
"Ya udah, gue mau pesan minuman dulu" ucap Rifi.
"Kak Rifi serius mau pesan minuman? " tanya Fia.
"Iya lah gue haus" ucap Rifi.
"Lo di sini aja, jangan kemana-mana" ucap Rifi
"Iya" ucap Fia judes.
Rifi pun segera pergi untuk memesan minumannya sedangkan Fia kembali memperhatikan Abian dan Tamara yang sedang bermesraan berdua. Tak lama kemudian Rifi kembali ke meja Fia dengan membawa minuman yang ia pesan.
"Seger banget" ucap Rifi yang sengaja mengerjai Fia.
"Hah, itukan jus jeruk" ucap Fia yang kaget melihat minuman yang dibawa oleh Rifi.
"Iya gue pesan ini" ucap Rifi santai.
"Katanya tadi mau pesan minuman" ucapan Fia.
"Iya kan ini minuman" ucap Rifi.
"Ihhh nyebelin banget sih" sahut Fia yang kesal dan membuang wajahnya membuat Rifi tersenyum.
"Nih minum" ucap Rifi yang memberikan jus jeruk miliknya untuk Rifi.
"Gak mau"ucap Fia judes.
"Beneran? " tanya Rifi sambil menggoda Fia.
"Ya udah deh gue aja yang minum, mumpung gue haus" ucap Rifi yang ingin meminum jus jeruk itu.
"Ih gak peka banget sih jadi cowok" ucap Fia yang langsung merebut jus jeruk di tangan Rifi.
"Tadi bilangnya gak mau" ucap Rifi.
"Gak peka" ucap Fia.
"Gue bakal peka kok nanti pas kita udah jadian" ucap Rifi pelan.
"Apa? " tanya Fia.
"Minum noh, jangan sampe gue ambil balik jusnya" ucap Rifi.
Setelah lama memantau Abian dan Tamara begitu lama, akhirnya Abian dan Tamara beranjak dari tempatnya menuju ke suatu tempat lainnya.
"Mereka mau kemana? " tanya Fia.
"Yok kita ikuti" ucap Rifi.
"Ntar aku mau videoin mereka, siapa tau ini bisa menjadi bukti bagus untuk kita" ucap Fia yang mengambil ponselnya.
"Cepetan, keburu kita kehilangan jejak mereka" ucap Rifi.
"Iya udah ni, ayo" Ucap Fia yang mengarahkan ponselnya ke depan.
Abian dan Tamara menuju ke lorong di sana mereka saling berciuman, Fia terkejut melihat aksi Abian dan Tamara. Setelah lama berciuman di lorong itu, Abian menarik Tamara menuju ke sebuah kamar.
Rifi membuka sedikit pintu kamar itu yang kemudian membuat Fia dan Rifi sendiri terkejut saat melihat Abian dan Tamara yang saling membuka pakaian satu sama lain.
Fia benar-benar terkejut melihat aksi Abian dan Tamara, keduanya seolah-olah telah menikah sehingga melakukan hubungan intim yang begitu luar biasa.
Disaat mereka sedang mereka aksi Abian dan Tamara, tiba-tiba ada orang yang meneriaki mereka.
__ADS_1
"Woy" teriak pria itu yang melihat Rifi dan Fia.
"Hah, gimana ini? "tanya Fia yang panik.
"Lari"ucap Rifi yang menarik tangan Fia.
" Woyy mau kemana kalian"teriak orang itu.
"Ada apa ini? " tanya Abian yang keluar dengan celana pendeknya.
"Bos ada dua orang yang tadi mengintip dan merekam bos di sini" ucap orang itu yang ternyata anak buah Abian.
"Sialan, siapa mereka? " tanya Abian yang marah.
"Saya gak tau bos" ucap anak buah Abian.
"Kejar mereka" ucap Abian yang marah dan kembali ke kamar untuk memakai pakaiannya.
"Ada apa sih? " tanya Tamara yang terlentang diatas kasur tanpa busana sehelai pun.
"Ada dua orang yang dari tadi merekam aksi kita di sini" ucap Abian sambil memakai pakaiannya.
"Apa" ucap Tamara yang terkejut dan bangun dari tidurnya.
"Terus gimana dong, gimana kalau orang itu nyebarin video kita? " tanya Tamara yang menghampiri Abian.
"Gak usah banyak tanya dulu deh, mending lo pake itu baju lo" ucap Abian yang marah.
"Kok lo jadi marah sama gue sih? " tanya Tamara.
"Berisik lo ah, gue mau ngejar mereka dulu" ucap Abian dan pergi.
"Aghhh sialan, siapa sih yang berani merekam aksi gue dan Abian" ucap Tamara yang kesal.
Dilain sisi Rifi terus berlari sambil memegang tangan Fia, karena sudah lelah berlari mereka pun masuk ke sebuah kamar yang ada di sana.
"kamu sabar dulu ya, kita bakal keluar dari sini" ucap Rifi yang langsung memeluk Fia.
Fia yang di peluk oleh Rifi terkejut, namun Rifi terus menenangkan Fia yang nafasnya tak beraturan.
"Kamu tenang aja ya, aku bakal bawa kamu keluar dari sini" ucap Rifi dengan lembut sambil mengelus rambut Fia
"Bagaimana kalau mereka menemukan kita? " tanya Fia yang khawatir.
"Gak mereka gak bakal nemuin kita" ucap Rifi.
"Di mana mereka? " tanya Abian.
"Gak tau bos" ucap anak buah Abian.
"Cepat cari lagi" bentan Abian.
"Aghhhhh,, siapa mereka" teriak Abian tepat di depan kamar yang ada Fia dan Rifi.
Rifi mulai mencari sesuatu di kamar itu, sampai ia melihat kearah sehelai kain tipis yang ada di sana. Rifi langsung mengambil kain tipis itu dan merobeknya.
"Kenapa kakak robek kain ini? " tanya Fia yang kebingungan.
"Buat mengikat tangan kita" ucap Rifi sambil mengikat kain itu di tangannya.
"Hah?, untuk apa? " tanya Fia yang kebingungan.
"Biar nanti kita gak misah, kita bakal lari ke luar menuju ke mobil, aku gak mau kamu pisah dari aku" ucap Rifi lembut dan mengikat tangannya dan tangan Fia menjadi satu.
__ADS_1
"Oke sekarang kita keluar" ucap Rifi yang mendapatkan anggukan dari Fia.
Rifi pun mengeluarkan sedikit kepalanya dia kemudian melihat ke kiri dan ke kanan untuk memastikan semuanya aman.
"Ayo cepat" ucap Rifi pada Fia.
"ayo" ucap Fia.
Keduanya pun keluar dan berjalan dengan cepat menelusuri lorong tersebut, namun semuanya tak begitu mudah untuk mereka karena anak buah Abian kembali melihat mereka.
"Bos itu mereka" ucap anak buah Abian.
"Cepat tangkap mereka" teriak Abian.
"lari" ucap Rifi yang menggenggam tangan Fia.
Rifi dan Abian terus berlari sehingga mereka sudah bergabung dengan banyak orang di club itu.
"Kak gimana ni? " tanya Fia.
"Kamu tenang dulu, sebaiknya kita pelan-pelan keluar dari sini" ucap Rifi.
Dengan berjalan dengan pelan-pelan akhirnya mereka pun bisa keluar dari club itu, namun anak buah Abian dengan Abian sendiri masih mengejar mereka berdua.
"Capet masuk" ucap Rifi.
"Gimana tangannya ke ikat gini" ucap Fia.
"Masuk lawat pintu kemudi" ucap Rifi yang langsung mendorong Fia masuk.
Dengan susah payah Fia berusaha masuk ke mobil dengan tangannya yang terikat.
"Kak cepat" ucap Fia.
"Iya" sahut Rifi yang langsung menancap gas mobilnya.
"Aghhjjjhh siapa itu, dan mobil siapa itu" teriak Abian yang melihat mobil Rifi sudah jalan.
"Cepat tangkap mereka" ucap Abian pada anak buahnya.
"Baik bos" ucap anak buah Abian
"Siapa mereka, aku belum pernah melihat mobil itu sebelumnya. Apa mungkin itu Hilya dan Zidan? " tanya Abian yang kebingungan.
"Gak, gak mungkin mending aku kejar mereka juga" ucap Abian yang ingin menuju ke mobilnya.
"Abian.....
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...****************...
__ADS_1
...****************...
...****************...