CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
FAKTA BARU LAGI


__ADS_3

Zidan menemui Haris di lobi rumah sakit yang sedikit jauh dari ruang Fia.


"Ada apa? " tanya Zidan.


"Irwanto nama ayah kandungnya Hilya kan? " tanya Haris yang membuat Zidan semakin bingung.


"Eumm, itu ayah kandungnya Hilya, tapi Hilya membencinya" ucap Zidan.


"Gue udah tau" ucap Haris.


"Terus ngapain lo ngajak gue ke sini? " tanya Zidan.


"Lo lihat ini" ucap Haris sambil memperlihatkan foto yang di ponselnya.



"Ini kan... " ucap Zidan yang langsung disela oleh Haris


"Tamara dan ayahnya Hilya" ucap Haris dengan cepat.


"Eumn iya" sahut Zidan.


"Apa yang aneh dengan foto ini?, bukankah ini wajar, om Irwanto ayah tirinya Tamara" ucap Zidan.


"Lebih dari itu" ucap Haris.


"Maksud lo? " tanya Zidan yang kebingungan.


"Lo percaya gak kalau gie bilang mereka punya hubungan spesial" tanya Haris.


"Ya anak dan ayah tirilah" ucap Zidan lagi.


"Bukan" ucap Haris.


"Tunggu, maksud lo apa sih? " tanya Zidan.


"Tamara dan Ayahnya Hilya memiliki hubungan yang jauh" ucap Haris yang membuat Zidan semakin bingung.


"Hubungan jauh? " tanya Zidan yang kebingungan.


"Gue sempat memergoki mereka check-in hotel" ucap Haris yang membuat Zidan terkejut.


"Lo gila" ucap Zidan.


"Lo-lo jangan sembarangan ngomong, ini bisa buat Hilya sedih dan hancur" ucap Zidan lagu yang menekankan nada bicaranya.


"Gue gak bohong" ucap Haris.


"Hilya udah baik sama sepupu gue, dari dulu sekolah dia selalu hibur Fia saat dia sedih, sekarang waktunya gue bales kebaikannya" ucap Haris.


"Ini bak bikin Hilya hancur" ucap Zidan.


"Terus lo mau kebohongan ini semakin tertutup" ucap Haris.


"Terus li mau kita bongkar kebusukan om Irwanto dan Tamara?,kita gak punya bukti, terus gie sendiri belum terlalu percaya" ucap Zidan.


"Nih, lo percaya sekarang? " tanya Haris sambil menunjukkan foto lain lagi yang membuat Zidan syok.



(Ilustrasi)


"Sh**ttt" ucap Zidan sambil menjambak rambutnya.


"Sumpah Tamara benar-benar Ja.. kang sialan" ucap Zidan.


"Kita cari tau dulu, kenapa bisa Tamara melakukan ini dengan ayahnya Hilya, baru setelah itu kita bongkar semua" ucap Haris.


"Tu cewek benar-benar sialan ya, dia dan ibunya udah ngehancurin keluarga Hilya" ucap Zidan yang emosi.

__ADS_1


"Lo tenang dulu" ucap Haris.


"Besok kita jebak Tamara" ucap Haris.


"Caranya? " tanya Zidan.


"Kok lo tanya gue sih, lo mikirlah" ucap Haris.


"Gue minta kontak lo, besok gue bakal ngabarin lo" ucap Zidan.


"Oke" sahut Haris yang memberikan nomor kontaknya pada Zidan.


"Sekarang gue kembali ke ruangan Fia dulu, takut cewek gue curiga"ucap Zidan.


" Oke"sahut Haris.


"Gila kali ya ni cewek sasimo banget" ucap Haris yang kembali melihat foto tama dengan Irwanto.


Zidan kembali masuk ke ruangan Fia dan kemudian di susul oleh Haris di belakangnya, semua orang yang ada di ruangan Fia menatap Zidan dan Haris dengan penuh penasaran.


"Gimana?, lo mau nginap atau mau pulang? " tanya Zidan yang mencairkan suasana.


"Pulang ajak kak" ucap Fia.


"Kak Zidan tadi habis dari mana? " tanya Hilya yang setengah berbisik.


"Gak, cuma di depan doang" ucap Zidan.


"Ngapain? " tanya Hilya.


"Dia mau berteman dengan aku" ucap Zidan yang berbohong.


Fia yang sudah tak pusing memilih untuk pulang dan setelah mengantarkan Fia kembali ke kosan Kia mereka semua kembali ke rumah masing-masing.


Di markas geng Orthtros. Zidan, Alan, Rifi dan Fajar berkumpul di sana.


"Ada apa Dan? " tanya Alan.


"Masalah Haris tadi manggil lo? " tanya Rifi.


"Kalian lihat ini" ucap Zidan yang menunjukkan foto Tamara dan Irwanto.


"Ini kan" ucak Fajar.


"Sh***ttt murahan banget anj***ng" teriak Fajar.


"Lo dapat foto ini dari mana Da" tanya Alan.


"Tadi Haris yang ngasih ke gue, dia sempat mergokin mereka berdua ke hotel" Ucap Zidan.


"****** murahan banget sih sumpah" ucap Fajar.


"Gilakk sih si Tamara, dia sama anjirrr, bapak tirinya pula" ucap Alan.


"Gue ngebayangin nya aja pen muntah anjrrr, ya kali di rumah manggil bapak, terus di hotel manggil apa njiirrr" ucap Fajar.


"Gue gak bisa bayangin sih kalau nasib Hilya sih, kalau sampe dia lihat foto ini" ucap Rifi.


"Yupp, gua setuju, dia bakal hancur banget gilakkk" ucap Fajar.


"Makanya gue mau kirim foto ini dulu ke kalian dan mau gue hapus di HP gue" udah Zidan.


"Kalau di HP gue, takutnya Hilya lihat" ucap Zidan lagi.


"Oke, lo kirim ke kita aja" ucap Alan


"Gue mau cari tau, bagaimana bisa Tamara melakukan ini dengan om Irwanto" ucap Zidan.


"Kok bisa dia ngelakuin hal gila ini" ucap Zidan lagi.

__ADS_1


"Dan Haris bakal bantuin juga" ucap Zidan.


"Kita bakal bantuin lo" ucap Rifi.


"Ya, kita bakal kasih perhitungan tuh sama si cewek sialan itu" ucap Fajar dan mendapatkan anggukan dari Alan.


"Gue lagi mikir gimana caranya untuk mendapatkan informasi ini, gue pengen denger dari mulut Tamara langsung kalau bisa" ucap Zidan yang kebingungan memikirkan ide.


"Gue punya ide" ucap Alan.


"Apa? " tanya Zidan, Fajar dan Rifi.


"Kita jebak Tamara dengan cairan Skopolamine" ucap Alan.


"Cairan apaan itu? " tanya Fajar.


"Oh ya, gue setuju" ucap Zidan yang baru mengingat fungsi cairan itu.


"Setuju-setuju ae lo, gue kagak tau tuh fungsinya ape" ucap Fajar.


"Bego sih lu" ucap Rifi.


"Kaya lo tau aja" ucap Fajar.


"Cairan yang bisa buat orang mabul dan bakal mengatakan apapun yang kita tanya, dan orang itu bakal jawab dengan jujur" ucap Rifi yang menjelaskan pada Fajar.


"Obat itu juga bakal buat orang yang mabuk itu lupa apa yang telah ia katakan selama dia mabuk, dan itu bisa kita manfaatin sama si sasimo" ucap Rifi lagi.


"Oh gitu, gue mah udah paham" ucap Fajar lagi.


"Tapi sudah membeli cairan itu" ucap Zidan.


"Bener banget, kita harus mikirin caranya" ucap Alan.


"Kita harus meminta orang yang memiliki banyak kenalan untuk membelinya" sahut Rifi.


"Gimana kalau kita pesan online dengan akun fake? " tanya Fajar.


"Gilak lu, mana bisa" ucapan Alan.


"Ya ampun otak gue buntu" ucap Fajar yang menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Emang tolol lu" ucap Rifi.


"Yeee, nilai gue cuma beda satu poin doang sama lo" ucak Fajar.


"Berisik benget gilaakk" ucap Alan.


"Gue gak fokus mikir taikk" ucap Alan lagi.


"Oh gue tau....


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...****************...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2