
Rifi memapah Fia dan duduk di kursi, Fia masih enggan berbicara apapun sehingga membuat semua orang menjadi penasaran dengan sikap Fia.
"Lo kenapa? " tanya Rifi yang duduk di samping Fia.
Bukannya menjawab Fia malah mengeluarkan air matanya sehingga membuat semua orang benar-benar kebingungan.
"Apa yang kamu ketahui, sehingga membuat mu syok berat seperti ini? " tanya papa Niko.
"Fi..." ucap Kia.
"Biarkan dia tenang dulu" ucap Syifa.
"Aku benar-benar gak nyangka dia berani melakukan hal sekriminal ini" ucap Fia yang mengepal tangannya dan menangis.
"Maksudnya? " tanya Rifi namun Fia hanya terdiam dengan air matanya keluar.
"Fia lo tau sesuatu?" tanya Alan yang angkat bicara
"Abian" ucap Fia dengan tatapan marah dan membuat orang kebingungan.
"Maksudnya? " tanya papa Dika.
"Abian dalang dari semua ini" ucap Fia lagi yang membuat mereka semua terkejut.
"Fia, kamu gak boleh sembarangan nuduh" ucap Syifa yang duduk di samping Fia.
"Syif, Abian yang sudah melecehkan Disa, dia yang udah nyuruh preman-preman itu untuk menghajar Nando sampai Nando koma di rumah sakit, dia juga yang nyuruh para preman untuk melakukan hal yang sama pada kaka Zidan" ucap Fia dengan penuh keyakinan.
"Tapi kita gak bisa menuduhnya tanpa bukti" ucap daddy Leon.
"Yang ada kita bisa di tuntut atas pencemaran nama baik" sambung papa Arthur.
"Fia lo tau dari mana? " tanya Fajar.
"Fia kamu gak asal ngomong kan? " tanya Kia.
"Engga Kia" ucap Fia.
"Semuanya begitu jelas kalau Abian lah pelakunya" ucap Fia.
"Alasannya? " tanya papa Niko.
"Bukankah Abian mencintai Hilya, mana mungkin dia mau menyentuh Disa apalagi sampai Disa hamil" ucap Fajar.
"Justru itu kak" sahut Fia.
"Abian merencanakan semua ini untuk membuat seolah-olah Disa merebut kak Zidan lagi dari Hilya dengan begitu Hilya kembali membenci Disa dan juga akan membenci kak Zidan" ucap Fia yang membuat semuanya berpikir.
"Sekarang kalian pikir deh, kejadian pertama kali Disa dilecehkan saat pulang dari pantai tepat besoknya kamis, dan kita gak memiliki jadwal kuliah hari itu" ucap Fia yang berusaha menjelaskan apa yang ia tangkap dari nalarnya.
"Kamis nya kita ke rumah Disa dan dia ngusir kita tiba-tiba padahal kita baru saja pulang dari pantai dan semuanya baik-baik saja. Hari selanjutnya kita masuk kuliah dan Abian pulang dengan cepat, keesokan harinya Abian gak masuk kuliah dan kejadian itu terus berulang, Abian selalu masuk kuliah dalam satu hari selang"jelas Fia yang membuat semua orang terdiam.
__ADS_1
"Dan Kia kamu ingat saat kita bertemu Abian di mini market dia terlihat buru-buru membeli sesuatu sampai dia nabrak aku sehingga barang-barang aku jatuh, dan saat aku mau ngambil barang aku di dekat dia aku melihat dengan jelas luka di leher Abian luka itu seperti luka goresan"ucap Fia yang membuat mereka semua terkejut.
"Oh ya aku ingat, saat itu Abian di jemput sama orang dan setelah dia naik ke mobil itu beberapa orang seperti geng motor seperti menjaga mobil Abian dari belakang" ucap Kia yang baru mengingat kejadian itu.
"Gila, kalau bener tuh anak yang menjadi dalang dibelakang ini semua, benar-benar gila tuh bocah" ucap Fajar.
"Oh ya aku juga ingat satu hal lagi" ucap Fia yang berdiri.
"Ada apa lagi nak?, apa lagi yang kamu ingat?"tanya mama Rena yang mendekati Fia.
"Sehari sebelum kabar mengenai Disa dan kak Zidan di sebar, aku ngelihat Abian dan Tamara masuk ke gudang dan mereka berciuman" ucap Fia yang penuh kebingungan dan membuat yang lainnya terkejut.
"Berarti Abian dan Tamara memiliki hubungan dong" ucap Kia.
"Gue sama Zidan juga sempat ngelihat mereka berdua saat pulang dari supermarket waktu belanja keperluan barbequean" ucap Alan.
"Dan gue juga ngelihat mereka lagi saat malam gue dan Syifa mau beli makanan" ucap Alan lagi.
"Yang menjadi pertanyaan sekarang Tamara" ucap Fia.
"Kenapa Tamara mau bantuin Abian untuk menghancurkan Disa? " tanya Fia yang kebingungan.
"Supaya dia bisa dapetin kak Zidan, karena jika dia bantu rencana Zidan sampai berhasil, dia bakal dapetin kak Zidan juga" ucap Kia
"Kayaknya gue setuju deh sama Kia, apalagi Tamara sudah lama suka sama Abian" ucap Fajar.
"Kayaknya bukan itu aja deh" sahut Syifa yang membuat semua pandangan beralih padanya.
"Kalau Tamara mau mendapatkan kak Zidan dia bisa melakukannya dengan menganti posisi Disa, yang di mana dia bisa menjebak kak Zidan seperti mereka menjebak Disa" ucap Syifa yang kembali membuat mereka bingung.
"Kita harus selidiki mereka berdua" ucap Kia.
"Iya, kita juga gak boleh biarkan Hilya sampai menikah dengan laki-laki jahat seperti Abian" ucap Fia yang marah.
"Saya tak akan membiarkan anak saya menjadi miliknya meskipun saya harus bertarung dengan Irwanto di pengadilan" ucap Ayah Dion.
"Sekarang kita semua sudah berdua di ujung semua, masalah Dika diujung dan masalah Dion pun di ujung, kita benar-benar harus memikirkan rencana dengan matang untuk mengalahkan mereka" ucap papa Niko.
"Yang jelas biang masalahnya tetap satu yaitu anak yang bernama Abian itu"ucap papa Arthur.
"Kamu hebat sekali dapat memecahkan masalah ini hanya dengan mencocokkan beberapa hal" ucap papa Arthur yang memuji Fia.
"Iya beruntung kali semua berteman, karena kalian memiliki peran penting di posisi yang berbeda" sahut papa Niko.
"Kita akan menyelidiki ini semua" sahut daddy Leon.
"Huhffff aku harus menyelamatkan putri ku dari ayah kandungnya" ucap Ayah Dion yang membuat nafas dengan kasar.
"Ayah" ucap Syifa yang memeluk ayahnya.
"Syifa percaya kok, kita pasti akan menang melawan om Irwanto" Syifa lagi.
__ADS_1
"Pokoknya ayah mau kamu dan Hilya harus saling jaga" ucap Ayah Dion yang mencium kepala Syifa.
Disaat mereka sedang mengobrol masalah Abian, tiba-tiba Hilya keluar dari ruangan Zidan.
"Kak Zidan sudah sadar" ucap Hilya yang membuat semua orang terkejut dan langsung masuk ke ruangan Zidan.
"Zidan" ucap mama Rena yang langsung memeluk Zidan.
"Nando gimana? " tanya Zidan di kondisinya yang masih lemas.
"Dia udah sadar juga kok" ucap sahut papa Dika.
"Aku mau ketemu dia sekarang pa" ucap Zidan.
"Tidak-tidak, kamu ketemu dia nanti, mama gak mau kamu kenapa-napa" ucap mama Rena.
"Biar nanti Nando pindah ke sini aja" ucap papa Niko.
"Kasian juga Nando sendiri di sana" sambung papa Niko.
"Biar Alan yang bilang sama dokter" ucap Alan dan pergi dengan Fajar.
"Gimana kondisi kamu sekarang?, apa yang kamu rasakan? " tanya mama Rena yang khawatir.
"Zidan baik-baik aja kok ma" sahut Zidan.
"Mah Julian mana? " tanya Zidan yang tak melihat keberadaan adik angkatnya.
"Mama Minta tante Soni buat jaga Julian sebentar" ucap mam Rena.
"Ma boleh gak mama bawa Julian ke sini, Zidan kangen sama Julian" ucap Zidan.
"Tentu saja, mama akan bawa Julian besok ke sini" ucap mama Rena.
Rifi melihat Zidan yang memberikan kode padanya dan ia pun langsung paham.
"Tante, om, ini kan sudah malam, sebaiknya tante dan om pulang saja biar kami yang menjaga Zidan dan Nando di sini" ucap Rifi tiba-tiba.
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
__ADS_1
...****************...
...****************...