
"Lo sekarang ke sana" ucap Alan pada Hilya
"Gak, Hilya kamu tetap di sini, kamu gak perlu jadi asisten dia" ucap Abian yang menahan tangan Hilya
"Lepasin aku" ucap Hilya
"Kamu gak usah ikut campur deh" sahut Fia pada Abian
"Kenapa lama banget?" tanya Zidan yang menghampiri mereka
"Sayang, tadi aku mau pergi tapi di tahan nih sama dia" ucap Hilya yang lagi berakting.
Dalam hati zidan tersenyum mendengar Hilya memanggilnya sayang.
"Ayo" ucap Zidan datar dan menarik Hilya
Abian menatap kesal Zidan yang membawa Hilya.
"Bian, aku teh mohon banget sama kamu ya, jangan ganggu Hilya lagi, kasian dia tau" ucap Syifa
"Tau nih orang, gara-gara kamu Disa selalu mau jahatin Hilya" ucap Fia.
"Lagian kamu udah sama Disa, ya sama Disa aja gak usah ganggu Hilya yang udah punya pacar juga" sambung Kia.
"Bro mending lo hati-hati sama kating kita, semua mahasiswa di kampus pasti tau siapa geng Orthtros, jadi mendingan kuliah yang bener aja gak usah ganggu pacar kak Zidan" ucap Nando.
"Setuju gue sama Nando, kak Zidan kating super galak" ucap Angel.
Mendengar ucap mereka Abian terdiam dan hanya menjawab dari batinnya.
("Gak aku belum rela aja kalau Hilya jadi milik orang lain, tapi... aghhhhh andai aja dulu aku peka "batin Abian yang masih bimbang).
Di sisi lain Hilya terlihat cemberut mengikuti Zidan.
"Kak Zidan ngapain sih malah nyuruh aku buat pegang absen doang, kan ada kak Alan, kak Fajar dan kak Rifi" ucap Hilya yang kesal.
"Lah yang jadi asisten kan lo, masa kita sih yang harus megangin absennya" ucap Alan
"Lagian mengangin absen doang apa ribetnya sih calon ibu ketua" ucap Fajar sambil nyegerin.
"Ibu ketua, ibu ketua. Namu aku Hilya bukan ibu ketua" ucap Hilya yang tambah cemberut.
"Lan, kayaknya udah boleh mulai deh" ucap Zidan
"Iya lo absen dulu" ucap Alan
"Jar lo aja" ucap Zidan.
"Sini absennya ibu ketua" ucap Fajar sambil tersenyum
"Nih orang satu ya" ucap Hilya yang kesal dan menyerahkan absennya.
"Oke semuanya, dengarkan absen terlebih dahulu, dengar baik apa ada nama kalian atau engga" ucap Alan dengan tegas.
Fajar pun memanggil nama mereka satu persatu, dan semua nama sudah terpanggil.
Rifi meniup peluit yang menandakan acara di mulai.
Semua maba mulai menjalankan strategi mereka dengan masing-masing kelompok untuk mendapatkan banyak ikan.
__ADS_1
Hilya terus berdiri dengan bosan melihat teman-temannya dengan seru main di sungai.
"Kak Zidan, kenapa sih hukuman juga berlaku di sini?" tanya Hilya yang cemberut
"Emang kenapa?, tidak ada bedanya di sini atau di tempat lain, hukuman tetap hukuman" Ucap Zidan yang melihat kearah Hilya.
"Tapikan aku juga mau ikutan kayak mereka atuh, pasti seru banget, aku jadi iri" ucap Hilya
"Kamu mau main air juga?" tanya Zidan yang di anggukin oleh Hilya
"Gak boleh" ucap Zidan.
Mendengar ucapan Zidan, Hilya menjadi lebih kesal. Di sungai Disa melirik Abian dan Abian juga melirik Disa. Disa menghampiri Abian.
"Kita ngobrol bentar yuk" ucap Disa
"kamu gak lihat aku lagi apa?" tanya Abian cuek
"Sebentar aja" ucap Disa
"Nanti kalau udah istirahat" Ucap Abian.
"Syifa semangat" teriak Hilya yang membuat Disa menatap Hilya.
"Syifa, Fia, Kia, ayo tangkap ikan yang banyak" ucap Hilya yang heboh.
Disa menatap Syifa dan kemudian kembali menatap Hilya, muncul rencana jahat lagi di benak Disa. Tanpa berpikir panjang mulai menjalankan rencana jahatnya lagi.
Pada saat itu air di sungai mencapai lutut. Secara diam-diam dan berpura mencari ikan Disa menarik kaki Syifa dengan kalinya sehingga membuat Hilya terjatuh dan tangannya terlepas dari tangan Fia dan Kia.
Karena air yang memang sedang kencang, Syifa yang terjatuh tidak bisa mengimbangi tubuhnya sehingga dia terbawa arus. Hilya yang melihatnya langsung teriak.
"ahkkkkkk" teriak Syifa yang terbawa arus
"Syifa" teriak Hilya yang ingin berlari kearah sungai, namun di tahan oleh Zidan
"Kak lepasin, Syifa keseret arus" ucap Hilya
"Alan udah bantuin Syifa" ucap Zidan
Mereka berlari mengejar Syifa dari darat.
"Akhhh tolong" teriak Syifa yang terbawa arus
"Syifa pegang tangan" teriak Alan yang mencoba menggapai tangan Syifa
"Syifa kamu bertahan" teriak Hilya yang sudah menangis
"bantuin gue buat matahin dahan itu supaya menahan Syifa" ucap Zidan.
Semua maba pun mendengarkan ucapan Zidan, mereka langsung mematahkan pohon ranting kecil supaya menahan Syifa.
Alan sudah mulai menggapai tangan Syifa, Alan langsung memeluk Syifa yang mulai lemas. Mereka berdua tersangkut di ranting-ranting yang di patahkan oleh Zidan dan yang lainnya.
"Alan pegang ranting itu, gue dan anak-anak bakal narik lo" ucap Zidan
"Tarik semua" teriak Fajar.
Mereka pun menarik Alan dan Syifa, Syifa sudah terlihat begitu lemas di pelukan Alan.
__ADS_1
"Syifa" teriak Hilya, Fia dan Kia.
"Hey bangun" ucap Alan yang menepuk pipi Hilya
"Syifa bangun" ucap Hilya yang panik
Alan memompa tubuh Syifa, Alan begitu panik melihat Syifa yang tak kunjung bangun. Alan terus berusaha sehingga Syifa pun tersadar.
Uhuk...uhuk... Syifa batuk dan mengeluarkan air dari mulutnya. Alan menarik nafas lega.
Hilya, Kia dan Fia langsung memeluk Syifa.
"Aku khawatir banget sama kamu" ucap Hilya
"Kamu kok bisa ke seret gitu sih" ucap Fia
"Mending bawa dia ke tenda aja" ucap Giska yang merupakan seorang kating juga
"Ayo Syif" ajak Kia
"Fia kamu bantu Kia bawa Syifa dulu ya, aku nanti nyusul" ucap Hilya
"Iya, sini biar gue papah Syifa" ucap Fia yang memapah Syifa.
Mereka pun membawa Syifa menuju ke tenda, sedangkan Hilya menatap Disa dan kemudian menghampiri Disa.
"Kamu ikut aku" ucap Hilya yang menarik Hilya
"Kamu apaan sih, lepasin aku" ucap Disa yang menghempaskan tangan Hilya
"Kamu ini kenapa sih?, mau sampai kapan begini" ucap Hilya
"Ada apa sih?" tanya Disa yang berpura-pura tidak tau apa-apa
"Kamu gak usah pura-pura deh, aku tau kamu tadi yang buat Syifa jatuh dan keseret arus" ucap Hilya yang memang melihat Disa tadi.
"Kamu tau gak, kamu bisa buat Syifa meninggal, dan kamu bakal jadi pembunuh" ucap Hilya
"Ini semua gara-gara kamu, kamu yang udah buat mereka jauh dari aku" teriak Disa
"Kamu sendiri yang membuat mereka menjauh Disa buka aku" sahut Hilya.
"Kamu keterlaluan Disa, mereka teman kamu" ucap Abian yang menghampiri Hilya dan Disa.
"Abian...
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
__ADS_1
...----------------...
...----------------...