
Semua wartawan tau mereka sedang berhadapan dengan orang-orang yang penting, dengan begitu mereka memilih untuk pergi dari rumah sakit itu.
"Bagaimana Nik? " tanya ayah Dion.
"Kami hanya mendapatkan sedikit fakta, mereka menutup rapat para pelaku yang sebenarnya, tapi tenang saja aku sudah meminta anak buah ku untuk menutup club itu dan memasak mereka untuk mengakui semua" ucap papa Niko.
"Terimakasih Nik" ucap papa Dika.
"Kita semua keluarga, tak perlu berterimakasih" ucap papa Niko.
"Sekarang kita masuk" ucap ayah Dion.
"Aku harus melihat kondisi Zidan dulu" ucap papa Dika.
"Baiklah" ucap papa Niko.
Semuanya pun masuk ke ruang rawat Zidan, di sana ada Nando dan juga Disa.
"Bang, bangun gue udah sadar sekarang" ucap Nando
"Gue minta maaf udah buat keadaan kacau seperti ini" ucap Nando lagi.
"Ini semua bukan salah kamu Nan, aku yang salah di sini" ucap Disa dengan tatapan kosong.
"Sa, aku minta maaf ya, aku gak bisa nolongin kamu malam itu" ucap Nando yang memegang tangan Disa.
"Andai malam itu aku lebih kuat dari pada preman-preman itu, pasti kamu akan baik-baik saja sekarang" ucap Nando yang meminta maaf pada Disa dengan tulus.
"Itu bukan salah kamu Nan, mungkin kamu nolongin aku malam itu juga percuma, semuanya sudah terlanjur terjadi, hidup aku sudah hancur sekarang" ucap Disa yang menangis dan membuat yang di sana merasa iba dengan Disa.
"Disa..." ucap Fia yang langsung memeluk Disa
"Hidup kamu gak hancur, hidup kamu cuma lagi berantakan aja sekarang, kita masih bisa merapikan semuanya kembali" ucap Fia yang memeluk Disa.
"Udah gak bisa Fia, semuanya gak akan bisa membuat hidup aku seperti dulu lagi" ucap Disa yang menangis di pelukan Fia
"Aku janji aku bakal bantuin kamu, aku bakal selalu ada buat kamu, kamu gak akan pernah sendiri Sa, maafkan aku yang telat mengetahui pedihnya hidup kamu" ucap Fia.
"Sa, aku juga ada di sini, kamu tidak sendiri" ucap Kia yang juga memeluk Disa.
"Di mana Syifa dan Hilya? " tanya Nando.
"Syifa di ruang sebelah, jagain Hilya" ucap Rifi.
"Hilya?, Hilya kenapa? " tanya Nando.
"Hilya menyaksikan Zidan dikeroyok dengan bruntal dan membuat Hilya syok traumatis sekarang" ucap Rifi yang membuat Nando terkejut.
Klekk...pintu ruang rawat Zidan dibuka oleh ayah Dion yang ternyata membawa Hilya untuk menjenguk Zidan.
"Hilya" ucap Fia dan Kia.
"Gimana kondisi kamu? " tanya Fia yang sedari tadi memang khawatir.
"Aku udah baik-baik aja kok" ucap Hilya yang tersenyum tipis.
"Nando kamu udah... " ucap Hilya yang terkejut melihat Nando
"Iya aku udah sadar" sahut Nando sambil tersenyum.
"Nak kamu duduk di sini dulu" ucap mama Rena yang meminta Hilya untuk duduk di samping Zidan.
"Makasih mah" sahut Hilya yang kemudian duduk di samping Zidan yang masih berbaring.
"Kak Zidan pasti senang lihat kamu sudah sadar Nan" sahut Hilya dengan wajahnya kembali sedih.
"Ya Hilya, dia pasti bakal lemparin gue dengan banyak pertanyaan" ucap Nando lagi.
"Ya, tapi sekarang kak Zidan... kamu bangun malah kaka Zidan ya... " ucap Hilya yang tak sanggup.
__ADS_1
Mama Rena memegang kedua pundak Hilya dengan lembut.
"Bagaimana keadaan kak Zidan? " tanya Hilya
"Kata dokter dia sudah melewati masa kritis" ucap mama Rena yang membuat Hilya sedikit tenang.
"Kenapa kak Zidan belum bangun ma? " tanya Hilya lagi.
"Hilya mungkin karena pengaruh obat kita tunggu aja ya" ucap bunda.
"Sebaiknya kita beri waktu untuk Hilya dan Zidan berdua" ucap papa Dika.
"Iya Dika benar" sahut papa Niko
"Nando kamu juga harus istirahat nak" ucap mama Rena.
"Aku bakal antar Nando ke ruang rawat dia" ucap Alan.
"Boleh gak aku yang bawa Nando ke ruang rawat dia? " tanya Disa yang membuat Nando tersenyum.
"Tentu saja boleh Sa" sahut Nando sambil tersenyum dan memegang tangan Disa.
"Cepat amat lu responnya Nan" ucap Fajar yang membuat semua orang tersenyum.
Mereka semua pun keluar dari ruangan Zidan dan hanya menyisakan Hilya dan Zidan juga di sana. Disa mengantar Nando ke ruangan rawatnya yang tak jauh juga dari ruangan Zidan, dan yang lainnya duduk di depan ruangan Zidan.
"Kita tadi sudah ke sana dan anehnya orang sana seperti menutupi ini semua" ucap daddy Leon.
"Wajar mereka menutupi kasus ini Leon, itu tempat club mungkin ilegal, apalagi tempatnya yang tertutup dari area kota" ucap Ayah Dion.
"Oh ya, Dion kau benar-benar hebat dalam berpikir" sahut papa Arthur yang membuat semua kebingungan.
"Maksud mu? " tanya daddy Leon.
"Nik, telpon anak buah mu dan minta mereka untuk mengancam pemilik club itu" ucap papa Artur.
"Oh ya aku paham maksud mu, dengan mengancam akan membawa mereka ke kantor polisi sepertinya itu akan sedikit bekerja" sahut papa Niko.
"Santailah Dika, kau tak sendiri" ucap daddy Leon.
"Jika mereka sudah menyentuh salah satu dari keluarga mu, maka aku akan membalas sentuhan itu dengan sentuhan yang tak akan bisa mereka lupakan" sahut papa Niko.
"Kalian sangat banyak membantu kami" ucap mama Rena.
"Itu karena kita keluarga Ren" sahut mommy Maira.
"Semuanya akan baik kembali, tenanglah" sahut mama Sarah.
"Pelakunya akan di temukan aku yakin" sahut bunda Lola.
"Lola aku juga minta maaf pada mu" ucap mama Rena.
"Tak ada yang perlu minta maaf" sahut bunda yang memeluk mama Rena.
Disaat semuanya sedang membahas masalah kasus yang menimpa Disa dan juga Zidan, Rifi memperhatikan Fia yang sedari tadi hanya diam seperti sedang memikirkan sesuatu. Namun tersadar saat mendengar suara sesuatu.
"Ternyata kalian di sini" ucap Irwanto yang datang bersama Abian.
"Ngapain kamu ke sini? " tanya Ayah Dion yang berdiri di depan.
"Menjemput anak ku, besok hari pertunangan dia dengan Abian" ucap Irwanto yang membuat semuanya terkejut.
"Di mana anak ku? " tanya Irwanto lagi.
"Tak akan ku biarkan kau merusak kebahagiaan anak ku" ucap Ayah Dion.
"Hahahaha, Dion kau tak bisa memiliki keturunan, bagaimana kau bisa mengklaim Hilya anak mu" ucap Irwanto yang membuat perasaan Ayah sedikit terluka.
"Hilya anak ku, putri ku" ucap Ayah Dion yang sudah emosi.
__ADS_1
"Sejak kapan? " tanya Irwanto dengan cepat.
"Sejak kau meninggalkan dia sendiri, sejak kau menelantarkan dia sendiri tanpa memberikan sedikit nafkah untuknya " sahut Ayah Dion yang juga tak kalah cepat.
"Berapa biaya yang kau keluarkan untuk anak ku, aku akan menggantinya" ucap Irwanto.
"Bukan masalah biaya, tapi masalah perhatian, pengertian dan kasih sayang, dan manusia tamak seperti mu tak akan pernah tau apa itu kasih sayang" ucap Ayah Dion.
"Maaf om kami kesini cuma mau jemput calon istri saya, Hilya" ucap Abian yang tersenyum penuh kemenangan.
"Berani sekali kau berkata seperti itu" ucap Ayah Dion.
"Anak tidak sopan seperti mu tak pantas dengan putri ku" ucap Ayah Dion.
"Dia bukan putri anda" sahut Abian yang membuat semuanya marah.
"Bughhhhh,,,, jaga omongan brengsek" ucap Alan yang melayangkan satu pukulan pada Abian sehingga Abian tersungkur jatuh.
"Berani sekali kau memukul calon menantu ku" ucap Irwanto yang membantu Abian berdiri.
"Jika kau mengeluarkan sepatah kata lagi maka aku juga akan berani melemparkan satu pukulan ini pada mu" ucap papa Niko yang menunjukkan kepalan tangannya pada Irwanto.
"Ingat posisi mu Irwan atau kau akan kehilangan perusahaan kecil mu" ucap papa Artur.
"Aku membatalkan kontrak dengan kantor mu, aku telah melihat kau yang begitu tak sopan dan tak ramah" sahut daddy Leon yang membuat Irwanto terkejut dan terdiam sejenak.
"Dan universitas Lentera Bangsa tak butuh sponsor brengsek seperti mu" sahut papa Dika yang kembali membuat Irwanto membisu
"Kalian... kalian semua membela orang yang salah. Lihat saja aku akan membawa masalah ini ke kantor polisi" ucap Irwanto yang menarik Abian untuk pergi.
"Tapi Hilya" ucap Abian.
"Dia akan menjadi milikmu nanti" sahut Irwanto yang ingin pergi namun berpapasan dengan bik Murni yang sudah sampai di jakarta.
Bik Murni menatap Irwanto dengan amat marah.
"Hai bik" sapa Irwanto.
"Manusia kejam" sahut bik Murni dan pergi kearah Ayah Dion.
"Bibi sudah kembali? " tanya bunda Lola yang memeluk bik Murni.
"Sudah nyonya, gimana keadaan neng Hilya? " tanya Bik Murni yang khawatir.
"Dia sedang bersama Zidan" sahut bunda Lola yang tersenyum.
"Tuan, Nyonya saya mendapatkan... " ucap bik Murni yang terpotong karena Fia yang memanggil Disa.
"Disa" ucap Fia yang melihat Disa keluar dari ruang rawat Nando.
"Sa, sebelumnya aku minta maaf, tapi ada yang mau aku tanyain sama kamu" ucap Fia yang menghampiri Disa dan membuat semuanya kebingungan.
"Ada apa Fia? " tanya Disa yang juga kebingungan
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...****************...
__ADS_1
...****************...
...****************...