CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
MENEMUKAN HILYA


__ADS_3

Tak lama setelah itu ponselnya Zidan mengeluarkan notifikasi dan itu dari Gio, Zidan langsung membuka WA dari Gio dan melihat data Hilya.


"Gue yakin makam bunda kandung Hilya pasti dekat daerah ini" ucap Zidan yang kembali melajukan perjalanan.


Di rumah sakit Disa sudah mulai membuka matanya, semua orang yang di sana sudah berkumpul menunggu Disa sadar.


"Disa" ucap bunda Lola yang melihat Disa membuka matanya.


"Dimana Hilya? " tanya Disa.


"Hilya belum ditemui Sa, cuma sekarang kak Zidan sedang mencari dia" ucap Syifa.


"Awwww" ucap Disa yang memegang perutnya saat ingin bangun.


"Eh.. kamu jangan bangun dulu" ucap bunda Lola.


"Perut aku sakit tan"ucap Disa yang memegangi perutnya.


"Eh,,kok perut aku.. " ucap Disa yang kebingungan.


"Kamu keguguran Sa" ucap Nando cepat yang membuat Disa terdiam.


"A... aku.. " ucap Disa yang menitikkan air matanya.


"Sa,, kamu yang sabar ya" ucap Kia.


"Aku gak tau harus bagaimana, apa aku harus sedih atau harus senang" ucap Disa dengan tatapan kosong.


"Satu sisi aku sedih, bagaimana pun juga janin itu sudah tumbuh di perut ku, dan dia tidak bersalah. Satu sisi lagi aku harus senangkan karena anak penjahat itu gak ada lagi di perut aku" ucap Disa yang menitikan air matanya.


"Tapi aku takut sekarang, aku takut jika orang tau dan semuanya akan menyalahkan aku ataupun keluarga kak Zidan atas keguguran anak ini" ucap Disa lagi.


"Sa kamu tenang ya ada kita di sini" ucap Nando dan mendapatkan anggukan dari semuanya.


Di sisi lain Rifi dan Fia sudah sampai di sebuah cafe.


"Kita ngapain ke sini? " tanya Rifi.


"Udah masuk aja dulu, nanti kamu juga bakal tau" ucap Kia.


Keduanya langsung masuk ke dalam cafe. Di Sana Dia langsung duduk di meja yang sudah di ada seorang pria yang menunggu Fia.


"Lama amat" ucap cowok tersebut.


"Maap" sahut Fia


"Siapa? " tanya Rifi.


"Kenalin ini sepupu aku, Haris"ucap Fia.


"Hai bro gue Haris" ucap Haris.


"Hai, gue Rifi" ucap Rifi.


"Pacarnya Fia? " tanya Haris


"Eh gak usah nanya aneh-aneh deh" ucap Fia yang mengeluarkan suara cempreng nya.


"Cempreng bet dah lu" ucap Haris.


"Biarin" sahut Fia.


"Gimana penyelidikannya? " tanya Fia.


"Penyelidikan apa? " tanya Rifi yang kebingungan.

__ADS_1


"Kasus Disa" ucap Fia.


"Jadi gimana Har? " tanya Fia.


"Gue udah selidiki semuanya" ucap Haris


"Lo lihat video ini aja, gue gak bisa jelasinnya" ucap Haris yang menyerahkan sebuah dvd ke Fia.


"Maksudnya? " tanya Fia yang kebingungan saat menerima dvd itu.


"Udah lo lihat sendiri aja" ucap Haris.


"Gue turut prihatin sama teman lo itu" ucap Haris lagi.


"Udah gue cabut dulu" ucap Haris yang meninggalkan Fia dan Rifi dengan kebingungan.


"Sepupu lo kenapa? " tanya Rifi.


"Aku juga gak tau" ucap Fia yang juga bingung.


"Yaudah sebaiknya kita ke rumah sakit lagi" ucap Fia.


Gak mau mesan sesuatu dulu? "tanya Rifi.


"Aduhhh kak, ini bukan waktunya" ucap Fia yang menari Rifi untuk pergi.


Sudah tiga jam Zidan menempuh perjalanan akhirnya dia sampai di alamat rumah Hilya di bandung.


"Ini alamat rumah Hilya dulu, berarti gue harus cari pemakaman umum di daerah sini" ucap Zidan.


"Gue tanya sama satpam itu aja kali ya" ucap Zidan yang melihat seorang satpam yang duduk di posnya.


"Iya mending gue tanya aja" ucap Zidan yang turun dari mobilnya.


"Iya dek, ada yang bisa saya bantu? " tanya satpam.


"Eumm, gini pak. Saya mau tanya pemakaman umum di daerah ini dimananya ya? " tanya Zidan.


"Ngapain dek ke makam sore-sore gini? " tanya satpam itu.


"Saya mau jemput calon istri saya pak, tadi dia mau jiarah ke makam ibunya" ucap Zidan.


"Oh gitu" ucap satpam.


"Nah kamu jalan aja lurus ke sana nanti belok kiri kamu bakal ketemu sama pemakaman umumnya" ucap Satpam tersebut.


"Oh terimakasih pak ya" ucap Zidan.


Zidan kembali ke mobilnya dan langsung menancap gas mobilnya, dia langsung menyisir jalan yang telah ditelah ditunjukan tadi oleh satpam itu.


"Belok kiri ya katanya nanti" ucap Zidan yang melihat belokan.


"Oh ya ini dia" ucap Zidan.


Zidan langsung turun dari mobilnya dan di depan makam dia melihat dia orang yang ia yakin penjaga makam yang terlihat kebingungan.


"Eehhhh meu kemana? " tanya salah satu penjaga makam itu saat melihat Zidan yang ingin masuk ke dalam perkarangan makam.


"Saya mau masuk ke dalam pak"ucap Zidan.


"Ngapain?, aduh jangan bikin kami semakin bingung deh, udah ada satu orang di sana yang gak mau pulang, sekarang kamu lagi yang datang"ucap salah satu penjaga makam.


"Perempuan pak? " tanya Zidan.


"Iya perempuan, dari tadi Fia menangis terus di sebuah makam" ucap penjaga makam itu.

__ADS_1


"Pak itu sepertinya calon istri saya" ucap Zidan.


"Saya akan membawa di pulang" ucap Zidan yang langsung pergi menemui Hilya.


"Ehhh malah langsung masuk" ucap penjaga itu.


"Sayang" teriak Zidan yang berlari menuju Hilya.


"Kak Zidan" ucap Hilya yang menghapus air matanya.


"Sayang" ucap Zidan lagi yang langsung memeluk Hilya.


"Kamu buat kami semua khawatir, semua orang nyariin kamu sayang" ucap Zidan lagu yang sangat lega saat melihat dan memeluk gadis yang ia cintai.


"Aku kangen sama bunda hikss..hiksss..."ucap Hilya yang menangis dipelukan Zidan.


"Neng, kangen sih boleh, cuma inikan sudah sore sebaiknya neng pulang" ucap penjaga makam.


"Benar neng, nanti kalau neng sampai malam di sini gimana, bahaya atuh neng" ucap penjaga makam satu lagi.


"Sayang kita pulang ya" ucap Zidan.


"Aku masih mau di sini" ucap Hilya.


"Aku masih pengen sama bunda" ucap Hilya


"Aku masih gak nyangka ternyata bundaa meninggal bukan karena sakit biasa" ucap Hilya.


"Sayang, kita bahas ini nanti oke, bunda Lola dan ayah Dion sangat mengkhawatirkan kamu" ucap Zidan.


"Tapi.. " ucap Hilya


"Hey, bunda Lola dan ayah Dion sayang banget sama kamu, mereka sudah menganggap kamu sebagai anak kandung mereka sendiri. Sekarang mereka sangat khawatir dengan kamu sayang" ucap Zidan yang membuat Hilya terdiam.


"Kita pulang ya" ucap Zidan lagi.


"Iya neng, mending pulang" ucap penjaga makam.


"Ya kita pulang ya" ucap Zidan.


Karena telah di bujuk oleh Zidan, Hilya pun mengiyakan perkataan Zidan.


"Pak kami permisi dulu ya" ucap Zidan.


"Iya dek, jagain tuh si eneng" ucap penjaga makam.


Zidan membawa Hilya menuju ke mobilnya.


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...****************...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2