CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
AMARAH ZIDAN


__ADS_3

Tadi siang ayah Irwan nelpon Hilya dan minta ketemu, awalnya Hilya gak mau, tapi ayah Irwan memaksa hingga akhirnya Hilya mau" ucap Hilya yang air matanya mengalir dipipi Hilya.


"Lalu dia apain kamu?, dia memarahi kamu?, dia membentak kamu lagi? " tanya ayah.


"Menjodohkan aku dengan anak rekan bisnisnya yaitu Abian, dan ayah Irwanto bilang ini demi bisnisnya" ucap Hilya dengan tatapan kosong dan air matanya terus mengalir.


"Apa???, berani sekali dia" ucap ayah yang marah.


"Meskipun dia ayah kandung mu, ayah sebagai ayah angkat mu tidak akan membiarkan dia melakukan hal sesuka dia" ucap Ayah lagi yang sangat marah.


"Syifa bawa Hilya masuk ke kamar" ucap Ayah pada Syifa


"Baik yah" ucap Syifa.


"Yok Hil" ucap Syifa yang mengajak Hilya masuk.


Syifa membawa Hilya ke kamar Hilya sendiri.


"Kamu istirahat gih, kamu gan perlu mikirin masalah ayah kamu" ucap Syifa


"Aku ke kamar dulu" ucap Syifa lagi setelah menunggu jawaban dari Hilya namun tan ada.


"Syifa aku minta maaf" ucap Hilya saat melihat Syifa ingin keluar dari kamarnya.


"Kamu gak perlu minta maaf sama aku Hil, aku tau perasaan dan hati kamu lagi hancur, tapi aku harap kamu masih bisa jadi Hilya yang dulu" ucap Syifa.


"Karena Hilya yang dulu lebih mencari bukti dulu baru percaya, bukan hanya percaya pada satu hal yang dilihat" ucap Syifa lagi.


"Satu lagi Hil, kak Zidan sangat mencintai kamu, dan sekarang Disa butuh orang yang mendukung dia, karena dia korban utamanya" ucap Syifa yang kemudian pergi.


Hilya memejamkan matanya mengingat setiap detail perkataan dari Syifa, air mata dia kembali jatuh lagi dan lagi hatinya terluka, lagi dan lagi ayahnya kandungnya sendiri yang menambahkan luka di hatinya.


Hilya membuka matanya dan melihat ponselnya. Banyak sekali panggilan tak terjawab dari Zidan, dan penuh dengan pesan yang terus di kirim oleh Zidan. Hilya kemudian membuka beberapa pesan suara yang dikirim oleh Zidan.


"Hilya, sayang please angkat panggilan dari aku, aku gak ngelakuin itu sayang percaya sama aku hikssss" suara pesan suara dari Zidan yang terdengar suara serak dan tangis dari Zidan.


"Sayang aku berani bersumpah, aku pasti dijebak, aku tidak mungkin mengkhianati orang yang aku cintai. Aku kangen sama kamu, aku pengen dengan suara kamu, aku pengen lihat kamu, tolong jangan buat aku begini" ucap Zidan lagi di pesan suara lainnya.


Hilya yang mendengar suara tangis dan suara Zidan yang serak, membuat ia tak sanggup lagi mendengarnya. Kemudian untuk menenangkan pikirannya, dia memilih untuk tidur.


Keesokan paginya, Syifa sudah siap untuk ke kampus, saat keluar dari kamar Syifa melihat Hilya yang sudah rapi.


"Mau kemana?" tanya Syifa


"Aku mau ke kampus aja, bosan di rumah" ucap Hilya.


"Serius? tanya Syifa untuk memastikan.


"Iya aku serius, lagi di rumah nanti bikin aku tambah suntuk " ucap Hilya.


"Yaudah ayok" ucap Syifa dan dianggukin oleh Hilya.


"Eh Hilya kamu mau kemana nak" tanya Bunda.


"Hilya mau ke kampus bun, Hilya bosan kalau di rumah" ucap Hilya.


"Kamu yakin? " tanya Bunda lagi.


"Iya bun" sahut Hilya lagi.


"Ya udah sekarang, kalian sarapan dulu" ucap Ayah.


"Bunda, Ayah, Syifa makan di mobil aja ya" ucap Syifa.


"Makan di mobil? " tanya bunda dan mendapat anggukkan dari Syifa.


"Iya bun, Syifa mau sarapan roti aja" ucap Syifa yang mengambil roti dan mengoleskan selai coklat.


"Hilya juga deh bun" ucap Hilya lagi.


"Ya udah terserah kalian saja" ucap Bunda yang tersenyum.


"Ayah, Bunda, Syifa duluan ya" ucap Syifa yang langsung pergi.


"Hilya juga ya" ucap Hilya yang juga pergi.


"Yah, kayaknya anak-anak kita masih marahan ya" ucap bunda dengan raut sedih.


"Syifa gak mungkin marah sama Hilya, nanti mereka juga kayak dulu lagi" ucap Ayah.


"Tapi yah bagaimana dengan mas Irwanto? " tanya Bunda lagi.


"Aku juga tak habis pikir dengan isi kepalanya" ucap Ayah.

__ADS_1


"Pokoknya Ayah akan selalu menjaga Hilya dari dia, Ayah gak peduli walaupun dia Ayah kandungnya Hilya" ucao Ayah dengan menahan emosi.


"Sekarang kita lanjut makan, hari ini kita ada meeting" ucap Ayah dan mendapatkan anggukan dari Bunda.


Dimobil Syifa masih belum banyak ngobrol dengan Hilya. Syifa hanya fokus memakan roti yang ia bawa untuk sarapan.


"Nanti pulang dari kampus boleh aku ketemu sama Disa? " tanya Hilya.


"Buat? " tanya Syifa dan tak mendapatkan jawaban dari Hilya.


"Hil, aku tau kamu sedang sedih, kecewa, tapi kalau kalau mau ketemu Disa hanya untuk menghinanya atau memarahinya maaf aku gak bisa bawa kamu untuk ketemu Disa" ucap Syifa.


"Kamu sekarang peduli banget ya sama Disa" ucap Hilya sambil tersenyum tipis.


"Sahabat sekarang saudara aku yang mengajarkan aku, untuk tidak menghakimi seseorang hanya karena satu kesalahannya" ucap Syifa yang menyindir Hilya.


"Aku... aku cuma mau jenguk dia kok" ucap Hilya lagi.


"Nanti pulang dari kampus aku bawa kamu ke tempat dia" ucap Syifa lagi.


Syifa dan Hilya sudah sampai ke kampus, mereka langsung masuk ke ruang kelas mereka.


"Hilya" ucap Fia dan Kia.


"Kamu udah gak apa-apa kan? " tanya Fia


"Iya aku gak apa-apa kok" sahut Hilya tersenyum.


"Pokoknya kamu gak boleh sedih, ada kita di sini" ucap Kia yang memeluk Hilya.


"Makasih ya" ucap Hilya yang tersenyum.


"Hilya nanti pulang bareng ya" ucap Abian yang baru masuk ruang kelas.


"Hilya pulang bareng kita" ucap Kia


"Lo gak usah ikut campur urusan gue sama CALON ISTRI GUE" ucap Abian yang membuat Fia, Kia dan seisi ruang kelas kaget.


"Mimpi ya lo" ucap Fia.


"Ayah kandung Hilya udah ngejodohin aku sama Hilya" bentak Abian.


"Iya kan Hil, kamu harus bilang sama temen-temen kamu ini" ucap Abian lagi.


"Kamu pikir aku mau" ucap Hilya yang sudah marah.


"Ayah kamu udah ngejodohin kita" ucap Abian.


"Cowok dan calon suami aku cuma ZIDAN MAHARADIKA" ucap Hilya yang membuat Syifa tersenyum tipis.


"Dia udah ngehamilin Disa" ucap Abian.


"Dengerin aku Abian, walaupun di dunia ini cuma ada kamu, aku gak akan pernah milih kamu buat menjadi bagian dari hidup ku"ucap Hilya.


"Kamu... "ucap Abian yang marah namun langsung di sela oleh Syifa.


"Sepertinya kamu tau semua tentang Disa dan kak Zidan" ucap Syifa yang berdiri dan tersenyum.


"Abian, bukankah sungguh menyedihkan, masa muda seseorang telah dihancurkan oleh orang yang munafik" ucap Syifa yang memang curiga sama Abian.


"Maksud kamu apa ngomong gitu? " tanya Abian


"Bukan apa-apa, sana minggir" ucap Syifa yang duduk kembali di kursinya.


Berita perjodohan Hilya dan Abian sudah di sebar oleh Abian dengan sengaja, bahkan hal tersebut sampai heboh di grup universitas Lentera Bangsa. Zidan di rumah sakit saat membacanya langsung marah.


"Apa-apaan ini" ucap Zidan


"Brengsek tuh orang, dia malah cari kesempatan disaat hubungan gue dan Hilya lagi gak baik" ucap Zidan.


"Gue bakal kasih pelajaran sama dia" ucap Abian yang langsung pergi.


"Dan, Dan jangan, lo tenang dulu" ucap Akan namun Zidan tak memperdulikannya.


"Kita kejar Zidan sekarang, bahaya kalau dia sudah emosi" ucap Alan pada Fajar dan Rifi.


"Sus kami titi Nando bentar" ucap Fajar.


Zidan membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi. Bahkan Alan, Fajar dan Rifi kesusahan mengejar mobil Zidan. Alan bahkan terus menelpon Syifa namun tak ada jawaban dari Syifa.


Tak lama kemudian Zidan sampai ke universitas Lentera Bangsa, dengan perasaan marah dia langsung masuk ke ruang kelas Hilya yang memang sedang ada dosen dan menyeret Abian keluar.


"Apa -apaan ini" ucao Abian yang memberontak saat kerah bajunya ditarik oleh Zidan.

__ADS_1


Zidan tak menjawab dida malah menyeret Abian dengan dengan emosi menuju ke lapangan universitas Lentera Bangsa.


Bughhh... bughh. .. brakkkk... plak.... Zidan memukul Abian dengan membabi buta. Hilya langsung menahan Zidan dengan memeluk Zidan.


"Kak Zidan sudah hentikan" ucap Hilya.


"Lepasin gue, gue bakal habisin bocah sialan ini" ucap Zidan.


"Udah semua orang ngelihatin kak Zidan " ucap Hilya.


"Hahahaa kenapa lo gak terima Hilya dijodohkan sama gue hah" ucap Abian yang tertawa mengejek Zidan.


"Dia calon istri gue sekarang, bukan calon istri lo" ucap Abian lagi.


"Bajingan" teriak Zidan yang kembali memukul Abian.


Bughhhhh.... bughhhhh... bughhhh... Zidan terus memeluk Abian.


"Dan udah" ucap Alan yang baru sampai dan metik Zidan yang berada diatas Abian.


"Lepasin gue Lan, gue gak bakal biarin dia ngambil Hilya dari gue" ucap Zidan.


"Hahahaaha, lo itu udah ngehamilin Disa, lo sam Disa cocok sama-sama munafik, penghianat yang udah khianati Hilya" ucap Abian.


"Lo rebut kepera... wanan Disa, lo hamilin dia terus lo mau nikah sama Hilya hahhahaha. Lo cocok sama ****** kaya Disa" ucap Abian.


"Plakkkkkk" satu tamparan mendarat di pipi Abian yang dilakukan eh Syifa.


"Berani banget lo anj.. ing nampar gue" bentak Abian


"Bughhhh, satu pukul kencang kembali dilakukan oleh Alan saat Abian membentak Syifa.


"Udah gue bilangin, biar gue yang hajar si brengsek itu" ucap Zidan.


"Kam udah" ucap Hilya.


"ali mau dijodohin sama dia?, lo mau ninggalin gue demi dia" bentak Zidan pada Hilya.


"Gue gak ngelakuin apapun, tapi kenapa lo malah percaya sama selembar foto sialan itu" ucap Zidan lagi.


"Aku gak mau dijodohin sama dia" bentak Hilya yang membuat Zidan terdiam.


"Meskipun aku benci sama kamu sekarang, tapi hati aku gak bisa nerima siapapun kecuali kamu" ucap Hilya.


"Aku bingung sekarang, aku bingung, aku ingin menjauh dari kamu tapi aku gak bisa karena aku cinta sama kamu" ucap Hilya lagi.


"Dan kamu Abian, dengarkan aku bauk-baik, aku gak mau dijodohin dengan cowok kurang aja kayak kamu, meskipun dia Ayah kandung aku, aku tatap tidak peduli" ucap Hilya.


"Bawa dia ke UKS " ucap salah satu dosen.


"Zidan kamu telah membuat onar di kampus" ucap Dosen itu lagi.


"Pak, saya minta maaf atas nama Zidan" ucap Alan.


"Lo semua bubar" teriak Rifi yang membuat semua orang yang ada di sana langsung bubar.


Alan membawa Zidan pergi dari kampus, begitu pun dengan Hilya, Syifa Fia dan Kia yang ikut bolos dari kampus.


"Kita ketempat Disa....


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2