
Mereka duduk di bangku taman, Disa masih berada di sana, Nando terus menatap Disa. Mereka masih menghibur Hilya.
"Hilya, Syifa kalian pulanglah duluan" ucap bunda Lola.
"Kami akan mengantarkan mereka" ucap Zidan.
"Terimakasih Zidan, bunda titik anak-anak bunda" ucap bunda Lola.
"Bunda gak pulang? " tanya Hilya
"Sayang bunda dan ayah masih ada urusan" ucap bunda Lola yang mengusap kepala Hilya dan tersenyum.
"Kita balik sekarang" ucap Zidan yang menarik tangan Hilya.
Di sebuah ruangan di sekolah, di sana udah ada bunda Lola, ayah Dion, Papa Dika, mama Rena dan Irwanto beserta kepala sekolah.
"Sejak kapan Hilya di jakarta? " tanya Irwanto.
"Apa pentingnya untuk kamu tahu" ucap Ayah Dion.
"Aku ayah biologisnya, aku ayah yang sah di mata negara, jadi aku berhak tau tentang putri ku" ucap Irwanto
"Aku juga ayahnya di mata negara" ucap ayah Dion.
"Bagaimana bisa" ucap Irwanto
"Aku bisa melakukan apapun untuk membuat anak ku Hilya bahagia" ucap ayah Dion.
"Dia putri ku, aku akan..." ucap Irwanto dan langsung disela oleh bunda Lola.
"Putri ya kamu terlantarkan, kamu meninggalkan Hilya saat dia masih berduka mas Irwan" ucap bunda Lola.
"Kamu tidak tau bagaimana hancurnya perasaan Hilya, bahkan saat mengetahui kamu menikah lagi. Bahkan dia melihat mu bersama istri mu dulu di sebuah mall" ucap Bunda Lola yang sudah mengeluarkan air mata.
"Tolong jangan ganggu Hilya lagi" ucap ayah Dion.
"Saya akan membawa anak saya bersama saya" ucap Irwanto tegas.
"Saya tidak akan membiarkannya" ucap ayah Dion.
"Maaf jika kami ikut campur, ada baiknya jika kita duduk bersama Hilya. Kita tanya sendiri pada Hilya bagaimana keputusannya" ucap papa Dika.
"Saya setuju" ucap Kepala sekolah.
"Hilya pasti akan sangat sedih bertemu dengan dia" ucap bunda Lola
"Tau dari mana kamu" bentak Irwanto
"Saya yang tau jelas perasaan Hilya bukan kamu" ucap Bunda Lola.
"Sayang, sebaiknya kita telpon Hilya" ucap ayah Dion
"Tapi mas" ucap bunda Lola
"Kita yakinkan semuanya pada Allah, Allah pasti akan memberikan yang terbaik untuk kita dan Hilya" ucap ayah Dion.
"Saya mau ketemu sekarang juga" ucap Irwanto.
__ADS_1
"Baiklah" ucap ayah Dion yang mengambil ponselnya dan menelpon Hilya.
Setelah menelpon Hilya, ayah Dion kembali masukan ponselnya ke saku.
"Ayo Hilya akan menuju ke sebuah restoran" ucap ayah Dion.
"Lola, kami akan ikut" ucap mama Rena dan mendapat anggukan dari bunda Lola.
Mereka pun berangkat ke restoran yang sudah di janjikan, Hilya datang bersama Zidan, Syifa dan Alan sedangkan yang lainnya kembali pulang ke rumah masing-masing.
Hilya, Zidan, Syifa dan Alan menunggu kedatangan ayah Dion, bunda Lola dan yang lainnya. Tak lama kemudian bunda, ayah beserta lainnya pun sampai ke restoran tersebut.
Hilya menatap ayah kandungnya dengan tatapan yang marah, benci dan kecewa. Zidan yang melihat tangan Hilya gemetar, langsung menggenggam tangan Hilya dengan kuat.
"Hilya ayah sangat merindukan kamu" ucap Irwanto yang mendekati Hilya sedangkan Hilya langsung mendekatkan tubuhnya dengan Zidan.
"Hilya kamu kenapa nak, ayah sangat merindukan kamu" ucap Irwanto lagi pada sang putri.
"Bunda, ayah, duduk di samping Hilya ya" ucap Hilya pada bunda Lola dan ayah Dion.
"Baik sayang" ucap bunda Lola yang duduk di samping Hilya.
"Duduklah pak Irwan" ucap papa Dika.
"Jadi begini Hilya, hari kami ingin mendengar keputusan padamu. Kamu akan ikut dengan bunda Lola dan Ayah Dion atau ikut dengan ayah Irwan? " tanya papa Dika.
"Nak kamu mau kan pulang bersama ayah? " tanya Irwanto pada Hilya.
"Bunda, ayah, kita pulang yok. Hilya pengen pulang" ucap Hilya yang membuat Irwanto marah.
"Brakkk, Hilya, ayah kamu itu aku, buka dia" ucap Irwanto yang memukul meja dan membuat Hilya mengeluarkan air mata.
"Apa kata mu? om?, dasar anak kurang ajar, aku sangat merindukanmu, tapi saat sudah bertemu kamu malah tak menganggap aku ayah mu" bentak Irwanto.
"Jangan membentak anak ku Irwan" ucap Ayah Dion.
"Ini bukan urusan mu" bentak Irwanto
"Ini menjadi urusan ku, karena Hilya anak ku" ucap ayah Dion.
"Aku akan menjebloskan kamu ke penjara atas tuduhan penculikan anak" ucap Irwanto.
"Cukupppp" teriak Hilya.
"Anda bilang ayah?, ayah mana yang meninggalkan anaknya saat anaknya masih berduka, ayah mana bilang pergi karena keperluan kerja tapi malah memberi kabar akan menikah, ayah mana yang meninggalkan anaknya tanpa mengabari anaknya sama sekali" ucap Hilya yang marah dengan air matanya terus mengalir.
"Hilya sudah" ucap Syifa yang memenangkan Hilya.
"Jelaskan Syif, tolong jelaskan padanya betapa kesepiannya aku setelah bunda meninggal dan dia pergi" ucap Hilya yang sudah menangis.
"Aku sendiri saat itu hanya ada bik Murni, bunda Lola, ayah Dion dan Syifa saat itu, tidak ada anda sama sekali" ucap Hilya lagi.
"Lalu sekarang anda bilang merindukan saya?, dulu anda di mana?, hah dimana? " teriak Hilya dengan pertanyaan sambil menangis.
"Sayang sudah, kamu jangan begini, tidak boleh" ucap bunda Lola
"Tidak bunda, biarkan saja begini. Nomor, nomor ponsel ini, aku tidak pernah menggantinya, hanya untuk menunggu sebait kabar dari anda, tapi tidak ada sampai saya sudah berada di sini" ucap Hilya yang melepaskan semua unek-uneknya dengan amarah dan menunjukkan ponselnya.
__ADS_1
"Mulai hari ini saya akan menghapus segalanya tentang anda, saya akan menganti nomor ponsel saya. Jika anda ingin melaporkan ayah saya ke kantor polisi, silahkan saja. Saya juga akan tinggal di penjara bersama ayah saya, karena anak yang anda anggap diculik oleh ayah saya, lebih senang setelah diculik dari pada dulu di terlantarkan "ucap Hilya yang kemudian pergi.
"Hilya "ucap, bunda Lola, ayah Dion, dan Syifa.
"Selesaikan saja masalah kalian, biar Hilya bersama saya" ucap Zidan yang pergi.
"Pak Irwan, biarkan Hilya bersama Dion dan Lola. Ini demi kebaikan Hilya" ucap papa Dika.
"Saya akan mencari cara supaya Hilya kembali bersama saya" ucap Irwanto yang kemudian pergi.
"Mas bagaimana ini" ucap bunda Lola
"Kamu tenang saja, kita akan memperjuangkan Hilya bersama kita" ucap ayah Dion.
"Lola sebaiknya kita menyusul Hilya dan yang lainnya" ucap mama Rena
"Iya, Hilya pasti syok sekarang" ucap papa Dika.
"Iya mas, sebaiknya kita pulang dulu" ucap bunda Lola
"Baiklah" ucap ayah Dion.
Di mobil papa Dika, mama Rena meminta papa Dika untuk membatalkan kerjasama dengan Irwanto.
"Pa, sebaiknya kita batalkan saja kerjasama dengan Irwanto" ucap mama Rena.
"Mama kasian sama Hilya pa, anak malang itu sudah lama memendam kepahitan dalam hidupnya" sambung mama Rena.
"Papa juga setuju ma, papa gak mau melihat Dion terbeban juga karena ada pak Irwan di dalam bisnis kita" ucap papa Dika.
"Nanti papa akan langsung menelpon pak Irwan" sambung papa Dika.
"Iya Pa" ucap mama Rena.
"Tapi pa, sadar gak sih?....
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
Yok mampir ke cerita baru author, sekali-kali kita main di laut guyssss