CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
DUA BERITA MENGEJUTKAN


__ADS_3

Papa Dika pun langsung memasukkan dvd ke dalam alat pemutarannya. Setelah memasukkannya, isi di dalamnya terdapat beberapa video dan juga beberapa rekaman audio.


"Kita lihat rekaman suaranya dulu" ucap papa Niko.


AUDIO 1


"Woy Har, udah lama lo gak datang ke sini" terdengar suara seseorang yang sedikit berteriak karena dentuman musik yang kencang dalam audio tersebut.


"Gue lagi sibuk belakangan ini" suara abang sepupu Fia yaitu Haris.


"Terus sekarang lagi free? " tanya orang itu lagi.


"Ya gitulah" sahut Haris.


"Oh ya Van lo tau gak kasus yang sedang viral belakangan ini? " tanya Haris.


"Masalah keluarga Mahardika? " tanya cowok tersebut yang bernama Evan.


"Eumm" sahut Haris.


"Lo percaya? " tanya Evan sambil tersenyum.


"*Engga, gue gak percaya" ucap Harris.


"Syukur deh" ucap Evan yang tersenyum.


"Syukur?, maksud?"tanya Haris.


" Sini lo ikut gue"ucap Evan.


Evan dan Haris tak lagi di tempat yang banyak orang, terdengar suara dentuman musik yang sudah tak terdengar lagi.


"Kenapa? "tanya Haris.


"Lo lagi nyari tau masalah keluarga Mahardika" tanya Evan.


"Adik sepupu gue yang suruh" ucap Haris.


"Jangan bilang cewek itu adek lu" ucap Evan.


"Sahabat adik gue dan kondisi dia sekarang sangat buruk, makanya sepupu gue minta tolong sama gue buat selidiki semuanya"ucap Haris.


" Makanya gue kesini buat cari tau. Ya siapa tau aja sahabat adik gue pernah ke sini"ucap Haris.


"Hah... heuhh" Evan menarik nafas beratnya.


"Kenapa lo? " tanya Haris.


"Lo tau gak, keluarga Mahardika lagi difitnah" ucap Evan.


"Lo tau dari mana? " tanya Haris dengan cepat .


"Lo tau bar kecil milik Pedro? " tanya Evan.


"Y-ya gue tau" ucap Haris.


"Gue pernah lihat cewek itu di bawa ke sana sama cowok dan yang jelas cowok itu bukan Zidan Mahardika" ucap Evan.


"Dan lo tau, gue pernah lihat mereka dua kali dan kedua kalinya cewek itu selalu dalam keadaan tak sadarkan diri" ucap Evan.


"Kayaknya tu cewek di bius deh" ucap Evan lagi.


"Anj...g siapa cowok itu" ucap Haris sambil menjambak rambutnya.


"Dan tunggu, Lo tau berita yang sedang beredar sekarang hoaks, tapi lo malah diam aja? "tanya Haris.


"Gue gak punya banyak bukti" ucap Evan santai.


"Tapi yang jelas ni ya, gue yakin seyakin mungkin kalau Zidan Mahardika gak bakalan ngelakuin hal bodoh gitu. Secara gue selalu minta dia datang ke bar gue dan dia bilang gak tertarik. Bahkan banyak cewek cantik di sini yang minta dia datang, namun tetap dia tolak mentah-mentah "ucap Evan.


"Ya gue kaget juga sih tiba-tiba ada berita Zidan Mahardika ngehamilin anak orang" ucap Evan.


"Lo mau bantu gue ke mini bar Pedro? " tanya Haris.


"Eummmm, oke besok kita ke sana" ucap Evan.

__ADS_1


"Oke besok kita ketemu di mini bar Pedro aja"ucap Haris.


" Oke"sahut Evan.


AUDIO 1 END.


"Kita langsung mendengarkan audio kedua" ucap papa Niko dan di anggukan oleh semua orang.


AUDIO 2


"Lama banget lo" ucap Evan yang sudah menunggu.


"Sorry gue tadi nganterin obat sepupu gue dulu" ucap Haris.


"Sepupu lo? " tanya Evan.


"Fia, tadi gue ketemu sama dokter kontrol dia dulu buat ambil obat" ucap Haris.


"Emang sakit apa? " tanya Evan


"Fia kanker darah stadium tiga, jadi gue berusaha bantuin dia supaya dia gak terlalu stres" ucap Haris.


"Ya ampun, ya udah gue bakal bantuin sepupu lo juga" ucap Evan yang merasa kasian pada Fia.


Mendengar Haris mengatakan Fia mengidap penyakit kanker darah dengan cepat Hilya menghentikan audio tersebut.


"Fi maksudnya apa? " tanya Hilya pada Fia.


"Hil, sebaiknya kita lanjutin itu dulu, bantu nanti kita bahas" ucap Fia.


"Fia, kamu kanker darah? " tanya Syifa.


"Kita bahas nanti aja ya, kita urus masalah Disa aja dulu" ucap Fia lagi.


"Fia, kesehatan kamu juga penting" sahut Disa.


"Kenapa kamu gak kasih tau sama aku? " tanya Kia dengan matanya berkaca-kaca.


"Kia, ini bukan masalah besar kok" ucap Fia.


"Fia.... " ucap Hilya yang langsung disela oleh Fia.


"Kita lanjut aja dulu" ucap Rifi.


LANJUTAN AUDIO 2


"*kita masuk sekarang yok, gue udah hubungi Pedro juga tadi" ucap Evan.


"Ayo" sahut Haris.


Suara dentuman musik begitu keras terdengar.


"Hey bro" ucap Evan pada seseorang.


"Apa kabar Dro"? " tanya Haris.


"Baik gue?, lo gimana? " tanya Pedro.


"Ya seperti yang lo lihat, gue aman" ucap Haris.


"Jadi gimana ? " tanya Haris.


"Gue udah dengar kok dari Evan, dan ya tu cewek sering di bawa ke sini dalam keadaan tak sadarkan diri sih" ucap Pedro.


"Cowok itu Zidan Mahardika" tanya Haris.


"Bukan, gue yakin bukan sih" ucap Pedro.


"Lo gila ya, lo tau tu cowok bukan Zidan tapi lo cuma diam doang" ucap Haris.


"Tu cowok di jaga sama para preman, gue gak berani ambil tindakan" ucap Pedro.


"Tapi gue kasihan sama si cewek sih, apa lagi gue ngikutin kasus ini, kasian si ceweknya" ucap Pedro.


"Gue mau lihat monitor CCTV lo"ucap Haris.

__ADS_1


" Ayo"ajak Pedro.


"Gue mau lihat pas cowok itu ke sini" ucap Haris saat sudah di ruang monitor.


"Ini, ini mereka" ucap Pedro sambil menunjukkan video di monitor.


"Eh, itukan cowok yang pernah foto sama sepupu gue dan sahabatnya" ucap Haris.


"Dia sering bawa cewek itu ke sini dan dia sering di kawal sama beberapa orang" ucap Pedro.


"Gue minta videonya" ucap Haris.


"Har please jangan lihatin gue" ucap Pedro.


"Dro, lo gak kasian sama si cewek, dia berhak dapat keadilan" ucap Evan.


"Cowok bejat kayak dia harus di hukum" ucap Evan yang membuat Pedro terdiam.


"Gue kirim videonya ke lo" ucap Pedro*.


AUDIO 2 END.


Setelah mendengar audio ke-2 mata mereka mulai berkaca-kaca, namun setelah itu dengan hati yang berat dan rasa penasaran yang besar mereka langsung menonton satu video yang ada di sana.


ISI VIDEO.


*Disa dalam keadaan pingsan di bawah oleh seorang cowok yang ternyata cowok itu adalah Abian. Abian juga kawal oleh beberapa preman yang pernah menghajar Zidan.


Abian membawa Disa ke sebuah kamar yang ada di mini bar Pedro. Setelah berjam-jam lamanya, Abian terlihat keluar dari kamar tersebut sambil merapikan bajunya. Setelah lama Abian pergi, Disa keluar dengan keadaan yang berantakan dan juga jalannya yang pincang. Isi video itu terus berulang seperti kejadian itu sampai hari terakhir Disa di bawa ke sana*.


VIDEO END.


Setelah melihat video itu semua orang tak lagi bisa menahan air matanya, apalagi Disa, dia benar-benar syok saat melihat dirinya yang terlihat begitu hina.


"Disa" ucap Hilya yang langsung memeluk Disa.


"Haaaa.... haaaaa.... Hil, kenapa Abian begitu jahat sama aku" ucap Disa yang sudah menangis.


"Ini keterlaluan, bagaimana ada manusia hina seperti itu" ucap mama Maira.


"Kita bawa bukti ini ke kantor polisi" ucap papa Dika.


"Dia sudah mencemarkan nama baik keluarga Mahardika" ucap papa Dika lagi.


"Kami akan ke kantor polisi, kalian tenangkan Disa" ucap papa Niko.


"Baiklah" sahut ayah Dion.


Ayah Dion, papa Dika, papa Niko, papa Arthur dan daddy Leon pergi menuju ke rumah sakit, sedangkan yang lainnya tetap di rumah bunda Lola untuk menenangkan Disa.


"Disa, kamu sabar ya" ucap mama Maira yang memeluk Disa.


"Kenapa Abian begitu jahat" ucap Disa.


"Sialan, gue bakal habisin tu bocah" ucap Zidan yang emosi.


"Biar polisi yang urus" ucap Alan yang menangkap Zidan.


"Dia benar kak, biarkan polisi yang menghukum dia" ucap Hilya.


"Fia....


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2