CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
FIA DAN RIFI JADIAN


__ADS_3

Alan mengambil semua kamera yang sudah mereka setting tadi dan langsung keluar dari rumah itu.


"Udah selesai? " tanya Rifi.


"Udah" ucap Alan.


"Kita balik ke Jakarta sekarang" ucap Alan.


"Mana Fajar? " tanya Alan lagi.


"Tuh di mobil, dari tadi dia muntah terus, sekarang dia mulai pusing" ucap Rifi.


"Kita balik sekarang" ucap Haris.


"Ayo" ucap Rifi.


"Ntar gue kunci rumah dulu" ucap Haris.


Mereka pun langsung menuju ke mobil dan langsung pergi dari sana.


"Eh bentar panggilan dari gue di ponsel ba.. bi itu udah kalian hapus kan? " tanya Fajar.


"Udah gue hapus kok, tenang aja semua jejaknya udah gue hilangin"ucap Rifi yang menepuk bahu Fajar.


"Gue udah hapus chatnya juga, palingan bentar lagi dia sadar terus kebingungan" ucap Rifi dan mendapatkan jempol dari Alan.


"Terus gimana selanjutnya?, ini rekaman video nya mau langsung kita serahkan ke kantor polisi atau kita bawa dulu ke Hilya? " tanya Haris.


"Entahlah satu sisi gue takut kalau Hilya akan nangis lihat video ini, dia akan kecewa lagi dengan mengetahui fakta buruk ini, dan di lain sisi kalaupun kita langsung serahkan video ini, pasti Hilya akan tau juga dan dia akan kecewa sama gue" ucap Zidan sembari memegang kepalanya.


"Sebaiknya video ini kita serahkan dulu ke orang tua angkatnya Hilya, biar mereka yang mengambil keputusan nanti" ucap Haris.


"Gue setuju" ucap Alan.


"Sebaiknya besok aja kita ke rumah Hilya, kita harus istirahat dulu" ucap Rifi.


"Perjalanan hari ini buat gue eneg" sahut Fajar.


Dilain sisi Tamara akhirnya tersadar.


"Eughh pusing banget kepala gue" ucap Tamara yang memegang kepalanya


"Kok gue di mobil, ini dimana sih" ucap Tamara yang kebingungan.


"Kok gue bisa ada di sini, awwww gue gak ingat apa-apa lagi" ucap Tamara lagi yang kembali memegang kepalanya.


"Lebih baik gue cari tempat yang banyak orang dulu deh" ucap Tamara yang kemudian pergi.


Perjalanan panjang telah dilalui oleh Zidan dan teman-temannya beserta Haris, sampai akhirnya mereka pun sampai kembali ke jakarta.


"Har thanks banget untuk hari ini" ucap Alan.


"Santai aja, nanti kabarin lagi kalau butuh bantuan" ucap Haris.


"Thanks Har" ucap Zidan.


"Santai Dan, lo tenangin dulu pikiran lo, jangan gerabah" ucap Haris.


"Eum, kita cabut dulu" ucap Zidan.


Zidan dan lainnya pun kembali ke rumah mereka masing-masing.


Keesokannya harinya Hilya, Syifa dan Disa sudah siap-siap untuk ke kampus.


"Pagi bi murni" ucap Nando yang baru sampai ke rumah Hilya.


"Eh pagi den Nando" ucap bik Murni.


"Om dan Tante mana? " tanya Nando yang celingak-celinguk melihat ke dalam rumah Hilya.


"Tuan dan Nyonya udah berangkat ke kantor, soalnya ada meeting" ucap bik Murni.


"Oh gitu ya, kalau Disa, Hilya dan Syifa bel berangkatkan? " tanya Nando lagi.


"Belum den, palingan bentar lagi juga keluar" ucap bik Murni.


"Eh udah stay aja nih" ucap Hilya yang baru keluar.

__ADS_1


"Bareng yok, gue bawa mobil hari ini" ucap Nando.


"Mau bareng kita atau bareng Disa" ucap Hilya yang menggoda Nando dan Disa.


"Ehuemmmm" ucap Syifa


"Apaan sih, ayo berangkat, nanti telat" ucap Disa yang salah tingkah.


"Ya udah ayo" ucap Hilya.


Saat mereka mau masuk ke mobil Nando, Zidan pun tiba di rumah Hilya. Hilya yang melihat kedatangan Zidan langsung memasang wajah juteknya.


"Pagi sayang" ucap Zidan yang sumringah.


"Ayo Nan kita berangkat" ucap Hilya.


"Eh-eh, kamu bareng aku" ucap Zidan yang memegang tangan Hilya.


"ENGGA" ucap Hilya.


"Loh kenapa? sayang kamu masih marah sama aku? " tanya Zidan.


"Gak" sahut Hilya singkat.


"Tap~~~" ucap Zidan yang langsung disela eh Syifa.


"Ayo Hil, masuk ke sini" ucap Syifa yang membawa Hilya masuk ke mobil Zidan.


"Ihhhh kok ke sini sih, aku pengen bareng kalian" ucap Hilya.


"Udah diam, duduk di sini. Fia dan Kia udah nungguin kita di kampus" ucap Syifa yang langsung meninggalkan Hilya di mobil Zidan dengan wajahnya yang cemberut.


"Sayang jangan cemberut gitu dong" ucap Zidan yang masuk ke mobilnya.


"Sayang ihhh" ucap Zidan lagi.


"Jalan, nanti telat" ucap Hilya judes.


Mendengar ucapan Hilya, Zidan pun langsung menancap gas mobilnya. Diperjalanan menuju ke kampus Zidan terus membujuk Hilya, namun Hilya masih belum mau bicara sama sekali.


"Sayang kamu gak percaya sama aku? " tanya Zidan lagi.


Sampai akhirnya sampe ke kampus Hilya masih tak mau bicara dengan Zidan, walaupun dia harus menahan tawa saat melihat wajah cemberut Zidan.


Kok di luar, ayo masuk"ucap Hilya pda Dia dan Kia.


"Kampus hari ini di liburkan, katanya ada rapat orang penting" ucap Fia.


"Hah, kok gak dari semalam sih bilangnya, kan capek ke kampus" ucap Hilya.


"Baru aja tadi pengumumannya di tempel di mading" ucap Kia.


"Eumm kita jalan-jalan ada yok" ajak Kia.


"Kamu udah minum obat Fi? " tanya Syifa.


"Sudah, satpam ku ada dua sekarang" ucap Fia yang tersenyum.


"Hah maksudnya" tanya Disa.


"Eheummm, sahabat kita ini, udah jadian sama eheummm, kak Rifi" ucap Kia.


"Wah sumpah, wihhh selamat " ucap Syifa.


"Selamat apaan sih, kayak apa aja deh" ucap Fia yang malu.


"Bentar lagi kitakan Sa" ucap Nando


"Maksudnya? " tanya Disa.


"Ya bentar lagi kita jadian juga kan? " tanya Nando.


"Cieeee" ucap Hilya dan yang lainnya.


"Apaan sih, fokus kuliah dulu" ucap Disa yang malu.


"Yakan sambil fokusnya ke kamu juga" ucap goda Nando.

__ADS_1


"Cieeee" ucap Hilya dan yang lainnya lagi.


"Btw kapan jadiannya? " tanya Syifa.


"Semalam kaka Rifi ke kosan kita, dia nembak Fia langsung" ucap Kia.


"Apaan sih" ucap Fia yang malu.


"Berarti kita ke kantin aja, pajak jadian dari Fia" ucap Hilya yang heboh.


"Setuju" sahut Kia.


"Ya udah ayok, tapi jangan banyak-banyak" ucap Fia yang bercanda.


"Aman, tenang aja" ucap Kia


Mereka pun menuju ke kantin, sedangkan Zidan berada di ruang khusus mereka.


"Napa tuh wajah kusut amat? " tanya Fajar yang melihat Zidan baru masuk.


"Ckk, gara-gara si najis itu, Hilya masih marah sama gue" ucap Zidan


"Hahahhaha, makanya bos kalau wajah tampan itu bagi-bagi, biar li gam di kejar-kejar sma anj.. ing gila" ucap Fajar yang menertawakan Zidan.


"Gue hajar ya lo" ucap Zidan.


"Udah-udah, ayo ke kantin, gue traktir" ucap Rifi.


"Hah, dalam rangka apaa nih? " tanya Alan.


"Semalam gue jadian sama Fia" ucap Rifi dengan full senyum.


"Sumpah, gila gercep banget, gak kayak yang di sebelah gue" ucap Fajar yang nyindir Alan.


"Dan, lo bisa suruh orang gak buat habisin nih manusia satu? " tanya Alan.


"Gak usah suruh orang lain, kita aja yang bunuh gimana? " tanya Zidan.


"Woy woy kejam amat sih sahabat gue" ucap Fajar.


"Bukan gue, gue bukan sahabat lo" ucap Zidan dengan cepat.


"Udah ayok ke kantin" ucap Rifi yang pergi dulu.


"tungguin gue" teriak Fajar yang ikut dengan Rifi


"Males gue" ucap Zidan


"Udah ayo cepetan" ucap Alan yang menarik Zidan.


Sesampainya dikantin Zidan melihat Hilya dengan teman-temannya yang juga di kantin, dia langsung menghampiri Hilya.


"Sayang" ucap Zidan yang langsung duduk di samping Hilya.


"Makan" ucap Hilya cuek.


"Suapin" ucap Zidan yang membuka mulutnya.


"Aaaaa ammm enak kan" ucap Hilya yang ingin menyuapi Zidan tapi malah makan sendiri membuat Zidan kembali cemberut.


"Sayang.... " rengek Zidan


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...****************...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2