CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
KELINCI CEMPRENG DAN SINGA RESEK


__ADS_3

Mereka pun pulang ke rumah. sesampainya di rumah Hilya maupun Syifa langsung mencuci wajahnya, mengganti pakaian dan langsung tidur.


keesokan harinya Hilya dan Syifa pun sudah siap untuk ke kampus.


"Bunda ada siapin bekal buat Hilya kan?" tanya Hilya


"ada sayang, buat Syifa juga ada nih" sahut Bunda Lola


"ya udah deh bun, Hilya pamit dulu ya" ucap Hilya


"Syifa juga" sahut Syifa


"ayah Hilya duluan" teriak Hilya


"aku senang deh mas melihat Hilya yang sekarang" ucap Bunda Lola


"aku juga sayang, semoga Hilya terus bahagia" ucap ayah Dion


"lalu bagaimana dengan Irwanto?, gimana kalau tiba-tiba dia datang dan mengambil Hilya mas" ucap Bunda Lola yang panik


"aku akan melakukan apapun untuk mempertahankan Hilya di sini" ucap Ayah Dion


Hilya dan Syifa pun sudah berada di kampus, tepatnya sudah berada di lapangan.


"Hilya please aku mau ngomong bentar sama kamu" ucap Abian


"aku gak bisa" ucap Hilya cuek


"please" ucap Abian yang memohon


"gak mau, kamu deng..." ucap Hilya yang kemudian tersela oleh suara teriakan seseorang.


"siapa di sini yang bernama Hilya Aska?" teriak seorang wanita yang bisa dibilang kating juga namun tak ikut dalam organisasi ospek.


"saya kak" jawab Hilya


"sini maju lo" ucap kating itu lagi yang bernama Tamara


Hilya pun maju ke depan dan di ikuti oleh Syifa.


"ada apa kak ya?" tanya Hilya yang kebingungan


"berani banget lo rebut cowok gue" teriak Tamara


"cowok kakak?, siapa ya?" tanya Hilya


"Zidan Mahardika" ucap Tamara


"oh" sahut Hilya singkat


"lo maba di sini, berani-beraninya rebut cowok gue" teriak Tamara


"kita gak pacaran kok" ucap Hilya


"gak usah bohong deh lo, berita lo pacaran sama Zidan udah ke sebar, jadi kita semua tau" ucap teman Tamara yang bernama Vina.


"tapi kita emang gak pacaran kok" jawab Hilya lagi


"berani bohong ya lo" teriak Rosa yang mendorong Hilya


"eh kak jangan main dorong-dorong dong" ucap Syifa yang mendorong Rosa juga


"lo berani sama gue?" ucap Rosa


"kenapa kita harus takut sama kalian" ucap Syifa


"heh lo jauhin Zidan ya, dia cowok gue" teriak Tamara


"kalau aku gak mau kenapa?, aku memang pacaran sama kak Zidan?, masalah sama kamu?" tanya Hilya yang sudah kesal


"lo berani sama gue, lo maba di sini" teriak Tamara


"baru masuk ke sini udah kegatelan lo" ucap Tamara


"siapa yang lo sebut kegatelan?" tanya Zidan yang baru datang kelapangan


"Zi..zi..Zidan" ucap Tamara gugup


"Zidan, ini cewek cuma manfaatin kamu doang" ucap Tamara yang menggandeng tangan Zidan


"Lepasin gue" ucap Zidan

__ADS_1


"Tamara lo tau gue kan?, gue gak pernah yang namanya mengancam orang, apa yang gue bilang bakal gue lakuin. Jadi kalau lo berani ganggu cewek gue, gue bakal keluarin lo dari kampus ini, lo taukan siapa gue" bisik Zidan pada Tamara yang membuat Tamara takut


"sekarang lo minta maaf sama cewek gue" ucap Zidan pelan.


Tamara terdiam menatap Hilya, dia tak mau minta maaf pada Hilya yang notabene nya seorang maba.


"minta maaf sekarang sama cewek gue" bentak Zidan yang membuat semua maba terkejut termasuk Hilya dan Tamara.


Tamara hanya menatap Zidan kesal dan kemudian pergi tanpa minta maaf. Zidan menatap kepergian Tamara dengan marah, entah kenapa dia benar-benar marah jika ada yang menganggu Hilya.


"dan buat kalian semua, lakukan tugas yang saya suruh kemarin, pergi cari tanda tangan pengurus ospek di jurusan kalian aja" ucap Zidan dengan nada tinggi dan membuat semua mahasiswa langsung berhamburan pergi dari lapangan.


"Hilya yok cari tanda tangan di kating lain dulu" aja Abian


"Syifa ayok" aja Hilya yang nyuekin Abian.


"eh bocah taat, lo gak mau tanda tangan gue" ucap Alan pada Syifa


"ya maulah kak, saya gak mau di hukum gara-gara gak dapat tanda tangan kakak" ucap Syifa


"ya udah lo ikut gue sekarang" ucap Alan


"kemana?" tanya Syifa


"udah ikut aja" ucap Alan yang pergi dan kemudian di ikutin oleh Syifa.


"yok sayang aku bantuin kamu" ucap Zidan yang tersenyum dan merangkul Hilya


Abian yang melihat hal tersebut hanya bisa mengepal tangannya.


Zidan menarik Hilya ke ruangan geng Orthtros.


"Rifi, Fajar cari semua tanda tangan pengurus ospek di tim kita" ucap Zidan


"oke" sahut Fajar


Fajar dan Rifi pun keluar dari ruangan, di dalam ruangan hanya menyisakan Hilya dan Zidan.


"ngapain kita di sini kak?" tanya Hilya yang kebingungan


"buat anak" ucap Zidan spontan dan membuat Hilya langsung mundur


"kalau lo keluar gue gak bakal kasih tanda tangan gue buat lo" ucap Zidan


"kakak ihhh" ucap Hilya yang sudah sangat kesal dengan Zidan.


"sudah sini duduk cepetan" ucap Zidan yang menepuk sofa di sampingnya.


"mau ngapain sih" ucap Hilya


"udah duduk cepetan" ucap Zidan.


Hilya pun menuruti Zidan, dia duduk di samping Zidan.


"lo punya hubungan apa sama cowok tadi?" tanya Zidan tiba-tiba


"cowok tadi?, oh Abian?" tanya Hilya


"gak, aku gak ada hubungan apa-apa sama dia, cuma teman waktu SMA dulu" ucap Hilya lagi.


"bohong lo ya" ucap Zidan


"kepo banget sih" ucap Hilya


"emang gue gak boleh tau masa lalu cewek gue, eh engga calon istri gue maksudnya" ucap Zidan yang tersenyum jail.


"siniin HP lo" ucap Zidan


"buat apa?" tanya Hilya


"udah cepetan sini" ucap Zidan yang merebut ponsel Hilya.


Zidan mengambil HP Hilya dan memasukkan nomor telponnya. Zidan ngesave nomornya dengan nama PACAR KESAYANGAN ❤


"nih, jangan lo ubah, awas aja kalau lo ubah" ucap Zidan yang memberikan HP Hilya kembali.


"dih pacar kesayangan, gak ah ganti aja" ucap Hilya


"awas aja kalau lo ganti, nih gue juga ngesave nomor lo dengan nama romantis juga" ucap Zidan yang menunjukan HP nya pada Hilya.


"ih curang banget, masa kelinci cempreng sih" ucap Hilya yang kesal

__ADS_1


"kan ada love nya juga" ucap Zidan yang memang menyimpan kontak Hilya dengan nama KELINCI CEMPRENG ❤


"gak ah aku mau ganti juga" ucap Hilya yang menganti nama kontak Zidan dengan nama SINGA RESEK.


"kok gak pake love sih" ucap Zidan


"ya biarin hp-hp aku" ucap Hilya sewot.


"sini gak HP lo" ucap Zidan yang menarik HP Hilya


"ini nih baru bagus, gue suka" ucap Zidan yang menambahkan love di nama kontaknya.


di lain sisi Tamara yang kesal terus mengumpati Hilya.


"ih sialan tuh maba" ucap Tamara


"udah sabar Ra, kita bakal bantu lo kok buat rebut Zidan dari dia" ucap Rosa


"iya lo tenang aja" sambung Vina


"gue kesel masa gue kalah sih sama bocah ingusan itu, cantikan juga gue" ucap Tamara


"aku bisa kok bantu kakak" ucap Disa tiba-tiba


"lo siapa?" tanya Tamara yang heran


"gak teman Hilya dulu, tepatnya mantan teman dia, aku sama dia sempat marahan juga, karena dia suka sama cowok aku, dan sering ngajar-ngejar cowok aku" ucap Disa


"emang kegatelan ya tuh bocah" ucap Vina


"emang lo bisa bantu apa?" tanya Tamara


"aku bisa bantu apapun, yang penting Hilya menderita" ucap Disa sambil tersenyum jahat.


"aku bisa buat kak Zidan benci sama Hilya dan dekat dengan kakak" ucap Disa lagi


"ya udah mulai sekarang lo gabung di geng kita" ucap Tamara.


"lo tenang aja, selama lo di geng kita, gak akan ada yang berani ngelawan lo" ucap Tamara lagi.


"welcome to Tamara geng" ucap Rosa


"selamat bergabung di sini" sambung Vina


Fia dan Kia yang mendengar hal tersebut benar-benar terkejut mereka saling tatapan.


"kita kasih tau ini sama Hilya dan Syifa" ucap Kia dan langsung berlari.


Kia dan Fia berlari di kampus dan tanpa sengaja menabrak Fajar dan Rifi.


"aduhhh, maaf kak maaf" ucap Kia


"kenapa sih lo, gak lo-lo pada gak teman-teman lo kerjaannya lari terus" ucap Fajar


"sorry kak kita buru-buru" ucap Fia


"buru-buru mau cari tanda tangan gak gini juga" ucap Rifi


"bukan gitu tau" sahut Fia.


"oh ya kak, lihat Hilya gak, Hilya pacarnya kak Zidan, kenalkan kalian?" ucap Kia


"ngapain lo nyari dia" tanya Fajar


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2