
Sesampainya di kantin Zidan melihat Hilya dengan teman-temannya yang juga di kantin, dia langsung menghampiri Hilya.
"Sayang" ucap Zidan yang langsung duduk di samping Hilya.
"Makan" ucap Hilya cuek.
"Suapin" ucap Zidan yang membuka mulutnya.
"Aaaaa ammm enak kan" ucap Hilya yang ingin menyuapi Zidan tapi malah makan sendiri membuat Zidan kembali cemberut.
"Sayang.... " rengek Zidan
"Siyingggg" ejek Fajar.
"Lo bisa diam gak sih" ucap Zidan yang kesel dan memarahi Fajar.
"Udah jangan berantem disini" ucap Hilya.
"Hil, please jangan marahan sama Zidan, korbannya bukan cuma satu orang, tapi bakal banyak" ucap Alan.
"Lagian marahnya tanpa sebab" ucap Zidan yang menatap Hilya dengan cemberut.
"Jelek banget bos kita kalau lagi cemberut" ucap Rifi.
"Ckkk, males gua" ucap Zidan yang kesal.
"Udah ni makan" ucap Hilya yang menyuapi Zidan.
"Nanti kamu makan lagi" sahut Zidan cemberut.
"Engga, mau gak? " tanya Hilya.
"Aaaammm" Zidan yang langsung mengambil suapan dari Hilya.
"Eummm makasih sayang" ucap Zidan yang tersenyum.
Saat mereka sedang asik makan sambil bercanda, Tamara geng datang. Fajar yang melihat kedatangan Tamara langsung membayangkan perkataan Tamara kemaren yang membuat dia mual dan hampir muntah.
"Hai Zi... " ucap Tamara yang langsung berhenti saat melihat Fajar mual.
"Uuuweeeekkkk,,,,, uuuweeeekkkk" Fajar yang mual melihat Tamara.
"Ehh kak Fajar kenapa? " tanya Kia yang memegang bahu Fajar.
"Uwwweekkk" Fajar kembali ingin minta saat melihat Tamara lagi.
Semuanya yang ada di kantin langsung melihat kearah Fajar dengan ekspresi kebingungan.
"Jar lo gak apa-apa? " tanya Alan.
"Bang Fajar kenapa? " tanya Nando yang kebingungan.
"Apaan sih gak jelas banget, hamil lo" ucap Tamara yang semakin membuat Fajar ingin muntah.
"Uuuuwwweekkk" Fajar kembali ingin muntah dan langsung pergi dari kantin.
"Dih semakin parah" ucap Nando yang melihat Fajar pergi
"Itu mau kemana? " tanya Hilya yang juga kebingungan.
"Aku susul deh" sahut Kia
"Aku bawain air dulu buat kak Fajar" ucap Kia yang mengikuti Fajar.
"Napa sih gak jelas banget" ucap Tamara.
"Liat lo jijik" ucap Rifi sarkas.
"Dih apaan sih" ucap Tamara.
"Kak, kak Fajar kenap" tanya Hilya.
"Lihat sesuatu yang menjijikkan kali, makanya gitu" ucap Zidan.
"Kamu udah selesai makan? " tanya Zidan lembut.
"Eumm, udah" ucap Hilya sambil menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Kita pergi aja yuk" ucap Zidan.
"Eh-eh mau kemana?" tanya Tamara yang memegang lengan Zidan.
"Lepasin" ucap Zidan dengan tatapan marah.
"Kamu kenapa sih? " tanya Tamara yang memasang ekspresi sedih.
"Zidan lo udah keterlaluan tau gak, Tamara tu selalu ngejar-ngejar lo, peka dikit napa sih" ucap Rosa yang membela Tamara.
"Tau tuh, mentang-mentang famous, sombong benget" ucap Vina lagi yang ikut membela Tamara.
"Lagian Tamara kurang apa sih, dia cantik bahkan lebih cantik dari dia" ucap Rosa yang menunjuk kearah Hilya.
"Kurang mirip manusia kali, lihat aja tuh wajahnya mirip monyet" sahut Nando.
"Eh lo gak sopannya yang sama kakak letting" ucap Tamara yang kesal.
"Kalian bisa diam gak? " tanya Alan.
"Lagian ngapain dia ngejar-ngejar gue, emangnya gue lari di kejar" tanya Zidan.
"Dan apa yang di bilang sama Nando benar, lo kurang, kurang mirip manusia, lo tuh manusia tapi mirip Iblis" ucap Zidan dengan sedikit nada membentak.
"Zidan kok kamu gitu sih" rengek Tamara.
"Kita ke mall aja yok" ajak Alan.
"Ayo" sahut Hilya, Syifa, Disa dan Fia barengan.
"Kalian duluan, gue bayar dulu" ucap Rifi.
"Oke, gue tunggu di perkiraan kampus" ucap Zidan yang membawa Hilya pergi.
"Yok sayang" ucap Rifi pada Kia membuat Vina terkejut.
"Kalian pacaran? " tanya Vina yang memang menyukai Rifi.
"Ayo" ucap Rifi yang menarik tangan Kia.
"Eumm gak apa-apa kok" ucap Fia yang tersenyum.
"Kamu bawa obat kan? " tanya Rifi lagi.
"Ada kok" sahut Kia.
Di sisi lain Fajar marasa kepalanya sangat pusing setelah melihat Tamara.
"Ini minum duku" ucap Kia yang memberikan air pada Fajar.
"Glukkk,,, glukkk, thanks" Fajar langsung meminum air itu, laku berterimakasih pada Kia.
"Kak Fajar kenapa sih? " tanya Kia yang penasaran.
"Nanti lo juga tau, gue kenapa" sahut Fajar.
"Ya ampun, kaka Fajar gak sakit parah kan?, kak Fajar gak lagi menjalankan kemoterapi kan? " tanya Kia yang panik dan memegang kedua pipi Fajar.
"Aahhhh apaan sih lo, kagak" ucap Fajar yang menepis tangan Kia di pipinya.
"Lagian kalau gue sakit parah, lo khawatir? " tanya Fajar.
"Iyalah, aku gak mau lihat orang nangis nanti kalau kam Fajar meninggal" ucap Kia.
"Coyyy, mulut lo ya, pen gue gigit" ucap Fajar.
"Plakkk, dih mesum banget" ucap Kia yang menampol kepala Fajar.
"Enteng banget tuh tangan, main nampol-nampol aja" ucap Fajar yang memegang kepalanya.
"Habisnya mesum sih" ucap Kia yang menundukkan kepalanya.
"Mulut lo tuh mancung banget" ucap Fajar.
"Kok berantem sih" ucap Hilya yang baru datang.
"Nih teman li Hil, tangannya enteng banget, makin nampol aja" ucap Fajar.
__ADS_1
"Lagian mesum sih" ucap Kia
"Udah, ngapain berantem sih, Jodoh baru tau rasa" ucap Alan
"Amit-amit" ucap Fajar dan kIa barengan.
"Tuhkan jodoh lo berdua" sahut Nando.
"Ogah" kian dan Fajar lagi bareng.
"Wahh" ucap Hilya.
"Apaan sih ngikutin" teriak Fajar dan Kia yang barengan lagi.
"Lo" ucap Fajar
"kamu" ucap Kia yang tak mau kalah.
"Looooo" teriak Fajar yang semakin kesal. "kamuuuu" ucap Kia yang tak mau kalah
"Diam" bentak Zidan.
"Kenapa ni" tanya Rifi yang baru datang.
"Nih berdua berantem mulu" ucap Nando.
"Kek kucing dan tikus lo berdua" ucap Fajar.
"Ya udah yok berangkat sekarang" ucap Fajar.
"Ayok" sahut Alan.
"Mau kemana? " tanya Fajar
"Mau ke mall" sahut Disa.
"Kok aku gak di ajak? " tanya Kia dengan memasang raut sedih.
"Ini diajak Kia" ucap Fia.
"Ayokkk" sahut Kia dengan semangat.
"Gak, kita gak bakal ke mall" ucap Fajar dengan menatap Zidan tajam, membuat Hilya, Syifa, Fia, Disa, Kia dan Nando kebingungan.
"Kenapa bang, kan mumpung kita udah kumpul semua dan lagi gak ada kuliah juga" ucap Nando.
"Kita gak akan ke mall" ucap Fajar lagi.
"Jar kita bahas masalah ini nanti" ucap Alan.
"Gak Lan, masalah ini gak bisa di diemin lagi, gue gak bisa terus-terusan lihat monyet itu berkeliaran bebas" ucap Fajar yang marah
"Kita cabut sekarang" ucap Zidan yang menarik Hilya
"Sampai kapan kita mau nutupin masalah ini?" teriak Fajar.
"Hilya harus tau masalah ini" sambung Fajar.
"Masalah apa? " tanya Hilya cepat
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...****************...
...****************...
__ADS_1