalau malam ini ada perkumpulan maba untuk acara" ucap maba tersebut yang bernama Darren


"ini bukan perkumpulan maba untuk acara, tapi di sini ada maling" sahut Tamara yang menunjuk kearah Hilya


"maling?" ucap Darren yang melihat kearah Hilya


"aku bukan maling" teriak Hilya


"mana ada maling yang mau ngaku" sahut Disa


"tunggu, kayaknya dia bener deh, bukan dia yang malingnya" ucap Darren yang membuat semua maba melihat Darren.

__ADS_1


"maksud lo" tanya Alan


"ini kak saya sempat ngerekam ini tadi sore" ucap Darren yang menunjukkan HP nya pada Alan.


Alan dan yang lainnya melihat isi video tersebut kecuali Zidan, Zidan menatap Hilya yang masih gemetar dan juga menangis. Zidan sangat marah untuk saat ini, namun dia tidak bisa langsung membantu Hilya.


Semua maba kembali menatap Disa setelah melihat video tersebut.


"saya sengaja rekam ini, karena saya takut nanti gak akan ada bukti" sahut Darren


"Hilya di jebak" ucap Alan yang membuat Hilya menatap Alan dan Zidan memejamkan matanya sebentar untuk bersyukur.


"siapa yang melakukannya?" tanya Zidan dengan tatapan emosi


"Dia, dia yang melakukannya, dia mengambil dompet dari maba ini dan memasukkannya ke dalam tas Hilya" ucap Alan yang menunjuk kearah Disa.


"apa" ucap Hilya yang terkejut dan melihat kearah Disa


"tuh kan aku udah curiga dari awal emang dia yang mau ngefitnah Hilya" ucap Kia


"kamu teh kenapa si, kenapa kamu masih aja gangguin Hilya, kamu udah dapatkan apa yang kamu mau, kenapa masih mau gangguin Hilya" ucap Syifa


"kamu minta maaf pada dia, udah tau kan bukan dia yang ngambil" ucap Zidan


"gue minta maaf ya, gue gak tau kalau lo cuma di jebak" ucap Laras yang minta maaf pada Hilya namun Hilya masih membeku.


"kalian semua bubar" ucap Zidan yang masih menatap Hilya


plakkkkkk satu tamparan mendarat di pipi Disa yang dilakukan oleh Hilya dan membuat semua orang terkejut, termasuk Syifa, Fia dan Kia.


"tamparan ini gak sebesar sakitnya di bandingkan dengan perasaan aku saat keluarga ku kau hina" teriak Hilya


"kamu boleh fitnah aku sepuasnya tapi jangan keluarga ku" teriak Hilya lagi


"dan satu lagi, kamu benar, ayahku sudah memiliki keluarga aku, tapi salah satu hal Disa, aku masih memiliki om dan tante yang sekarang menjadi ayah dan bundaku, mereka gak pernah kekurangan dalam berikan aku uang" ucap Hilya dan kemudian pergi


"kamu teh keterlaluan pisan ya ingat dulu yeh saat kamu nangis karena keluarga kamu, Hilya yang bela-balai datang ke rumah kamu malam-malam, sampai dia di marahin oleh ayah kamu" ucap Syifa


"tapi sekarang kamu berkali-kali membuat dia menangis" ucap Syifa


"udah Syif mending kita masuk ke tenda temanin Hilya, dari pada ngurus si paling butuh cinta" ucap Kia.


"munafik" sahut Fia yang juga pergi


Hilya masuk ke dalam tenda dan menangis, dia menangis sambil membayangkan kenangan persahabatannya dulu dengan Disa.


"Hilya kamu jangan nangis lagi atuh" ucap Syifa


"Iya Hilya, kamu jangan nangis lagi. Lupain aja orang kayak dia" ucap Fia

__ADS_1


"kamu masih ada kita kok, kita bakal selalu ada dan percaya sama kamu" ucap Kia.


Mendengar hal tersebut, Hilya langsung memeluk ketiga sahabatnya.


"makasih ya, karena kalian udah ada buat aku" ucap Hilya


"iya, kamu jangan nangis lagi" ucap Syifa sambil menghapus air mata Hilya.


Di saat Syifa, Fia dan Kia sedang menenangkan Hilya, Zidan masuk ke tenda mereka.


"ayok ikut aku" ucap Zidan yang menarik tangan Hilya


"mau kemana ihh" ucap Hilya


"eh Hilya mau di bawa ke mana?" tanya Syifa namun di hadang oleh Alan


"udah kamu di sini aja sama aku" ucap Alan


"tapi Hilya" sahut Kia


"udahlah, Zidan gak bakal ngapa-ngapain Hilya kok" sahut Fajar.


"ihhh kak Zidan mau kemana sih" ucap Hilya yang sedikit memberontak.


"udah ikut aja" ucap Zidan


Zidan membawa Hilya ke salah satu tempat yang sangat indah, yang berada tidak jauh dari tempat camping mereka.



(Ilustrasi nya guys)


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2