
Entah bagaimana mereka tak berhasil menemukan Hilya di Koridor rumah sakit, di halaman rumah sakit tak juga mereka temukan, mereka pun kembali menuju ke rumah rawat Nando.
"Kalian menemukan Hilya? " tanya bunda Lola.
"Tidak, kami tidak menemukan Hilya" sahut mommy Sarah.
"Sama, kami juga tidak menemukan Hilya" sahut Alan.
"Haaaa Yah di mana Hilya" ucap bunda Lola yang tangisannya pecah dalam pelukan sang suami.
"Bagaimana bisa kita semua tak menemukan dia" ucap bunda Lola.
"Bunda" ucap Syifa yang sedih melihat bunda Lola menangis.
"Kita memang tak becus menjaga anak, mungkin itu sebabnya kita tak bisa memiliki anak haaa" ucap bunda Lola.
"Bunda, bunda gak boleh ngomong gitu, bunda ada bunda terbaik untuk aku dan juga Hilya" ucap Syifa yang memeluk bundanya.
"Kita bakal temui Hilya, aku yakin itu bunda" ucap Syifa.
"Apa yang dikatakan oleh Syifa benar, ayah bakal mencari Hilya kemana pun itu" ucap ayah Dion yang memeluk Syifa dan bunda.
"Lan gue pinjam kunci mobil lo" ucap Zidan.
"Lo mau kemana? " tanya Alan
"Gue mau cari Hilya" ucap Zidan.
"Kondisi lo" ucap Alan.
"Iya nak, kondisi kamu masih belum sebuh dengan benar" ucap mama Rena.
"Tapi aku gak bisa tinggal diam di sini ma, aku gak akan tenang" ucap Zidan.
"Zidan dengarkan mama kamu" ucap ayah Dika.
"Gak pa, kali ini aku gak bakal mendengarkan siapapun. Aku bakal cari Hilya" ucap Zidan dengan kekeh.
"Nak, dengarkan orang tua kamu. Kita akan mencari Hilya bersama" ucap ayah Dion.
"Gak yah, aku gak mau. Aku bakal cari Hilya sekarang" ucap Zidan.
"Mana kunci mobil lo? " tanya Zidan pada Alan.
"Tapi lo" ucap Alan.
"Intinya lo mau ngasih gak? " bentak Zidan yang membuat Alan langsung memberikan kunci mobilnya.
Begitu mendapatkan kunci mobil Zidan langsung pergi mencari Hilya.
"Zidan" teriak mama Rena.
"Ma sudah, biarkan saja" ucap papa Dika.
"Tapi pa" ucap mama Rena.
"Percaya sama anak kita" ucap papa Dika.
"Ma emangnya kak Hilya hilang kemana? " tanya Julian yang sedari tadi menyimak percakapan para orang tua.
"Mama juga gak tau nak" sahut mama Rena yang memeluk Julian.
"Dimana pun kak Hilya, Julian yakin bang Zidan pasti akan membawa kak Hilya kembali" ucap Julian lagi.
__ADS_1
"Iya sayang" sahut mama Rena.
"Dimana Hilya? " tanya papa Niko yang kebingungan.
"Apa jangan-jangan Irwanto membawanya? " tanya papa Artur
"Bisa saja itu mungkin" ucap daddy Leon.
"Tapi sepertinya tidak, aku mengusir Irwanto ke luar dari rumah sakit ini dan aku juga melihat mereka berdua pergi dengan mobil" ucap papa Niko.
"Ya Tuhan, Hilya kamu pergi kemana nak" ucap ayah Niko.
Disaat semuanya sibuk memikirkan Hilya, Disa yang sedari tadi berdiri di samping branka Nando menjadi panik. Disa sudah mulai ketakutan saat melihat kedatangan Nando tadi, entah kenapa ia menjadi takut saat mendengar suara bentakan Nando tadi.
Brughhhh Disa pingsan dan membuat semuanya terkejut dan panik.
"Disa" teriak Nando.
"Disa" ucap semuanya yang mengerumuni Disa.
"Darah" ucap Fia yang melihat darah di pangkalan paham Disa.
"Ya Tuhan, Disa mengalami pendarahan" ucap bunda Lola yang panik.
"Yah panggil dokter" ucap bunda Lola.
"Biar saya yang memanggil dokter" ucap daddy Leon yang langsung pergi.
Ayah Dion langsung mengangkat tubuh Disa ke atas brankar dan tak lama setelah itu dokter datang.
"Sebaiknya kalian semua tunggu di luar" ucap dokter wanita.
"Sus pindahkan pasien ini ke ruangan lain dulu sebentar" ucap dokter wanita itu lagi.
"Saya tunggu di luar saja bersama keluarga saya" ucap Nando.
"Tapi anda"ucap suster.
" Saya sudah baik-baik saja, bahkan infusnya sudah boleh di buka"ucap Nando.
Baiklah anda boleh menunggu diluar "ucap Suster.
Fajar mengambil kursi roda untuk Nando, Sedangkan Alan dan Rifi membantu Nando. Mereka pun segera keluar dan menunggu Dokter memeriksa Disa.
"Hilya gak tau pergi kemana, sekarang Disa pingsan" ucap mama Maira.
"Ini semua gara-gara Irwanto, akan ku bunuh dia" ucap ayah Dion yang emosi dan ingin pergi tapi ditahan oleh semuanya.
"Ayah, mau kemana? " tanya Sifa.
"Ayah mau menghabisi Irwanto, dia penyebab ini semua" ucap ayah Dion.
"Dion jangan gegabah" ucap papa Dika.
"Aku sudah muak dengan tingkahnya, semenjak dia datang kembali ke kehidupan Hilya, Hilya menjadi hancur" ucap ayah Dion.
"Hilya sekarang menghilang entah kemana, entah di bawah oleh Irwanto aku punya juga tidak tau itu, sekarang Disa, dia pasti stik karena kejadian tadi" ucap ayah Dion yang sangat marah.
"Dion sabarlah" ucap papa Niko.
"Bagaimana bisa aku sabar Nik, aku tak tau kemana anak ku sekarang" ucap ayah Dion.
"Ayah sudah, sebaiknya kita tunggu kabar dari dokter dulu" ucap bunda Lola.
__ADS_1
Semuanya pun menunggu kabar dari dokter, mereka semua khawatir dengan Hilya dan juga kondisi Disa.
"Nan, lo tenang aja ya, Disa pasti bakal baik-baik saja" ucap Alan yang menenangkan Nando.
"Bang Nando tenang aja, kata mama orang sakit pasti bisa di sembuhkan oleh dokter" ucap Julian pada Nando.
"Iya abang tau kok Jul, kamu pasti capek banget ya di sini" ucap Nando yang memegang pipi Julian.
"Gak kok, Julian gak capek kok. Julian cuma khawatir dengan kak Hilya dan juga abang Zidan" ucap Julian.
"Julian, kamu gak perlu khawatir sama mereka, mereka bakal baik-baik aja kok" ucap mama Rena.
"Julian, sebentar lagi tante Soni bakal jemput kamu. Kamu sama tante Soni dulu ya" ucap mama Rena yang memang sudah menghubungi tante Soni untuk menjemput Julian.
"Apa mama gak suka Julian di sini" tanya Julian dengan raut sedih.
"Gak sayang, itu gak benar. Mama suka banget Julian di sini, tapi Julian gak boleh lama-lama di rumah sakit" ucap mama Rena.
"Julian yang dikatakan oleh mama kamu benar. Mama gak mau kamu sakit, makanya mama minta tante Soni untuk jemput kamu" ucap papa Dika.
"Baiklah, Julian mau ikut tante Soni. Julian gak mau sakit karena Julian mau melindungi mama, papa, abang Zidan, abang Nando, kak Hilya dan semuanya" ucap Julian yang membuat semua orang tersenyum.
Mendengar hal tersebut mama Rena langsung memeluk Julian.
"Mbak" ucap tante Soni yang baru datang.
"Soni" ucap mama Rena yang langsung memeluk tante Soni.
"Aku titip Julian ya" ucap mama Rena.
"Tentu saja mbak, kabarin sama aku nanti kalau ada apa-apa" ucap tante Soni.
"Iya" sahut mama Rena.
"Julian ayo sayang, kita pulang" ucap tante Soni.
"Mama jangan sedih-sedih ya, nanti di rumah tante Sonia Julian bakal berdoa semoga semuanya kembali seperti dulu" ucap Julian.
"Iya sayang, kamu sekarang pulang ya" ucap mama Rena.
Tante Soni pun membawa Julian pulang ke rumahnya. Semuanya kembali menunggu kabar dari dokter, dengan perasaan panik dan khawatir mereka terus berdoa dan menunggu dokter keluarga dari dalam ruangan.
Klekk....
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...